
...BAB 51: Terbangunnya Raka...
...****************...
Andre terlihat furtasi melihat keadaan Yana, Walau pun Raja telah mengatakan bahwa Yana baik-baik Saja. Namun rasa khawatir pada Andre tidak dapat hilang dalam benaknya.
"Santi!!" Panggil Raka lirih
Santi terpaku mendengar suara yang selama ini tidak lagi ia dengar, jantungnya berdentum dengan cepat tak kala suara yang memanggilnya adalah orang yang selama ini ia rindukan.
Dengan sisa isak dengan punggung yang bergerak naik turun, Santi mencoba membalikkan Badannya.
Mata Santi dengan sendirinya melebar, mata yang tadinya sudah kering. Sekarang harus di terpa air bah kembali.
" Ra..ka..!!"
Panggil Santi terbata dengan bibir yang bergetar saat ia dapat menatap, siapa yang telah duduk di atas bed pasien dengan tersenyum menatap Santi.
Raka merentangkan tangannya ke arah Santi, Santi dengan cepat berlari dan mengahambur dalam dekapan dan bau tubuh lelaki yang sudah lama ia rindukan.
" Raka!!, Aku tidak bermimpikan?, Bahwa yang memelukku adalah diriu Raka?" Ucap Santi pada dada bidang Raka dengan isak yang menjadi.
Raka mendekat tubuh Santi dengan erat, membuat mata Raka terpejam. Mencoba menjamah aroma tubuh dan kehangatan yang selama ini ia nantikan.
" no!, You not dreaming. i'm here Santi!!"
ucap Raka dengan mencium kepala Santi dengan membenamkan wajahnya di helai Rambut Santi dan sesekali Raka mengusap kepala Santi.
" Ka, Yana!!" Ucap Santi terisak yang kemudian menatap mata Raka dengan Bulir yang menumpuk pada pelupuknya.
" Yana?" Tanya Raka
" Iya Yana!!, Yana ka, dia sedang terluka " Ucap Santi menatap lekat pada bola mata Raka.
Raka mengerutkan Alisnya," siapa Yana?" Tanya Raka heran.
DEGH!!! ( mendengar ucapan Raka membuat jantug Santi berhenti seketika)
" Raka!!, Ini Yana" ucap Andre yang sedang mengendong tubuh Yana yang sedang tidak sadarkan diri.
Raka menatap heran," Dia siapa?" Tanya Raka.
Santi yang mendengar ucapan Raka dengan menjauh dari tubuh Raka, Santi seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.
kini Santi menatap ke arah Andre, " Dokter Andre, tolong lakukan perawatan kepada Yana segera" pinta Santi.
Andre mengangguk," ya baik!!, Akan aku pindahkan dia di ruang yang Lain" ucap Andre
Santi mengekori Andre dari belakang..
" Santi!!" Panggil Raka
Santi menoleh ke arah Raka dengan tatapan sedih di sertai tumpukan kristal di pelupuk matanya ketika Santi berkontak mata Dengan Raka.
__ADS_1
Santi membalikkan badanya kembali ,lalu menyusul Andre yang telah membawa Yana , kini Santi tak menghiraukan panggilan Raka kepada dirinya.
Santi berjalan, dengn punggung yang terlihat naik dan turun, di hati Santi, kini terdapat luka, namun luka itu di siram kembali dengan perasan jeruk," perih!!, Ini sungguh perih, bukankah kau sudah tahu ini anakmu Raka?" Batin Santi dengan tangannya meremas dada yang terasa sakit .
" Santi!!, Tolong jaga Yana. Aku akan memeriksa keadaan Raka, akan aku cari tahu apa yang sebenarnya terjadi" ucap Andre ketika Yana telah di baringkan di bed pasien.
Santi mengangguk, " terima kasih Dok. Mohon bantuannya" Ucap santi
Andre mengusap kepala Santi," Sabar, cepat atau lambat. Raka akan mengetahuinya" ucap Andre.
Kini Andre telah berlalu dari Ruangan di mana Yana berada. Santi yang melihat kepergian Andre, kini menatap wajah teduh Anaknya yang sedang terlelap.
" sayang!!, Maafin bunda. Kamu harus sehat ya Nak, Ayah sudah bangun...." ucap Santi dengan menahan getir yang saat ini ia Rasakan.
" Kau...kau...tahu Nak, Perjuanganmu sungguh Luar biasa" ucap Santi dengan getar di setiap kata yang terucap, dengan sesekali Santi menggigit bibirnya untuk menahan sakit di dadanya.
Santi dengan lembut mengusap rambut anaknya dengan harapan, anaknya segera membuka mata.
...****************...
Andre berjalan ke arah ruangan di mana Raka berada.
KlEK!!! ( Andre membuka pintu )
Di dalam ruangan, terlihat Kevin dan tuan Saputra Sedang menenangkan Raka yang hendak beranjak dari tempat tidurnya.
Saat pintu terbuka, semua mata tertuju kepada Andre.
" Aku akan memeriksamu Raka, jadi menurutlah" Ucap Andre dingin
Andre yang sedang memeriksa kedaan Raka, dengan sengaja menekan titik saraf pada tubuh Raka.
" Awww!!!" Teriak Raka
" Kau sengaja?" Tanya Raka
" Diamalah Raka, hari ini moodku sedang kacau. Jika tidak kau tidak diam. Aku akan kembali memasukanmu ke dalam Cangkang" pekik Andre.
Raka menatap Heran dengan sikap Andre yang tak biasa.
" Andre aku ingin bicara" ucap Raja
Andre menoleh ke arah Raja," baik. Hamba akan menyusul" jawab Andre
Andre kemudian menyuntikan sebuah cairan ke pergelangan Raka. Dan akhirnya Raka kembali tertidur.
Setelah melihat sahabatnya tertidur, Andre menyusul Raja ke ruangan privat yang ada di rumah sakit.
Setibanyan di ruangan," Hamba menghadap ya mulia" ucap Andre membungkuk
" Angkatlah kepalamu, aku hanya ingin memberitahu keadaan Raka" tutur Raja
" Saya juga ingin bertanya, bukankah waktu itu ruh Raka telah melihat Santi dan Yana?, Kenapa bisa saat tersadar, Raka melupakan semuanya?" Tanya Andre
" Itu yang ingin ku bahas. Ruh Raka saat itu memang mengetahui kebenarannya. Itu adalah pikiran bawah sadar Raka, Saat ia terbangun, yang ia ingat hanya kejadian terakhir" Raja menjelaskan
__ADS_1
" mm..aku sedikit mengerti, berarti hal yang terjadi saat Raka tertidur hanya bunga tidur?" Tanya Andre
" Yah!!, Seperti itu. Yang di rasakan Raka hanya bermimpi" ucap Raja
" Baik ya Mulia, terima kasih atas penjelasannya" ucap Andre .
" jadi jangan terlalu di paksaan untuk Raka mau menerima Yana. Biarkan hal tersebut mengalir dengan sendirinya" tutur Raja .
" Baik ya mulia" ucap Andre
" Aku akan kembali ke kerajaan, jaga mereka. Apa lagi Yana, Dia adalah titisan murni yang masih mengalir darah manusia" ucap Raja
" Hamba akan Laksanakan. Berhati-hatilah saat Yang Mulai kembali" ucap Andre
Raja pun keluar dari Ruangan, Dan berlalu. Andre yang melihat Raja yang telah berlalu pun keluar dari Ruangan, kemudian berjalan ke arah Ruangan Yana.
Setibanya di ruangan Yana, tampak Santi masih setia menjaga Yana.
" Santi!!, Aku ingin menjelaskan keadaan Raka" ucap Andre
Santi hanya megangguk," jelaskan Saja Dokter. Apa pun itu, aku akan terima" ucap Santi
Andre mulai menjelasakan keadaan Raka kepada Santi, Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Raja kepadanya.
" Aku mengerti, Namun...." Ucapan Santi terhenti saat ia menatap Anaknya
" Namun, aku kasihan dengan Yana. Ia berharap ayahnya akan menyambutnya.Namun pada kenyataannya, Ayahnya tidak mengenalinya" sambung Santi dengan Nada yang terdengar sedih
" Kau tenang saja!!, Kamu masih manusia. Kamu belum meminum darah yang aku berikankan?" Tanya Andre
Santi menggeleng," tidak Dokter, karna saat itu. Aku takut jika keadaan Blue Lake belum aman. Dan aku hanya ingin membesarkan Yana di tempat yang Aman " santi memberi penjelasan.
" Bagus!!, Raka akan bisa membaca isi hati dan pikiranmu. Bahkan masa lalumu, selama kau masih manusia" ucap Andre
" Benarkah begitu?" Tanya Santi
Andre tersenyum lalu mengangguk...
Andre menatap ke arah Yana yang sedang tertidur," Rubah kecil, kamu hebat!!. Istrahat yang banyak dan segeralah bangun" ucap Andre mengusap pipi Yana dengan lembut
Andre kembali menoleh ke Arah santi," aku akan melihat keadaan Raka dulu. Seharusnya dia sudah sadar" ucap Andre
Santi terkejut mendengar ucapan Andre," apa yang terjadi?, Kenapa Raka bisa tertidur?" Tanya Santi panik
" Tenanglah!!, Aku hanya memberikan sedikit obat penenang. Karna sedari tadi ia bertingkah ingin bertemu denganmu" ucap Andre
" Oh!!, Aku pikir terjadi sesuatu. Dokter!!, Bisakah aku minta tolong?" Ucap Santi
" minta tolong apa?" Tanya Andre .
" Panggil Kevin untuk menjaga Yana, aku juga ingin melihat keadaan Raka" ucap Santi
" Baik!!, Akan aku panggil untuk Kevin segera ke sini" jawab Andre
Andre kemudian berlalu dari ruangan...
__ADS_1