Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
Anjing Kudisan


__ADS_3

I Love You Paman Dokter


BAB 97


...****************...


Andre, Raka dan Kevin memfokuskan pedengaran mereka. Ketika mendengar suara langkah yang kian mendekat.


" Anjing?"


Ucap Andre ketika melihat seekor anjing yang berlari menghampiri Andre. Di mulut anjing tersebut, Ia mengigit sebuah kantong kecil. Andre meraih kantong tersebut.


" Apa yang tertulis Ndre?" Tanya Kevin yang mengintip di balik tubuh Andre.


" Belum ku baca!" Sahut Andre dengan tangan membuka kantong kecil yang ada pada tangannya.


Mata Andre terbelalak ketika melihat isi kantong," Bukankah ini jepit rambut Yana? Yang ku beli pada saat pesta lampion? Dan Mengapa anjing ini yang membawanya? Dan juga ada secarik kertas?" Guman Andre yang langsug membuka kertas yang terselip di dalam kantong.


Andre membaca tulisan yang di tulis di atas kertas di genggamannya. Sepertinya, tulisan di dalam kertas tersebut di tulis dengan sangat terburu-buru.


Tuan Willson tolong selamatkan Yana! Saat ini Yana dalam bahaya. Dia ada di kediaman Minsion Abraham di hutan Blue Lake.


Tolong! Segera! Sebelum semuanya terlambat!


Andre meremas kertas tersebut hingga tak berbentuk di sertai dada yang naik turun.


" Ndre apa apa? Yana bagaiman?" Tanya Raka panik sembari mengguncang- guncang pundak Andre.


" Segera ke Minson Hutan Blue Lake!" Ucapa Andre dengan panik.


" Ada apa?" Tanya Raka.


" Yana dalam bahaya!" Jawa Andre.


Andre menatap ke arah Raka dan kevin," aku minta bantuan kalian. Tolong atur anak buah kalian. Aku akan ke kediamannku dulu. Untuk mengambil beberapa senjata," ucap Andre.


" Andre! Demi s3mpak wewe gombel, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Jika terjadi sesuatu kepada Anakku" ucap Raka.


" Hei! Bukan waktunya bertengkar. Ayolah! Yana membutuhkan kita," sergah Kevin yang menuju di antara ke dua sahabatnya.


Raka dengan emosi memutar badannya, lalu berjalan dengan cepat meninggal Andre. Kemudian menuju ke arah mobil.


" Nak ! Jika terjadi sesuatu, alasan apa yang akan Ayah berikan kepada Bundamu?" Guman Raka yang sudah melaju menuju ke kediamannnya.


" Ndre, aku tahu. Kamu juga khawatir, kita berdoa semoga Yana baik-baik saja,"

__ADS_1


Kevin mencoba menenangkan Andre yang nampak jelas dari raut wajah Andre terlihat sangat khawatir.


" Terima kasih! Aku akan segera ke kediamanku," ucap Andre.


" Baik. Aku akan menghubungi kediaman Julian, kau pergilah. Kita akan bertemu di pembatas Hutan, nanti aku akan menghubungi Raka," ucap Kevin.


" Terima kasih banyak Vin. Aku pergi," sahut Andre yang kemudian berlalu.


" Ayo Anjing kudisan, ikut aku. Kau harus menjadi petunjuk untukku," ucap Andre kepada Anjing Zean yang bernama Pluto.


********


FLASHBACK OF RAJA


Aku merencanakan ini semua, demi Anakku. Sejak aku menikahi seorang manusia, ia memilih untuk tinggal di Dunia ini. Yaitu Dunia Halu, Kelahiran Viola. Merupakan sebuah anugerah walaupun aku menginginkan seorang Anak Laki-laki.


Namun kehadiran Viola cukup untuk membuatku bahagia. Tidak ku sangka, Anak semata wayangku mempunyai kelainan jantung. Awalnya biasa Saja, namun sejak ia menikah dan melahirkan seorang cucu bernama Zean. Kondisinya kian menurun.


Selama menjadi seorang Raja, aku merasa terancam dengan kehadiran 3 kepala keluarg besar yang bisa se waktu-waktu menggeser tahtaku.


Mereka adalah Keluarga Willson, Saputra dan Julian. Kombinasi sempurna untuk bisa meruntuhkan kerjaan yang aku bangun. Maka dari itu, aku membuat peraturan baru. Setiap Mahkluk Bunian yang hidup di Blue Lake, kekuatannya harus di segel.


Maka dari itu, aku menyeger kekuatan Andre, Raka dan Kevin. Agar mereka tidak menjadi ancaman. Seiring berjalannya waktu, Anakku Viola, mengalami krisis Gagal Jantung setalah melahirkan Cucuku yang bernama Zean Abraham.


Di Saat itu, aku mendengar hubungan Raka dan Santi, membuat aku terobsesi untuk berharap Raka mempunyai anak dari bangsa manusia.


Di saat Raka tertidur, aku meminta Anak Yana untuk mencari mustika. Sebenarnya, mustika itu untuk Viola. Hanya saja, aku memanfaatkam moment di saat Raka tertidur akibat cambukkan lalu memanfaatkan Yana untuk mencari mustika dengan alasan obat untuk Ayahnya yang sebenarnya, mustika tersebut untuk kebangkitan Viola.


Siapa Sangka, Anak tengil itu malah membuka segel kekuatan Andre, Raka dan Kevin. Namun tidak masalah. Yang terpenting, Aku hanya berpura-pura baik hingga ada waktu yang tepat untuk mengambil jantung dan mustika yang berada di tubuh anak Laknat itu.


Dan kesabaranku semalam ini membuahkan hasil.


FLASHBACK END


********


Brruukkk!!


Tuan Abraham melempar tubuh Zean di dalam sutu ruangan gelap nan pengap.


" Kau diam di sini, sampai semuanya selesai. Ayah tidak ingin kau berbuat ulah, dan mengacaukan semuanya," ucap Tuan Abraham.


Bramm!!!


Tuan Abraham menutup kuat, pintu besi yang berada di hadapannya lalu menggembok pintu yang terbuat dari besi tersebut.

__ADS_1


Zean berlari ke arah trali besi, lalu menggoyang-goyang gembok yang ada di tangannya.


" Yah! Ayah! Tolong ayah, buka! Ayah... Jangan mengambil resiko, kita akan melanggar hukum para tetuah," Teriak Zean yang meliat Ayahnya telah berlalu.


Zean terduduk lemas, ketika mendapati punggung Ayahnya yang semakin menjauh lalu menghilang di balik lorong bangunan.


" Jika tetuah dari tanah jawa tahu tentang ini. Kita sudah pasti akan terima akibatnya." Guman Zean.


Zean kemudian bangkit dari duduknya, Lalu menatap di balik trali besi yang menjadi pembatas dirinya dan dunia luar. Metanya liar mencari sesuatu.


Priitttt!!!


Zean memasukan kedua jarinya di sela lidah, membuat sebuah siulan.


Tap..Tap!


Suara langkah berlari ke arah Zean dengan lidah menjulur keluar bersamaan dengan mata yang berbinar, hewan itu menatap Zean di balik trali besi.


" Pluto! Good!"


Ucap Zean tersenyum ketika mendapati ajingnya. Sembari tangannya mengusap lembut kepala anjing di hadapannya.


" Guk... Guk!" Begitu jawabnya di sertai gerakkan ekor mengoyang.


" Aku ada perintah, ambilkan kertas dan bulpen. Bawa kesini," titah Zean.


" Guk..Guk!"


Menyahut lalu berlari, tak lama. Anjing itu kembali dengan benda yang di minta oleh Zean. Zean, mangambil benda yang di bawah oleh Pluto Dengan cepat, Zean menulis sebuah pesan dengan tulisan acak.


" Antar ini kepada Tuan Willson. Kau masih ingat bau tubuh Tuan Willson kan?" Ucap Zean yang memberikan sebuah kantong.


" Guk..?" Dengan tatapan bingung.


Zean memutar bola matanya," yang waktu itu kamu kencingin, dan dia menendangmu." Zean mencoba memberi penjelasan menganai sosok Andre kepada si Pluto.


" Uumm.." sahut Anjing itu dengan mata yang sedih.


"Kau harus Pergi Pluto, ku mohon! Tuan Willson tidak akan menendangmu lagi. Kau tahu, temanku dalam bahaya. Hanya kau yang bisa membantuku, jika kau berhasil. Aku akan memberikanmu stok daging yang banyak untukmu. Bagaimana?" Zean mencoba bernegosiasi dengan Anjingnnya.


" Guk...guk!!"


" Terima kasih Pluto. Sekarang bergegaslah!" Titah Zean.


Anjing itu pun langsung berlari meninggalkan Zean sendirian Di dalam ruangan pembatas trali besi.

__ADS_1


" Aku percaya padamu Pluto, kau harus bisa mencari Tuan Willson. Jika tidak! Aku sudah tidak punya alasan untuk hidup. Sebab, Tuan Willson dan Tuan Raka akan memanggangku hidup-hidup." Guman Zean yang menatap kepergian Anjingnya yang telah berlalu.


*******


__ADS_2