Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter

Dalam Proses Revisi I Love You Paman Dokter
pertemuan


__ADS_3

...I Love You Paman Dokter...


Raka menurunkan Santi tepat di depan rumah, Setelah itu. Raka melanjutkan perjalanannya, yang sebelumnya Cipaka Cipiki dengan Istrinya terlebih dahulu.


Setelah beberapa menit melaju, akhirnya Raka tiba di kediaman Andrean Willson. Setelah meminta Marko untuk memarkirkan mobilnya, Raka langsung menuju ke ruangan yang sebelumnya sudah di janjikan.


Klek!


Pintu di hadapan Raka pun terbuka, di dalam sana. Sudah ada Andre dan Kevin.


" Maaf!. Harus meminta ijin dulu sama ibu negara." Ucap Raka sembari berjalan ke arah kursi yang dimana sudah ada Andre dan Kevin.


" Makanya aku tidak mau menikah!. Ribet, apa-apa harus minta ijin dulu," sahut Kevin dengan tangannya mengaduk-ngaduk gelas yang terdapat batu es.


" Enak loh Vin, tiap malam di usap-usap. Apalagi bagian bawah yang di usap. Bah!, Rasanya itu loh, kaya melayang gimana gitu" Sahut Raka yang sudah duduk menatap kedua sahabatnya.


" Bisakah kalian tidak membicarakan hal vulgar?. Kita berdua ini pria karatan yang belum menikah Raka, jadi simpanlah kata-kata mesummu" ucap Andre.


Raka menyenderkan punggungnya di senderan kursi sambil menatap Andre dengan serius.


" Jadi apa pemikiranmu dengan ucapan Raja?" Tanya Raka yang sudah nampak serius.


Andre nampak berpikir. Sesekali ia melirik ke arah Raka dan Kevin.


" Mmm.. mengenai ucapan Raja. Raja bilang, Dia masih membutuhkan Yana. Apa yang dia butuhkan dari Yana?" Ungkap Andre menjelaskan ucapan Raja.


" Siapa Tahu Yana mau di angkat sebagai petugas di kerajaan," Sahut Kevin.


" Yah mungkin begitu, Ku rasa anak gadisku yang satu itu spesial," ucap Raka.


" Tapi tidak denganku Ka, aku punya firasat buruk. Entah, melihat tatapan Raja. Sepertinya, Ada sesuatu." Cemas Andre.


Raka menepuk pundak Andre," jangan berpikir yang bukan-bukan. Raja telah banyak membantu kita, Buktinya. Berapa kali dia menyelamatkan nyawaku dan menyelamatkan Santi," tutur Raka mencoba menepis prasangka Andre.


"Nah!, Kebaikkan Raja itu yang harus aku curigai. Apakah ada suatu, sehingga Raja sangat baik terhadap kami?" Sahut Andre yang penuh dengan curiga.


"Ahh...sepertinya aku hanya membuang-buang waktuku mendengar penjelasanmu Ndre. Jika tidak, sekarang aku sudah pasti sedang bergelut indah di atas ranjang bersama Santi," Sahut Raka.


Andre menatap Raka dengan lekat," kalau begitu. Pulang saja kamu!. Aku juga menyesal telah menjelaskannya." Ucap Andre.


" Aku apa lagi!. Masih banyak urusanku yang terbelengkalai gegara mendengar penjelasanmu Ndre," timpal Kevin.


" Jadi untuk apa kalian ingin melakukan pertemuan?. Jika tidak ingin mendengar penjelasanku. Maka kalian pergilah sana!" Pekik Andre yang terlihat kesal dengan ke dua sahabatnya itu.


Raka beranjak dari duduknya, Lalu menatap ke arah Andre," bro!. Aku tahu kecemasanmu, terima kasih karna mengawathirkan Putriku. Jangan menekan otakmu dengan prasangka yang bukan-bukan." Ucap Raka.


Andre terdiam, perasaannya kacau. Dan lagi, Andre ingat betul dengan tatapan Raja ke Yana. Andre menatap ke araha Raka.


" Yah!. Yana, apakah dia ikut bersamamu?" Tanya Andre.


" Dia di kediaman kakeknya. Ada apa?" Tanya Raka.

__ADS_1


" Mmm.. kau tahu?. Anakmu itu terlalu bodoh, masa mata pelajaran fisika anjlok terus!" Ucap Andre .


" Terus?" Tanya Raka.


" Aku akan menjemputnya, aku akan menjadi guru privatnya. Dan mulai mengajari dia fisika, jika kamu tidak keberatan," jawab Andre.


" Aku dengan senang hati, jika kau mau mengajarinya. Jemput dia di kediaman Ayahku." Sahut Raka.


Raka beranjak dari ruangan. Dan menuju ke arah pintu depan kediaman Andre, Setelah meminta Marko mengambil mobilnya. Raka pun melaju.


Di dalam perjalanan, Raka meraih Ponselnya. Lalu menggunakan earphone bluethoothnya yang ia selipkan di telinga.


📞 [ Danian, Jebol data kerajaan! ] Titah Raka saat panggilan telfonya terhubung.


📞[ Tapi Tuan..-]


📞 [ kerjakan atau, akan ku buat kau seperti bang toyip. 3x puasa 3x lebaran, kau tidak akan pernah berjumpa dengan keluargmu. ] ucap Raka memotong ucapan Danian, si ahli Hachker.


📞 [ Baik Tuan!. Akan saya kerjakan.]


📞 [ Segera kirim datanya ke emailku, jika kamu faham. ]


📞 [ Baik Tuan!]


Raka memutuskan sambungan telfonnya. Lalu kembali menyetir untuk melaju ke kediamannya.


Tit..Tit!


Mobil Raka memasuki kediamananya. Setelah berada di depan rumah, Raka meminta Paijo untuk memakirkan Mobilnya.


Raka, mulai melangkahkan kaki ke dalam rumah.


" Marlyn mondro sayangku, Akang pulang. Apakah kamu sudah bersiap-siap?" Teriak Raka yang berjalan menuju arah Kamarnya.


Raka melepaskan kemeja yang ia gunakan, terlihat. Otot-otot di perutnya yang kekar menyembul keluar.



Klek!!


Raka membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamar. Saat tiba di dalam kamar, Raka mendapati Santi yang sudah tertidur.


Dengan sengaja, Raka membanting tubuhnya di atas kasur. Membuat tubuhnya dan tubuh Santi terangkat.


Raka mulai mendekat ke arah belakang tubuh Santi, Kemudian mengecup lembut tengkuk leher Santi yang masih tertidur.


" Ayang!. Bangun napa, Joni sudah tegak berdiri nih. " Ucap Raka pelan di belakang telinga Santi.


"Mmm!" Erang Santi yang kemudian membalikan tubuhnya.


Dengan sigap, Raka menyantap Bibir Santi.

__ADS_1


" Mmm..eemmmhh" ucap Santi ketika bibirnya telah di lahap oleh Raka.


Raka menarik mundur Wajahnya," ssstt!!. Diam dan Nikmati saja ya. Jika kamu masih mengantuk," ucap Raka.


Santi mengalungkang pergelangan tangannya di leher Raka. Lalu mulia membalas setiap kecupan yang di berikan oleh Raka kepadanya.


Hingga tangan Raka, mulai nakal menjamah tubuh istrinya. Tangan itu mulai menari indah si sebuah pengunungan Jaya Wijaya.


" Sayang!" Ucap Raka dengan suara Serak.


" Apa?" Jawab Santi yang masih terlihat agresif seperti ikan cup4ng yang sedang meggeliat.


" Aku mau tutup layar dulu!" Ucap Raka.


Santi menarik wajahnya, lalu menatap ke arah Raka," maksudnya?" Tanya Santi.


" sebelum aku menghujamimu denga rudalku, Aku ingin memastikan tidak ada yang melihat kita," jawab Raka.


Santi pun mengangguk lalu tersenyum.


Raka menatap ke arah layar ," Maaf sodara-sodara. Aku ingin menghajar istriku dulu, Ini tidak baik di lihat oleh kalian. Apalagi aku sudah berumah tangga, Adegan ini tidak patut di lihat oleh kalian. Sana!, Peluk guling lalu curhat sama tembok, "


Klek!!


****


Di kediaman Saputra,.


Yana sedang menemani sang Nenek di taman belakang. Sesekali ia menyuapkan buah kepada Neneknya.


" Gadis yang baik!" Ucap Andre yang di belakang tubuh Yana.


Yana sontak menoleh, Dan langsung memeluk Andre." Sejak Kapan paman datang?. Kenapa tidak mengabariku dulu?" Tanya Yana di sela pelukannya.


" Baru saja, Aku ingin menjemputmu," Ucap Andre.


Yana melepaskan pelukkannya lalu menatap ke arah Andre. " Menjemput ku?. Kita mau kemana?" Tanya Yana.


" Cuculu bari saja tiba, dan kamu ingin merebutnya," timpal Nyonya Maria.


" Apa kabar Nyonya?. Maaf jika aku mengganggu waktu segenggang Nyonya," Sapa Andre kepada Nyonya Maria.


Nyonya Maria menoleh ke arah Andre dengan tatapan jengkel," aku baik-baik saja, sebelum kamu datang. Aku memburuk saat kau mau mengajak Yana," sahut Nyonya Maria.


Andre merasa bersalah," oh Nyonya maafkan aku. Sebenarnya saya ingin membawa Yana beberapa hari di kediaman saya," ucap Andre.


Mata Nyonya Mira terbelalak," apa!!. Kalian bahkan belum menikah, bagaimana bisa aku menginjinkan cucuku seatap denganmu Andren," pekik Nyonya Maria.


" Bukan begitu maksudku, Nilai Yana sangat anjlok di sekolah. Apalgi fikisa, itu akan buruk jika dia tidak pernah lulus. Maka dari itu aku ingin menjadi guru privatnya," jelas Andre.


Nyonya Maria menatap tajam ke arah Yana," apakah kamu sebodoh itu Yana?" Tanya Nyonya Maria.

__ADS_1


Yana yang mendapatkan pertanyaan dari Neneknya, Hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Di sertai senyum kuda yang ia berikan kepada Neneknya.


__ADS_2