Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Kado Dari Andre Dan Kevin


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter ...


...BAB 78 : Kado Dari Andre Dan Kevin...


...****************...


Andre, mencari-cari keberadaan Yana, Sesekali matanya liar menatap ke kerumunan para tamu . Andre berharap, jika Yana terselip di antara para tamu yang hadir.


" Rubah kecil kemana?, Apakah dia semalu itu denganku?" Guman Andre yang terus melangkah dengan tidak pasti mencari keberadaan Yana.


...****************...


Di tempat Yana,


Yana yang tengah duduk di rerumputan di halaman belakang Aula, menatap Bintang-Bintang yang bertebaran di atas Langit sambil menghirup oksigen sebanyak mungkin, untuk mengisi ruang kosong dalam paru-parunya.


" Bintang timur ya?, Katanya dia yang paling terang. Apakah aku di hati paman Andre juga sama seperti bintang timur?"


Guman Yana, sambil menatap bintang-bintang yang sedang menari , di dalam pupil mata indahnya.


" Lebih dari itu!!, bahkan kau jauh lebih berarti dari pada isi di alam semesta ini."


Mendengar suara tersebut, Yana dengan cepat menoleh ke arah suara," Paman?, kenapa kau ada di sini,?"


Tanya Yana ketika melihat Andre yang sudah berada di sampingnya.


" Hmm.. jika aku tidak ada, mungkinkah kau selalu mengkhayalkan'ku,?" Tanya Andre.


" He, mana ada begitu, Aku ini masih muda, imut , dan menggemaskan. Jadi aku tidak mungkin mengkhayal tentang paman yang tua ini," cibir Yana.


" Benarkah?, Namun kenapa kamu lari saat berdansa tadi?" Tanya Andre.


" E.. itu?, Itu karena aku kegerahan paman," sahut Yana berdalih.


" Yana!!" Panggil Andre.


" Iya, Ada apa?" Yana menoleh.


" Jika aku ini bukan apa-apa bagimu, coba tatap aku," pinta Andre.


Yana menatap lekat ke dalam mata Andre, yang warna irisnya yang serupa.


Saat 2 pasang pupil mata itu beradu, Dada Yana kembali tidak Stabil.


Andre mendekatkan Wajahnya ke arah Yana secara perlahan, Seraya Mengelus pipi Yana dengan lembut, " kamu cantik, Dan Jauh lebih cantik dari sinar purnama Saat ini," Ucap Andre seraya mendekatkan Wajahnya ke arah Yana.


Yana tampak menegang, Dengan aliran darah yang terasa panas menjalar . Ketika deru nafas Andre menerpa kulit wajahnya.


Di saat Andre mendekatkan wajahnya ke arah Yana, Yana yang refleks menghindar dengan cara , menarik mundur wajahnya secara berlahan.


Nafas Andre sudah tidak bisa di kendalikan , ketika melihat wajah Yana laksana dewi saat wajah Andre hanya berjarak beberapa inch.


Yana yang canggung, membuat ia memejamkan Matanya. Ketika bibir Andre hendak menyentuh bibir Pink'nya.


" Aduh!!"


Teriak Yana tiba-tiba. Ketika secara tidak Sadar, kepala Yana terbentur oleh batang pohon yang ada di belakang tubuhnya.


Andre dengan spontan menarik mundur Wajahnya, dengan pipi yang terlihat sudah memerah jambu.


Yana yang malu langsung menundukkan kepalanya. Seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Mmm... Sepertinya, ini kali pertamamu, " Ucap Andre.


" Maksud paman?" Tanya Yana bingung.


" Jaga bibirmu untukku, hanya aku yang boleh menyentuh bibirmu untuk menjadi yang pertama, " Ucap Andre.


Yana tersipu mendengar ucapan Andre kepada dirinya.


" Yah ampun, hanya karna bibir aku di ancam!!, Karna ia tahu, Bahwa aku belum pernah berciuman?" Batin Yana bersemu.

__ADS_1


" Sudah malam, Ayo kembali. Sepertinya sebentar lagi Acara akan selesai, " ucap Andre.


" Baik," sahut Yana berdiri.


Andre juga beranjak dari duduknya, Andre kemudian mengusap kepala Yana dengan lembut, " kau tahu?, Selama ini, aku tidak pernah tertarik dengan wanita..-" ucapan Andre terhenti.


Mata Yana melotot kemudian menoleh ke arah Andre," jangan bilang kalau paman... suka sesama pedang?" ucap Yana yang terkejut.


Wajah Andre menjadi membara, ketika mendengar ucapan Yana," apa perlu aku mempraktek kepadamu rubah kecil, bahwa aku ini seorang pria yang normal,"


Pekik Andre, yang mendorong tubuh Yana ke batang pohon, seraya menempelkan tubuhnya di tubuh Yana.


" E.. itu paman, Maaf!!. Bukan masudku begitu, tadi kata paman, Paman tidak menyukai Wani..ta," ucap Yana kikuk ketika Andre mengunci tubuhnya di batang pohon.


" makanya, Kalau orang bicara. Jangan suka di potong-potong," sahut Andre.


Andre menjauh dari tubuh Yana, Yana kemudian merapikan gaunnya. Ketika Andre mejauh dari tubuhnya.


" kau itu wanita pertama yang aku suka!!, Kau paham?" Ucap Andre.


Yana terpaku, Mendengar penuturan Andre," apakah dia sedang menembakku?, Mati dong!!" Batin Yana.


" Ayo!!, Aku antar kamu ke kediaman, Tidak perlu ke Aula. Karna acaranya akan Selesai, " ucap Andre menarik tangan Yana.


Andre dan Yana berjalan sambil bergandengan tangan dengan membisu. Tidak ada dari mereka yang mulai membuka pembicaraan, Hingga mereka tiba di kediaman Saputra.


" Kau tahu?, Ayahmu telah menitipkan dirimu kepadaku. Jadi , kamu jangan pernah berpikir ada laki-laki lain yang akan mendekati dirimu, 1X 24 jam, aku akan selalu mengawasimu . Kau mengerti Dayana?" Hardik Andre kepada Yana.


Yana yang mendengar ucapan Andre membuat ia lemas," kenapa aku bisa jatuh cinta dengan paman yang se'egois ini?, Belum lagi , ia memiliki temperamental seperti air di lautan sana. Yang kadang Pasang dan kadang surut, " Banti Yana merancu.


" Apa kau dengar?" Pekik Andre.


" Iya..iya.. paman , Aku mengerti!!" Sahut Yana.


"Sekarang masuklah!!, Besok , Marko akan menyemputmu untuk mengantar kamu ke sekolah," ucap Andre yang seketika menjadi lembut, Saraya mengusap Kepala Yana.


" Ya sudah, Aku masuk ya paman," ucap Yana, yang membelakangi Andre kemudian berlalu.


" Aarrrhhhggg!!, Kenapa aku segila ini kepada Yana?, Ya ampun!!, demi pembaca di tampol rejeki bareng-bareng. Hanya Dayana yang membuat hatiku mencair," Guman Andre frustasi dengan perasaannya sendiri.


Kini Andre melangkah berlalu mininggalkan kediaman Saputra.


...****************...


Di Dalam Kamar,.


Santi terlihat berjalan keluar dari arah kamar mandi, seraya mengosok-gosok rambutnya yang basah.


Raka yang melihat istrinya yang keluar dari kamar mandi, dengan cepat beranjak dari tempat tidur kemudian menuju ke arah Santi.


" Istriku, kamu harum deh!!" Ucap Raka di balik telinga Santi.


" Yah!!, Nama juga habis mandi pasti bau sabun lah," sahut Santi.


" Mm... Santi!!" Panggil Raka.


" Iya sayang!!, Ada apa?" Tanya Santi dengan tangan yang mengambil Hairdryer.


" Sini...sini biar aku saja yang mengeringkan Rambutmu,"


sergah Raka dengan cepat meraih Alat pengering Rambut tersebut dari tangan Santi. Raka kemudian mengarahkan Alat tersebut ke rambut Santi.


" Rambut kamu wangi bangat, Harum lagi, kamu pakai shampoo apa?" Tanya Raka seraya mencium Rambut istrinya yang setengah basah tersebut.


" Oh.. pake molto ultra sekali bilas, Makanya harum dan lembut sayang!!" Jawab Santi Asal.


Eksepresi Raka 🗿 membatu, ketika mendengar jawaban istrinya.


Raka dengan cepat mematikan alat pengering rambut yang ada pada tangannya. Ia langsung mengangkat tubuh istrinya.


" Raka!!, Apaan sih!" Ucap santi seraya memukul dada Raka dengan pelan.

__ADS_1


" Menolak dosa loh!!" Sahut Raka.


Santi terkekeh mendengar ucap Raka," Iya...iya, tapi buka kado dulu yuk," ajak Santi seraya memegang pipi Raka.


" Jangan di alihkan, Aku sudah kebelet, " ucap Raka menahan konek.


" Aku tuh penasaran tahu, apa isi kado-kado itu," ucap Santi.


" Mmm... Ya sudah, kita buka kado dulu," sahut Raka memelas yang langsung menurunkan Santi di atas sisi tempat tidur.


Raka mulai mengambil beberapa kado, ia dan Santi terlihat Antusias membuka kado satu persatu. Yang isinya sudah pasti alat rumah tangga dan sebagainya.


Santi meraih Satu kado dengan motif bungkusannya yang lumayan Unik, Hingga Santi tidak tega untuk membukanya.


" Di buka saja, Untuk apa di simpan," ucap Raka yang juga sibuk dengan Kado yang lain.


Kreek!! ( Bungkusan Kado terbuka )


" E.. ada note?" bantin Santi


Santi meraih secarik kertas yang menempel, kemudian ia membukanya kertas tersebut .


To kakak Ipar,.


Kakak ipar, Pakai ini saat kamu membuka kadoku. Biarkan Raka selalu bergairah ketika melihatmu. 😉


Kevin


Santi dengan cepat melihat isi dalam kado tersebut, Seketika mata Santi melotot. Ketika Ia mendapati beberapa lingering ala kimochi.


" Ada apa?, Kenapa pipimu memerah?" Tanya Raka tiba-tiba.


" Ah... Tidak, tidak ada apa-apa," jawab Santi kikuk seraya memeluk bungkusan kado milik Kevin tersebut.


" Terus itu isinya apa?, Kenapa tidak kau keluarkan?" Tanya Raka.


" Bukan apa-apa," ucap Santi yang masih memeluk erat kado dari Kevin.


" Sini aku lihat!!"


Ucap Raka yang merasa aneh dengan tingkah Santi, sembari menarik papper bag yang di peluk oleh Santi.


" Bukan apa-apa sayang! , Serius!!" Sanggah Santi mengelak.


" Kalau bukan apa-apa, sini berikan padaku!!" pinta Raka dengan suara mulai meninggi.


Santi dengan menahan malu , memberikan papper bag tersebut. Raka kemudian membuka papper bag dengan wajah yang memerah.


" Sayang kamu pakai saja, Sepertinya ini kelihatan seksi di tubuhmu," ucap Raka dengan mata berbinar.


" Aku bukan Artis bok3p Raka!!, masa aku di suruh pakai baju begituan," Sahut Santi.


" Ayolah!!, ini untuk suamimu ," pinta Raka.


Santi meraih baju ala kimochi dari genggaman Raka dengan kasar, Kemudian berjalan ke arah kamar mandi dengan menghentakkan Kaki.


" Kevin Sialan!!, Apa maksudnya dia memberiku Baju yang tidak ada bahannya sama sekali?" Guman Santi mencibir.


Raka yang melihat santi sudah masuk ke kamar mandi, Mulai membuka satu kado.


Kreekk!! ( Bunyi bungkusan kado )


Sama hal serupa yang di terima oleh Raka, Yaitu sebuah note.


To Calon Ayah mertua,.


Ramuan yang di ramu khusus untuk pasturi yang baru menikah . Di jamin, mempunyai tegangan super Lama , kuat, Aman, halal dan tahan banting selama 24 jam.


Selamat mencoba 💪💪


Raka yang membaca, seketika membuat rahangnya mengeras, " Sahabat-Sahabat Pea, Kalian benar- benar sahabat kurang kerjaan dalam memberikan isi dalam Kado," pekik Raka.

__ADS_1


__ADS_2