
...BAB 53: Harapan Yana...
...****************...
Yana dengan cepat menarik knop pintu yang ada di hadapannya, dengan suasana hati yang bersuka cita, karena mendengar dari Kevin bahwa ayahnya kini telah Sadar.
Namun, saat ia tiba di ruangan ayahnya. Hatinya terlanjur hancur ketika mengetahui, bahwa ayahnya tidak mengenalinya.
Dengan perasaan sedih , bercampur luka ,di tambah sakit. Yana mengepal jari-jarinya dengan kuat, hingga terlihat kepalan tangannya memutih.
Yana berjalan menghampiri Raka dengan wajah beku tanpa ekspresi. Namun Air matanya dapat mejelaskan, bahwa saat ini ia sedang terluka.
Yana melangkahkan kakinya menuju ke arah Raka, dengan Cepat melompat ke atas bed pasien.
Buugghh!!! ( Yana menendang pipi Raka dengan kuat)
" Owhg!!!" Raka meringis sembari memegang pipinya.
Yana dengan cepat mencengkram kerah kaos ayahnya," ayah bedebah!!, Kau tau betapa sakitnya aku mendengar kau tertidur. Jika kau tidak mengenalku, lebih baik kau tidur selamanya dan tidak perlu untuk kau bangun sialan!!" pekik Yana dengan emosi
" Yana!!, turun dari situ!!!. Siapa yang mengajarkanmu kurang ajara seperti ini?" Pekik Santi yang menarik paksa tubuh Yana di atas badan Raka.
" Kau... kau tahu?, Bunda menderita gara-gara ayah!!, Aku di hina gara-gara ayah. Dan saat ayah terbangun!!, Dengan seenaknya kau bertanya apakah bunda sudah menikah?. kau tahu bedebah!!, Betapa bunda menjaga hatinya hanya untuk Ayah!!"
Bentak Yana dengan dada yang terlihat kembang Kempis, di sertai mata yang yang sudah memerah bersama dengan Air yang terus keluar dari pelupuk matanya.
" Yana!!!, Hentikan!!, Apa yang kau bicarakan" bentak Santi ketika melihat Yana di luar Kontrol.
Raka terpaku menatap ke-2 wanita yang ada di hadapanya. Raka mendekatkan tubuhnya ke arah yana.
Di angkat wajah Yana yang tertunduk dengan tubuh yang sedang bergetar. Yana kini dapat menatap bola mata ayahnya yang sama persis dengan warna bola matanya.
" Lihat!!, Kau sungguh mirip denganku" ucap Raka pelan
" Bagiamana aku tidak mirip ayah!!, aku ini anakmu" ucap Yana seraya meraba pipi Raka.
Saat telapak tangan Yana menyentuh Pipi Raka, terjadi dentuman hebat di kepala Raka. Raka sontak memegang kepalanya sembari memejamkan matanya.
" Apa aku harus bergembira dengan kehadiranmu?, Ataukah aku harus bersedih?"
" Kau pergi dari rumah ini!!, Anak tidak tahu di untung. Anakku tidak ada yang seperti dirimu"
" Raka!!, Anak kita telah lahir. Ku beri nama dia, Dayana Eka Ranti yang artinya Putri pertama Raka dan Santi"
" Ibumu itu adalah p3lacur yang melahirkanmu tanpa Ayah"
" Jangan berteman dengan dia, anak itu keturunan iblis "
" Ibunya pasti seorang penyembah iblis, lihatlah wujud anaknya"
" Ku bunuh kau anak keparat!!"
__ADS_1
" Paman jangan seperti itu lagi"
Semua terlukis dengan rapih di dalam otak Raka. Ingatan masa silam Santi dan Yana kini bergoyang indah di benak Raka .
Tampak jelas kini bulir-bulir kristas tak mampuh Raka bendung ketika ia mengetahui semuanya.
Bulir itu jatuh di pipi Raka secara bergantian.
"Betapa aku tidak berguna untuk menjadi seorang ayah , dan pelindung bagi Wanita yang aku cintai. Bahkan Santi terlalu menderita ketika Ia mengenal diriku"
Raka membatin dengan emosi yang sudah bercampur menjadi satu, ia tak bisa menjelaskan dengan kalimat apa yang tepat, untuk menjabarkan perasaannya yang saat ini ia rasakan.
Raka membuka matanya dengan mata yang sudah bertumpu dengan air matanya.
" Maafkan ayah!!" Raka sontak memeluk tubuh Yana dengan tangis
" Ayah!!, Apakah kau tahu. Aku sangat khawatir dengan dirimu , ketika mengetahui kau tertidur " ucap Yana lirih dengan memeluk erat tubuh Raka
" Yana!!, Ayah sungguh minta maaf!!, Ayah tidak tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kamu sungguh menderita yah selama ini, maafkan Ayah ya?" Tutur Raka bersama tangisan
Santi yang melihat hanya bisa terharu, ketika penantiannya kini berujung haru.
Raka mendorong tubuh Yana dengan pelan, lalu menatap ke arah Santi yang masih berdiri mematung dengan pandangan harunya.
" Santi!!, Kesini. Aku ingin memeluk wanita-wanita hebatku" ucap Raka dengan menarik tubuh Santi ke dalam pelukannya.
Raka mencium pipi Santi dan Yana berulang kali secara bergantian," maafkan aku!!, Jika selama ini kalian sangat menderita. Terima kasih karna masih menungguku. Aku mencintai kalian, sungguh aku sangat bahagia , ketika aku mengetahui bahwa Yana adalah anakku" tutur Raka memeluk ke dua wanita yang sangat berarti bagi dirinya
Santi mengangguk , kemudian membalas kecupan Raka dengan tangis bahagia.
Raka melepaskan ciumannya, dan kembali menatap ke arah Yana, " tidak akan lagi yang bisa menghina kamu my angel, Sekarang kamu sudah punya Ayah. Dan ayah Janji , mulai saat ini, Ayah akan terus memberikan kebahagian untukmu dan bundamu" ucap Raka mengecup dahi Yana.
" Oh iya!!, Kalian tunggu di sini sebentar!!, Ayah ada sedikit urusan" ucap Raka dengan wajah yang tiba-tiba menjadi dingin.
" Tapi ka!!, Kamu baru saja pulih" tahan Santi ketika ia melihat Raka yang ingin beranjak dari tempat tidur.
" Ayah!!, Yana masih kangen. Bisakah ayah tetap di sini?" Pinta Yana manja
Raka memegang pipi anaknya," tunggu sebentar ya sayang!!. Ayah Hanya sedikit ada urusan, ayah baru ingat ada hal yang harus ayah selesaikan" ucap Raka kepada Yana seraya mengelus-ngelus pipi Yana .
Yana menggeleng," ayah tidak boleh pergi kemana-mana" ucap Yana yang kemudian duduk di paha ayahnya.
Santi hanya tersenyum melihat kelakuan Yana," anakmu masih membutuhkanmu . Manjakanlah dia sedikit lebih lama lagi Raka." pinta Santi.
"Ya baiklah!!, Aku takut jika kau harus mengaung seperti singa jika aku menolak " sahut Raka menanggapi ucapan Santi.
" Sini!!, Anak ayah, kamu dari kecil tidak pernah di gendong ayah ya?" Ucap Raka ke Yana dengan mengangkat tubuh Yana dan membaringkan yana ke lengannya.
" Mmm!!, Ayah tahu?, Bunda selalu menangis tiap malam ketika merindukan ayah" ucap Yana yang mulai bercerita kepada Raka, yang kini sedang berada di pelukan ayahnya.
" Oh!!, benarkah?, Bundamu tidak bisa lari dari jerat ketampanan ayahmu ini!!" jawab Raka yang mengusap-ngusap rambut anaknya.
__ADS_1
" Cerita bohong apa yang kau karang Yana?" Tanya Santi dengan wajah memerah.
" Bohong?, Yana tidak bohong. Yana sering mendengar bunda menangis lalu memanggil-mannggil nama Raka" tutur Yana
" Mmm... Ya sudah!!, kamu habiskan waktumu dengan Ayahmu. Bunda mau ambilkan makanan untuk kalian berdua" ucap Santi seraya berlalu.
Kini Yana dan Raka sudah saling bercanda, Dan di raut Wajah Yana , kini terlukis kebahagian yang selama ini ia mimpikan. Yaitu Mempunyai keluarga yang utuh tanpa harus di hina.
Tak lama , Santi kembali dengan membawa baki berisi makanan , " loh!!, Yana sudah tidur?" Tanya Santi ketika melihat Yana tertidur dalam gendongan Raka.
" Sssttt!!!. Mungkin dia kelelahan" ucap Raka dengan suara pelan.
" Ya ampun!!, Tapi kenapa harus di gendong begitu sih!!" Tutur Santi, ketika melihat kelakuan Anaknya
" biarkan saja, saat aku menggendongnya. Aku merasa, Aku telah , benar-benar menjadi seorang ayah " Ucap Raka
" Ini makanannya, baringkan Yana dulu di atas bed" ucap Santi, kemudian menaruh baki berisi makanan di atas meja.
Raka membaringkan Yana di atas bed dengan Hati-hati," sweet dream my angel. Uummmccahhh!!" Ucap Raka kemudian mencium dahi Yana.
Setelah itu, Raka beranjak menghampiri Santi. Santi dengan Cepat menyiapkan piring dan lauk untuk Raka.
" Oh iya!!, Tadi sebelum tidur, Yana ngomong ke aku" ucap Raka yang sudah duduk di atas Sofa.
" ngomong apa?" Tanya Santi dengan tangan yang sibuk menyendokan lauk untuk Raka .
" Mmmmm..... Dia bilang, dia pengen punya adik " goda Raka
Santi yang mendegar ucapan Raka dengan tiba-tiba mencubit perut Raka, ketika ia menyodorkan piring ke arah Raka.
"Awww" pekik Raka manja ketika Santi menyubitnya di ikuti dengan tertawa geli.
" Ih...Apaan sih!!, Ini mah ,karangan kamu Ka. Bukannya dari omongan Yana " ucap Santi dengan malu-malu
" Beneran loh!!, Katanya dia kesepian. Habis makan kita buat Adik untuk Yana yuk!!" Goda Raka
" Tidak!!, Halalin aku dulu baru kita buat adik untuk Yana" ucap Santi ketus seraya beranjak dari duduknya.
Raka dengan cepat menahan tangan Santi, lalu menarik santi dengan kuat. Hingga Santi terjatuh di atas pahanya," aku pasti akan menikahimu.
Secepatnya!!" ucap Raka di belakang telinga Santi.
Santi membalikkan Tubuhnya, lalu mengalungkan lengannya ke leher Raka. Kemudian mendekatkan bibirnya ke arah bibir Raka, Raka yang merasakan hembusan nafas Santi membuat ia ingin menyambut bibir Santi.
" Kapan kamu mau makannya?" Tanya Santi di saat Raka sedang serius.
Dengan cepat Santi berdiri dari duduknya, kemudian berlalu.
" Sudah pintar ya sekarang!!, sudah bisa Memancing joniku bergejolak" teriak Raka ketika melihat punggung Santi Yang berlalu.
Santi hanya tersenyum menanggapinya.
__ADS_1