
Keesokan harinya, Ri Ta melihat berita yang melaporkan soal penyerangan dilakukan seorang pria pada polisi. Tidak ada yang berhasil melihat identitas pelaku. Diperlihatkan rekaman dari kamera mobil polisi. Tampak Ji Sang berhasil melumpuhkan dua orang polisi. Kening Ri Ta keriting ketika melihat pakaian yang dikenakan penyerang.
Di sisi lain, Hyun Woo dan Ji Sang juga tengah menonton berita yang sama ditonton Ri Ta. Mereka menontonnya dari layar monitor LUUVY. Hyun Woo memuji gaya serang yang dilakukan Ji Sang pada para polisi tersebut. Meski begitu Ji Sang tampak dingin-dingin saja. Melihat wajah Ji Sang yang datar, Hyun Woo meminta maaf. Ji Sang mengatakan bahwa dirinya ingin orang-orang itu datang sekaligus padanya, bukan satu per satu. Kemudian, dia ingat saat operasi dan ingin menanyakan sesuatu pada Hyun Woo, tapi urung dilakukannya. Dia justru bertanya tentang obat hijau, apakah sudah berada pada dosis maksimal. Hyun Woo mengiyakan dan menyuruhnya mengambil di meja.
__ADS_1
Di ruang pertemuan, Ri Ta memberitahu Manajer Woo dan dua minionnya tentang keterlambatan Ji Sang ke ruang operasi. Tentu saja tim kedua, yang merasa, tersaingi eksistensinya oleh Ji Sang ini mencemooh keterlambatan tersebut. Ri Ta menegaskan, meski begitu, operasi berjalan sempurna. Salah seorang minionnya tim dua memuji kemampuan Ji Sang. Manajer Woo menatap minionnya yang bicara itu dan bertanya lagi apa Ji Sang sudah membuat permintaan maaf secara resmi. Ri Ta merasa Ji Sang tidak melakukan hal yang salah.
Manajer Woo mengumpat bahwa Ji Sang benar-benar seorang psikopat gila. Dia tidak habis pikir dengan tindakan indisipliner Ji Sang. Ri Ta mengungkapkan kalau Jae Wook sepertinya kelihatan marah dengan tindakan Ji Sang. Ini membuat Manajer Woo tertarik, “Benarkah?”
__ADS_1
Ri Ta juga keluar, membuntuti Ji Sang. Di saat itu, Ji Sang berpapasan dengan tiga dokter junior, salah satunya adalah Ga Yun. Ri Ta mengambil HP-nya dan mendekati mereka. Dia membandingkan antara Ji Sang yang dilihatnya di berita dengan Ji Sang yang nyata. Melihat tingkah konyol Ri Ta, Ga Yun jadi kehilangan fokus dan menatap Ri Ta. Dengan isyarat tangan, Ri Ta menyuruhnya bersikap biasa saja, tapi Ga Yun malah gagal paham. Akhirnya, Ji Sang pun menengok ke arah yang dilihat Ga Yun. Dia menemukan Ri Ta berdiri di sana dengan tangan memegang HP.
Untuk menghilangkan kegugupan, Ri Ta pura-pura mengambil foto Ji Sang dan dokter junior. “Kau nggak punya banyak foto waktu kerja kan? Jadi, aku akan mengambilnya satu,” tukas Ri Ta, sambil pura-pura mengambil foto. Selanjutnya dia ngeloyor pergi, demi menghindari kecurigaan, sambil menoyor kepala Ga Yun.
__ADS_1