Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Tak percaya


__ADS_3

...I Love Paman Dokter ...


...BAB 101...


...****************...


Tit...Tit!


Alarm terdengar di dalam ruangan yang di tempati oleh Zean. Mendengar Alarm itu, membuat Zean semakin Panik. Bahwa ia sudah gagal untuk melindungi Yana. Bukan masalah ia jatuh cinta kepada Yana, melainkan Yana adalah wanita yang mirip dengan Ibunya.


Selama ini, Zean selalu berdebat bersama Ayahnya. Keinginan Zean adalah melepaskan sang Ibu, dari pada Ibunya harus menderita. Namun, siapa sangka. Kakeknya telah merencanakan ini semua.


Zean mengeluarkan sisa kertas yang di berikan oleh Pluto Anjingnya pada waktu itu, Zean dengan tergesa-gesa menulis seuatu di secarik kertas tersebut.


Tap..Tap!


Zean mendengar Langkah Kaki yang sedang menuju ke ruangannya. Dengan panik, Zean menggenggam Kertas tersebut dengan kuat, lalu membuangnya asal.


" Aku yakin, Tuan Willson akan datang bersama Pluto. Pluto akan mengetahui bau tubuhku di kertas itu," guman Zean.


Krek!


Pintu di hadapan Zean terbuka, terlihat Ayahnya sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah yang Datar.


" Ayo! Kita harus pergi dari sini." Ucap Tuan Abraham kepada Zean.


Zean merangkak mundur, membari jarak kepada Ayahnya. Ia tak ingin di sentuh oleh Ayahnya apalagi harus ikut bersamanya.


" Anak sial! Cepat berdiri. Jangan membuang-buang waktuku, jika bukan karena Viola Ibumu. Aku tidak akan sudi mempunyai anak yang tidak berguna sepertimu," Pekik Tuan Abraham.


" Tidak! Ayah saja yang pergi. Aku ingin melihat Yana!" Teriak Zean.


" Kau ini! Apa perlu aku menghajarmu hingga mati, agar kau menurut? Ayo!" Murka Tuan Abraham yang langsung menyeret Zean.


Zean mencoba bertahan. Namun , sudah pasti Zean tidak punya kekuatan untuk itu.


Kini Keluarga kerajaan telah berada di dalam Pesawat. Mereka telah siap untuk take out meninggalkan Blue Lake.


" Ambil Rute ke arah Selatan, agar pesawat tidak terlihat." Titah Raja kepad privat pilot.


Pesawat pun mengudara, meninggalkan Blu Lake.


********

__ADS_1


Kevin di Area pertarungan, merasa heran. Kenapa di Mainson Abraham ini pasukan elitnya tidak ada? Pasukan yang terlihat hanya pasukan Ecek-ecek yang sekali di tebas langsung ko-it.


Kevin pun berinisiatif untuk mencari Raka setelah membereskan para pasukan yang model Tahu ini.


Setelah itu Kevin pun menghubungi Raka. Setelah mengetahui keberadaan Raka, Kevin pun melesat menuju ke tempat Raka.


******


Raka terlihat Frustrasi saat mendengar suara Andre. Seharusnya, semua Aura bisa terbaca. Namun Kediaman ini. Sungguh misterius, Bahkan Aura Andre dan Kevin pun tidak dapat terlacak.


" Sial! Kediaman ini mirip seperti labirin , setiap ruangan dan koridornya, membuat aku pusing!" Geram Raka ketika merasa di permainakan.


Raka terus menelusuri Kediaman Abraham, Raka tidak habis pikir. Bahwa Raja sungguh mampuh memnciptakan bangun misterius seperti kediaman yang saat ini.


" Kevin, Andre. Kalian di mana? Apakah kalian merasa pusing dan bingung seperti diriku ini? " guman Raka.


Raka meraih Ponselnya ia menekan nomor kontak Danian.


📞 [ Danian, segera kirim dena Arsitektur kediaman Abraham di hutan Blue Lake segera!] Titah Raka.


Raka memutuskan sambungan telfonnya. Tidak lama, Raka mendapatkan sebuah email dari Danian. Setelah mempelajari Peta yang di berikan oleh Danian, Membuat Raka tersenyum miris. Karna dia adalah Ayah yang T0l0l karna tidak meminta Peta terlebih dahulu sebelum ia kesini.


Setelah menyesali kebodohannya, Raka mendapatkan telfon dari Kevin yang menanyakan dimana keberadaan' nya. Raka memberitahukan keberadaan'nya kepada Kevin mengikuti petunjuk seseuai arahan pada Peta.


" Ka! Bagimana, apakah kau sudah menemukan Yana?" Tanya Kevin yang baru tiba di tempat Raka.


Kevin menghampiri Raka, memeluk tubuh Raka. Kevin berharap, pelukan'nya bisa mememberi ketenangan dan kekuatan untuk Raka.


" Tenang, kita belum tahu kepastiannya. Kita berdoa, semoga semua baik-baik saja," ucap Kevin sembari mengusap punggung Raka.


" Aku makin panik, ketika mendengar suara Andre." Ucap Raka di balik tubuh Kevin.


Kevin mendorong tubuh Raka memberi Jarak," maksudmu?" Tanya Kevin.


" Suara Andre terdengar seperti sangat syok," Sahut Raka.


" Sudah, ayo kita jangan membuang-buang Waktu. Kita harus segera menemukan Yana," ucap Kevin.


Raka mengangguk, Raka dan Kevin pun menelerusi ruangan sesuai Isi Peta yang di berikan oleh Danian.


*******


Santi, tiba-tiba merasakan sakit di dadanya. Rasanya sesak. Seperti ada bongkahan yang menghimpit pada dadanya. Tanpa sadar, Santi pun meneteskan air mata.

__ADS_1


Wajah Yana, terlukis indah di bola mata Santi. Ketika ia melahirkan Yana hingga Yana yang beranjak desawa. Menggiat perjuangannya, membuat Santi semakin kalut memikirkan nasip Putri'nya.


Santi mendekap erat foto Yana di dadanya," Nak, Bunda mohon. Pulanglah, jangan seperti ini. Bunda tidak tahu apa jadi'nya Bunda. Jika sesuatu terjadi kepadamu." lirih Santi dengan tangis.


*********


' Rubah Kecil, Ingat! Jauhi Zean dan Raja sejauh mungkin.' Satu butir kristal lolos dari sudut mata Yana, Yana bahkan tersenyum ketika mengingat ucapan Andre.


' tugasku telah selesai untuk menyatuhkan Ayah dan Bunda. Paman kaku ku, maafkan aku. Karna tidak mendengarkan ucapanmu. Ayah, Bunda. Hadirkan satu Adik yang lucu untukku ya! Aku ingin mempunyai Adik, Namun mungkin. Aku tidak sempat untuk melihat Adikku. Karena, Aku tidak tahu aku berada dimana. Semuanya, terasa begitu gelap. Bahkan, aku pun tidak dapat merasakan apa-apa lagi.' ----------


Yana menutup mata. Tubuhya mengeluarkan sinar, ketika semua Mustika yang telah ia dapat dengan penuh perjuangan itu, berhasil di ambil oleh Raja.


Kini, Proses pembedahan sedang berlangsung. Yana sudah terlelap dan tenggelam bersama mimpi Indahnya.


" Bagimana?" Tanya Raja.


" Pencangkok'kan berjalan lancar baginda. Dan semua mustika yang ada di tubuh Gadis ini, telah di pindahkan ke tubuh Nyonya Viola" Jawab Tim Medis.


" Bagus! Cepat selesaikan!" Titah Raja.


" baik yang Mulia," sahut Tim Medis.


Tit..tit..!


Alram berbunyi, Raja terlihat panik ketika semua Alarm di ruangan berbunyi dengan nyaring.


" Sudah Ada musuh yang memasuki ruang utama, cepat selesaikan! " Ucap Raja.


" Sudah selasai Yang Mulia, Hanya saja. Kita perlu menjahit dada Gadis ini terlebih dahulu." Sahut Tim medis.


" Tinggalkan Gadis itu, dan segara antar Viola ke dalam pewasat!" Titah Raja.


" Baik!" Sahut Tim Medis.


Mereka langsung bergegas meninggalkan ruang bedah, membiarkan Yana dengan Dada yang terbuka lebar tanpa jantung pada dadanya.


*******


Tubuh Andre bergetar, ketika mendapati Gadis yang ia cintai terbaring di sebuah bed dengan tubuh yang terlihat mengenaskan.


Andre terduduk, Seakan tulang pada kakinya menjadi melunak. Dengan Bahu yang terlihat naik turun Andre pun tergugu.


" Ini tidak mungkinkan? Ini mimpikan? Tolong! Siapa Saja tolong jelaskan padaku. Yang aku lihat ini hanya halusinasi, Di sana itu bukan Yana kan?" Guman Andre dengan hantaman di dadanya yang di serang secara bertubi-tubi tanpa Jeda.

__ADS_1


' Om, Wajahnya Jangan dingin begitu. Nanti bisa ke tukar loh! Sama Es buah. Sudah Dingin manis lagi,' Andre terngiang dengan awal pertemuannya dengan Yana.


" Aaarrrrrhhhhghhh!!" Teriak Andre Histeris kemudian Tergugu bersama tangisannya yang pecah seketika.


__ADS_2