Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
I Love You Paman Dokter


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter...


...BAB 90...


...****************...


Andre menatap Yana yang sudah tertidur pulas di sampingnya. Terlihat wajah polos Yana dengan deru nafas yang teratur.


' rubah kecil ini. Sungguh menggemaskan, andai saja kau lebih dewasa, aku sudah pasti minta Raka untuk menikahkan kita,' Batin Andre seraya mengelus lembut pipi Yana yang sedang tertidur.


Mobil Andre, memasuki gerbang kediamannya. Sesampainya di depan kediaman, Andre membuka pintu mobil dan turun beranjak dari mobil dengan hati-hati.


Andre berjalan menuju ke arah pintu Yana. Di bukanya pintu mobil, lalu mengangkat tubuh Yana dengan hati-hati. Terdengar dari bibir pink Yana yang mengeram.


" Selamat datang tuan" ucap Para pelayan menyambut dan membungkuk.


Andre terus berjalan melewati beberapa pelayan. Dan membawa Yana ke tempat tidurnya.


" Anak ini, makan apaan?. Kecil-kecil ternyata tubuhnya sangat berat," Guman Andre ketika meletakan Yana di atas kasur.


" Paman!. Temani Yana," Yana menahan lengan Andre yang hendak beranjak dari kasur dengan suara yang serak.


Tubuh Andre terhenti ketika Yana menggenggam pergelangan tangannya, ia kemudian menatap Yana yang matanya masih terpejam.


" Baiklah. Paman tidak akan kemana-mana," sahut Andre pelan. Lalu Andre mulai berbaring di sisi tubuh Yana.


Yana yang mencium bau tubuh Andre, membuat ia menyelipkan kepalanya di dada Andre. Hal tersebut membuat Andre panik namun tak bisa menghindar, Andre kemudian tersenyum lalu memeluk tubuh Yana.


Andre mencoba memejamkankan matanya, dan ia merasa sangat nyaman dan damai.


' Rubah kecilku. Kau adalah candu yang mungkin saja, aku tidak akan bisa lepas dari jerat cintamu,' bantin Andre yang tanpa ia sadari , ia pun terlelap bersama Yana.


******


Di Tempat Kevin,.


Nafas Kevin tersengal. Ketika ia di kejar oleh ubur-ubur rawa, setelah memastikan dirinya aman. Iya kembali menggelar matrasnya.


" Ya ampun, kenapa aku se sial ini?. Apakah tidak ada wanita yang jatuh cinta kepadaku selain mahkluk terkutuk itu," pekik Kevin berguman.


" Kevin!!" Teriak seseorang.


" Siapa lagi yang memanggilku?. Tadi ubur-ubur Rawa, dan sekarang mungkin paus rawa." Gerutu Kevin menoleh ke arah suara.


Terlihat seorang wanita berlari ke arah Kevin dengan seutas senyum yang mengambang di bibir wanita itu.


" Kamu sendirian?" Tanya Wanita itu.

__ADS_1


" Oh... Tania, aku pikir siapa," jawan Kevin dingin lalu kembali menatap ke arah luasnya biru.


" Maafkan ayahku dan juga aku," ucap Tania yang sudah duduk di samping Kevin.


" Yah!"


" Irit sekali jawabanmu?. Apakah kamu masih marah?"


" Lah terus aku harus ngengas?. Boros dong!! " Pekik Kevin ke arah Tania.


" Sepertinya kamu sedang tidak ingin berbicara denganku," ucap Tania sedih.


" Bagaimana aku bisa berbicara dengan orang yang menjebakku?. apa kau pikir , di setrum itu enak Tania?" Sahut Kevin.


" Aku tidak menjebakmu, hanya saja waktu itu. Aku memang keluar dari kasinomu. Bukan untuk menjebakmu Vin!" Bela Tania menjelaskan.


" Sudahlah lupakan!. Aku sudah tidak ingin berurusan denganmu lagi. Jadi, pergilah menjauh dari kehidupanku. Dan jangan pernah kau muncul di hadapanku," ucap Kevin penuh penekanan.


" Iya baik. Aku minta maaf jika aku telah mengecewakanmu," sahut Tania.


Kevin melambaikan tangan, bahwa dia ingin Tania segera pergi dari hadapannya. Dengan raut wajah Kevin yang terlihat datar.


Tania yang merasa kecewa, akhirnya beranjak dari duduknya. Dan kemudian pergi dari tempat Kevin.


" Wanita Sialan, aku hampir mati gara-gara Ayah bodohmu itu. Dan dengan entengnya kau meminta maaf?. Untungnya aku memiliki hati yang bergambar mikey mouse, kalau tidak!. Ahh..Sudahlah," Gerutu Kevin ketika melihat Tania yang sudah berlalu.


*****


Andre terpengarah ketika telapak mungil milik Yana mendarat di pipinya.


" Turet g0blok!!. Hajar turetnya," teriak Yana.


Andre mengeritkan Alisnya dengan separuh nyawa yang masih pergi nongkrong.


' ada apa dengan bocah bedebah ini?' banti Andre menatap Yana yang sudah kembali terlelap.


Andre meraih tangan Yana di pipinya dengan hati-hati. Seraya menurunkan tangan Yana dari pipinya, lalu mulai bangun dan duduk.


Kaki Andre kini hendak ia turunkan dari atas kasur ," Awas!!". Mendengar teriakan Yana, membuat tubuh Andre dengan refleks mematung dan menegang.


Andre menunggu beberapa detik, menunggu respon Yana. Namun tidak ada jawaban dari Yana, Andre kemudian menoleh ke belakang. Dan ternyata, Yana masih tertidur.


Andre membuang nafas kasar, lalu menopang kepalanya dengan kedua tangannya,' Ya Ampun!!. Bisa-bisanya aku tertekan dengan bocah sialan ini, Sampai tidur saja. Dia masih kepikiran dengan game.' Batin Andre.


*********


Di tempat Raka,.

__ADS_1


Raka keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya. Sesekali ia menggosok rambutnya yang basah menggunakan satu handuk di tangannya.


" Hais... Aku masih ingin rebahan, tapi ada urusan di perusahan papi yang harus aku hendel," dumel Raka sembari berjalan menuju ke arah Ruang Ganti.


Sesampainya di ruang ganti, Raka mulai mencari-cari kemeja dan jas yang akan ia kenakan.


" Santi menaruh celanaku di mana?" Guman Raka sembari mengacak-ngacak lemarinya.


" Haduh!. Si Morenaku ini, sudah aku katakan biarkan pelayan yang mengerjakan urusan rumah. Masih saja dia yang mengerjakan," gerutu Raka dengan tangan yang masih sibuk mencari celana setelan.


Raka mulai beranjak dari ruang Ganti," Santi!. Apakah kau melihat celana setelah dari jasku ini?" Teriak Raka sembari menelusuri Ruangan mencari istrinya.


Raka kemudian menuju ke arah loteng. Di lantai atas tanpa atap, terlihat Santi sedang mengibas-ngibaskan pakaian untuk dia jemur.


" Sayang!" Panggil Raka.


" Ya!" Sahut Santi tanpa menoleh.


" Sudah ku katakan padamu, jangan menjemur pakaian di loteng. Dan biarkan para pelayan yang mengerjakannya," ucap Raka.


" Aku yang mau, mencuci pakaian suamiku sendiri. Dan lagian, jika aku hanya berdiam diri. Badanku sakit," Sahut Santi yang masih sibuk dengan jemurannya.


" Kamu lihat celanaku tidak?. Aku harus ke perusahan papi sekarang," ucap Raka.


" Celana yang man..." Ucap Santi sembari menoleh. Saat menoleh, ucapan Santi terhenti ketika menatap ke arah Raka.


" Wwuuaahhhaaa!!" Tawa Santi pecah, ketika menapat ke arah Raka.


" Bini laknat kamu, aku lagi buru-buru. Apa yang kau tertawakan," Tanya Raka menatap heran.


" Ya ampun Sayang, celana kamu kemana?" Tanya Santi menahan tawa beserta perutnya yang terasa Sakit.


" Tadi kan aku nanya sayang. C e l a n a, aku kemana?" Ucap Raka dengan raut wajah yang di buat-buat.


" Oh iya tunggu, sepertinya setelah aku setrika. Aku menggantungnya dengan jas yang lain," Sahut Santi yang masih menahan tawanya.


Santi kemudian beranjak dari loteng tersebut. Yang di ikuti Raka dari belakang, Sesampainya di ruang Ganti. Santi memberikan celana yang di maksud oleh Raka.


" makasih!" Ucap Raka.


Santi mengangguk, " memang ada apa di perusahan papi sayang?" Tanya Santi yang menyiapkan perlengkapan Raka.


" Sepertinya ada klien yang mau bertemu denganku." Sahut Raka.


" Kamu tidak makan dulu?" Tanya Santi yang kemudian memberikan tas kepada Raka.


" Tidak usah. Aku buru-buru soalnya, kamu baik-baik di sini yah!" Ucap Raka seraya mengecup dahi Santi.

__ADS_1



alasan Santi Tertawa.


__ADS_2