DARAH

DARAH
bab 10


__ADS_3

Di ruang operasi, Ri ta masih tetap tak mau mendengar ucapan orang. Dia terus melakukan apa yang menurutnya benar. Dia nekad melakukan penjahitan dengan kondisi darah yang banyak keluar, hingga kondisi pasien turun. Kondisi itu tambah membuat Ri Ta panik hingga membuatnya bingung harus melakukan apa, antara mengkompres darah atau transfusi darah dan akhirnya dia memutuskan mentransfusi darah pasien. Ri Ta terus berusaha menjahit namun kondisi pasien semakin memburuk.


Tepat di saat itu, Ji Sang muncul dengan pakaian operasinya. Dia sudah bersiap menggantikan posisi Ri Ta.


“Kau sadar kah? Kalau kau sudah menuangkan darah ke dalam lubang.” Ucap Ji Sang.


“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Ri Ta yang masih tak mau pergi dari ruang operasi.


“Menyingkirlah, aku yang akan melakukannya.”


“Apa? Apa maksud semua ini?”

__ADS_1


“Ini adalah pasienku. Mari tidak melakukan omongan yang klise dan menyingkirlah. Jika kau terlalu kecewa, kau boleh keluar.” Ucap Ji Sang dengan tegas, namun Ri Ta masih tetap kekeuh pada pendiriannya untuk tidak mau memberikan pasiennya.


“Biarkan manager Park yang melakukannya.” Ucap Ketua Yoo. “Serahkan operi kepadanya dan naiklah kesini.”


“Paman!”


“Ini ruang operasi. Panggil saya dengan benar.” Ucap Ketua Yoo lagi dan Ri Ta pun tak punya pilihan lain selain keluar dari ruangan operasi.


Kita beralih pada Ji Sang yang sudah bersiap mengoperasi. Dia menatap luka pasien dan matanya sedikit berubah saat melihat darah, namun dia tak sampai menjadi vampir karena dia sudah meminum obatnya tadi. Ji Sang melanjutkan operasi dengan metode Appleby.


Sambil melihat apa yang Ji Sang lakukan, Soo Eun berkomentar kalau dengan pendarahan yang banyak seperti itu, dia kira akan sulit untuk menyelamatkan arteri celiac. Ji Tae yang masih di sampingnya berkata kalau Soo Eun hanya melihat sebanyak yang dia ketahui. Maksudnya, dia sangat yakin kalau Ji Sang pasti bisa menyelamatkan arteri celiac dengan caranya yang tak diketahui Soo Eun.

__ADS_1


Ji Sang pun mulai melakukan penyelamatan arteri celiac. Tepat di saat itu Ri Ta muncul dan langsung melakukan protes pada Ketua Yoo.


“Paman! Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku?”


“Mari bicara nanti. Kau harus menyaksikan operasi ini.” Ucap Ketua Yoo dan Ri ta pun duduk di sampingnya. Dia masih saja bersikap angkuh padahal sudah melakukan kesalahan.


Gerrard dengan ekspresi tak percaya berkata, “bagaimana bisa dia... mengontrol pendarahannya dengan sangat cepat?”


Il Nam yang masih tak mau memuji keahlian Ji Sang, hanya menjawab kalau hal itu hanyalah keberuntungan bagi Ji sang.


Selain berhasil menangani pendarahan pada arteri celiac, Ji Sang juga berhasil mengembalikan kondisi pasien menjadi stabil. Setelah berhasil menjahit arteri celiac-nya, Ji Sang pun melakukan langkah selanjutnya yaitu pengangkatan tumor dan Ji Sang berhasil dengan baik. Ri Ta tak berkomentar melihat itu. Ji Sang kemudian menyuruh dokter dari tim Ri Ta itu untuk menyelesaikan operasi karena tinggal menutup kulit pasien dan menjahitnya. Diapun meninggalkan ruang operasi. Sebelum benar2 keluar ruangan, Ji Sang melihat ke arah Ketua Yoo yang memberi hormat padanya. Sedangkan Ri Ta masih dengan ekspresi tak senangnya saat Ji Sang melihat ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2