Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Andre Ngapain?


__ADS_3

I Love You Paman Dokter


BAB 94


...****************...


Yana terkekeh mendengar ucapan Zean. Dia tidak habis pikir, ada juga seorang pangeran ingin memiliki hidup seperti dirinya yang nelongso alias blangsat dan bisa jadi terhina.


Zean menatap Yana yang sedang terkekeh geli ketika medengar keinginannya. Apa salahnya jika aku hidup bebas dan riang, seperti gadis yang tidak punya otak yang sedang berada di hadapanku ini.


" Kenapa kamu tertawa?. Apakah kenginginanku ini terdengar lucu?" Tanya Zean.


Tawa Yana berlahan mengecil, di sertai iris mata yang berbinar manatap ke arah Zean.


" Zean, kau tahu?. Aku sebelumnya hidup di duania manusia, jika kau tanya aku ingi hidup dimana?. Yang jelas, aku akan pilih di dunia manusia dan ingin menjadi manusia seutuhnya." Jawab Yana.


" Alasannya?"


" Mmm... Kau tahu, manusia itu unik dan yang pasti di dunia manusia itu aku belajar mengasihi dan berbagi. Dan kita bisa melakukan apa saja, di dunia manusia. Aku bekerja."


Zean nampak tertarik, selama ini. Dia tidak pernah pergi ke dunia manusia. Dari itu, Zean sangat antusias ketika mendengar cerita Yana.


" Kau bekarja?" Tanya Zean.


Yana mengangguk," yah!. Aku berkerja menjadi joki permainan, dan di dunia manusia kau akan mandiri. Jujur saja ya, aku hidup di sini sangat bosan!"


" Kenapa bosan?"


" Yah.. Karna aktifitasnya monoton dan apa-apa semua tersedia. Tidak ada tantangan," sahut Yana yang kembali menatap ke arah danau.


" Sepertinya dunia manusia terdengar mangasyikan," ucap Zean.


" Oh iya, ngomong-ngomong. Pria ber' aura suram kemana?. Tumen kau sendirian?" Sambung Zean bertanya.


Yana menoleh ke arah Zean," maksudnya paman Andre?"


" Yah... Siapa lagi kalau bukan paman Willson yang mempunyai wajah suram, aura suram, masa depan suram. Aku heran kenapa kau bisa jatuh cinta dengan pria yang lebih mirip patung pancoran tanpa ekspresi itu?".


Yana melongo menatap Zean, ia tidak pernah berpikir. Pria yang di hadapannya ini lebih bocor dari pada paman Kevin dan ayahnya. Apalagi pas awal bertemu dengannya, dia nampak sangat sombong. namun tidak di sangka dia juga somplak.


" Sialan!. Berhentilah kau mengatai calon suamiku. Biar pun dia mirip seperti Mumi firaun, dia pria yang sungguh manis," Tutur Yana sembari membayangkan wajah Andre sembari tersenyum kuda.


" Ha manis?. Di lihat dari monas ya?" Sahut Zean.


Yana memanyunkan bibirnya," bilang saja kau cemburu!" Pekik Yana.


" Kalau iya bagimana?" Ucap Zean menatap Yana.


Mendengar ucapan Zean, Yana sontak menjadi membatu. Lalu tingkahnya menjadi kikuk. Yana kemudian membuang wajahnya ke arah berlawanan.


" Jangan kepedean!!. Aku hanya bercanda, mana ada seorang Zean Abraham menyukai wanita barbar sepertimu," Ucap Zean.


Mendengar ucapan Zean, Yana merasa biasa saja. Toh tadi itu hanya reaksi sesaat.


" Siapa juga yang mau dengan pria sepertimu," Sahut Yana.


******

__ADS_1


Di kediaman Andre.


Marko menyeret Vina deng kuat," nyonya, jangan paksa saya untuk berlaku kasar," ucap Marko yang memaksa Vina keluar dari mobil tuannya.


" Lepaskan tangan kotormu itu!. Tidak ada yang berhak menyentuhku selain Kak Andre!" Teriak Vida di sertai meronta.


Andre yang kesal, meraih ponselnya. Lalu menekan sebuah nomor kontak yang ada di layar.


📞 [ Tuan Jhonkey!. Perjanjian kita dulu seperti apa?] Ucap Andre ketika panggilan sambungan telfonnya tersambung.


📞 [ Maaf Dokter Willson. Maksud Dokter seperti apa? ]


" Kak Andre!. Tolong beri tahu bawahan sialanmi ini untuk melepasakan tangannya!" Teriak Vina di saat Andre sedang menelfon.


Andre menatap Vina dengan geram melihat tingkah wanita yang ada di dalam mobilnya.


"Huuaaaccciimm!!" Andre tiba-tiba bersin.


' Sialan, siapa yang sudah menyebut namaku?' batin Andre sembari mengosok-ngosok hidungnya.


📞 [ Tuan Jhon tidak mendengarkan teriakan anak Tuan?] Sambung Andre ketika pembicaraannya sempat terjeda.


📞 [ Elvina Ada di situ?. Bagaimana bisa begitu?. Pantas!. Kami mencarinya di Uwentira, namun kami tidak menemukannya,]


📞 [ Segera jemput anak tuan!. Jika tidak, anak tuan akan aku rebus dalam tabungku!." Hardik Andre.


📞[ Baik Dokter Willson. Mohon maafkan kelalaian saya dan anak saya]


Andre langsung memutuskam sambungan telfonnya.


Vina pun tertawa melihat raut wajah Andre," Kak Andre, kau itu sikopat dan aku sikopet. Kau ingin mengancamku?" Vina menantang balik.


Andre mendekatkan wajahnya ke arah Vina, " kau menantang monster yang sedang tertidur Elvina Barbara?. Ayo!. Akan aku tunjukan permainan yang mengasyikan untuk pasien Self Harm sepertimu,"


Ucap Andre yang kemudian turun dari mobilnya. Lalu menyeret Vina dengan kuat.


Vina yang di seret, hanya menikmati dan sesekali tertawa." Kak Andre!!. Kamu membangkitkan penyakitku!" Pekik Vina.


" Bagus!. Jika aku tidak sabar kali ini, aku bisa langsung membunuhmu."


" oh!!. Menyeramkan. Lakukan!. Aku ingin Kakak menyiksaku!" Seru Vina.


Andre kemudian menyeret Vina ke ruang bawah tanahnya. Sesampainya di ruang tersebut, Andre mendorong tubuh vina ke atas Bed.


Andre menyeringai. Begitu pun dengan Vina, Vina tersenyum ketika Andre menghapirinya.


" Apakah kakak Akan melakukannya di sini?" Tanya Vina dengan wajah menggoda.


" Tentu!. Aku akan melampiaskannya di sini. Karna kau Yang meminta, maka dengan sedang hati. Akan aku lakukan untuk memuaskanmu." Sahut Andre yang mencoba melepaskan ikat pinggannya di sertai senyum yang terukir.


" Hahahaha...Kak Andre, aku tahu. Kau itu pria picik, bagaimana jika calon istrimu tahu?" Ucap Vina.


" Dia tidak akan keberatan. Dan dia pasti akan sangat senang!" Jawab Andre.


" oh!. Aku ingin melihat reaksinya," ucap Vina.


" Akan ku rekam semua aksiku. Jadi tenang saja!" Seru Andre.

__ADS_1


" Kakak benar-benar kejam!" Ucap Vina.


****


Di tempat Yana,.


Yana merasa gelisah. Sedari tadi ia nampak tidak tenang. Di rongga dadanya, seperti di tusuk. Padahal, sejak tadi Dia merasa baik-baik saja. Namun tidak dengan Saat ini.


" Wanita jadi-jadian. Kenapa kau menjadi murung?" Tanya Zean ketika melihat Yana terlihat tak biasa.


" Eh... tidak Apa-apa. Maaf!" Sahut Yana.


" Mmm... Sepertinya sudah malam, Ayo. Aku antar pulang," ajak Zean.


Yana mengangguk lalu beranjak dari duduknya. Saat Yana berbalik badan, pupil mata Yana melebar.


" Wah! Cantik sekali!" Serunya.


Zean mengikuti pandang mata Yana, " oh!. Mereka akan berkumpul di pohon itu ketika malam." Ucap Zean.


Yana tersenyum Lebar, kemudian berlari ke raj pohon tersebut. " Waktu di Jogja aku tidak pernah melihat kunang-kunang sebanyak ini." Ucapa Yana.


Zean menghampiri Yana," maka beruntung kau menemukannya di sini," ucap Zean.


Yana menatap kunang-kunang yang bertengker dan berkumpul di sebuah pohon di pinggiran danau dengan kelap-kelipnya, terlihat hiasan pohon natal. Tanpa sadar, Yana memikirkan Andre. Berharap, Andre ada di sini.


Menikmati senja berdua, dan pemandangan yang langkah ini. Kemudian tertawa bersama seperti yang sudah-susah. Saat memikirkan Andre, raut wajah Yana tampak berseri. Saat ia mengingat wanita yang memeluk Andre, membuat wajah Yana seketika berubah menjadi sendu.


' mungkin sekarang, paman sedang bersenang-senang. Dengan wanita itu, jika tidak. Dia sudah pasti mencariku' batin Yana sedih.


Yana meraba tengkuk di belakang lehernya. Lalu menarik kasar perban yang menempel pada tengkuknya.


" Arrgghh!!" Rintih Yana ketika Dia mencoba menyongkel chip yang ada di belakang lehernya.


Yana menatap chip itu, Lalu membuangnya dengan asal.


" Percuma!. Jika tubuhku di pasang GPS. Nyatanya, tidak seorang pun yang datang mencariku," pekik Yana Kesal.


" Yana!. Tengkukmu berdarah!. Apa yang kau lakukan?" Teriak Zean panik. Ketika melihat baju yang di gunakan oleh Yana terkena Darah.


Zean dengan cepat mebuka jaketnya, lalu mengangkat rambut Yana. Kemudian menepelkan Jaketnya pada luka yag terbuka di belakang leher Yana.


" Jangan sentuh aku!" Teriak Yana menghindar.


" Aku tidak menyentuhmu, lihatlah darah yang keluar membasahi bajumu." Ucap Zean.


Yana terdiam,. Kemudian menahan jaket yang di tempelkan oleh Zean di tengkuk Lehernya.


Zean tiba-tiba berubah wujud. Sayapnya mencuat dari punggungnya, Dengan sigap melindungi Yana dengan Sayapnnya. Ketika serangan bola api di arahkan kepada Yana.


" Bajingan!!" Teriak Zean.


Yana terkejut, Dan menatap heran. Ketika Dia sudah berada dalam pelukan Zean?. Dengan kedua sayap Zean yang membungkus tubuhnya.


" Ada apa?" Tanya Yana bingung.


" Ada yang datang!" Sahut Zean.

__ADS_1


__ADS_2