DARAH

DARAH
bab 146


__ADS_3

Hyun Woo dan Eun Seol bertanya pada LUUVY apa yang terjadi di malam terakhir? LUUVY menyetel rekaman di layarnya, tapi tidak diperlihatkan apa yang terjadi kecuali terdengan suara nyanyian. Haiyo apa haiyo?


Ri Ta menyemprotkan parfum yang akan mendeteksi keberadaan vampir yang menyemar. Dia masuk ke ruang istirahat dan bertemu dengan Ga Yun di sana. Sempat mereka berbasa-basi sebentar, sebelum akhirnya Ga Yun terbatuk-batuk dan Ri Ta menyadari sesuatu.


Hyun Woo mendapatkan hasil uji darah dan menggeleng-geleng tak percaya dengan hasilnya. Pada akhirnya, dia menemui Ji Tae dan Eun Seol untuk memberitahu cara membedakan sel, tapi itu bukan lagi VTH-16 melainkan VTH-17. Eun Seol memeluknya tapi ekspresi Hyun Woo tetap datar dan sedih. Apa yang terjadi?

__ADS_1


Psikopat In Ho menemui Jae Wook di ruangannya untuk memerintahkan merebut data VTH-16 padanya, setelah gagal sebelumnya. Dia berpikir bagaimana bisa mendapatkan password yang disimpan Hyun Woo? Jae Wook enteng saja menjawab bahwa perlu dilakukan tindakan yang dibutuhkan agar Hyun Woo buka suara.


Hyun Woo menemui Ji Sang yang kaget dengan kedatangannya. Dia mengaku bosan berada di rumah, jadi pergi menemui Ji Sang dan mengajaknya ke toko pakaian, membelikannya hadiah ultah. Padahal Ji Sang ultah seminggu lagi.


Ketika selesai, Ji Sang menerima pesan yang memberitahu bahwa Ri Ta berada dalam bahaya. Dia segera pergi untuk memastikan Ri Ta baik-baik saja dan meminta Hyun Woo pulang sendirian – padahal Hyun Woo minta diajak.

__ADS_1


Hyun Woo yang sudah bonyok tubuhnya berteriak meminta maaf pada Ji Sang karena telah membocorkan rahasia VTH-16 pada In Ho karena sebelumnya akan membunuh Ri Ta. Dia minta dimaafkan. Ji Sang meminta In Ho untuk mengambil semua data dan melepaskan Hyun Woo. Tentu saja kita tahu In Ho takkan melakukannya. Dia beralasan iri dengan kemampuan Hyun Woo yang selangkah lebih maju dalam penelitian VTH-01. HP pun dimatikan.


Ji Sang dan Ri Ta kembali ke apartemen dan menemukan Hyun Woo sudah membujur kaku. Dia menangis meminta maaf karena datang terlambat.


Ji Sang dan Ri Ta kembali ke apartemen, menemukan tubuh Hyun Woo yang sudah terbujur kaku. Ji Sang memanggil-manggil nama rekannya tersebut – berharap dia hanya mempermainkannya saja. Sayang, itu benar-benar nyata. Tangisnya pun pecah. Sikap dingin yang selama ini ditunjukkan hilang dalam sekejap, berubah menjadi keterhilangan. “Hyun Woo,” begitu sebut Ji Sang dengan air mata berlelehan, “Maaf aku telat.”

__ADS_1


Setelah air mata mengering, Ji Sang meminta Ri Ta untuk menunggui jenazah Hyun Woo. Seolah tahu pikiran Ji Sang akan menghajar brocomorah yang telah menyebabkan rekannya tewas, Ri Ta tidak mengizinkannya pergi. Dia berpikir Jae Wook dkk hanya coba memprovokasi dan menjebak Ji Sang, sehingga nanti terjatuh. Tekad Ji Sang sudah bulat. Tak ada satu pun kata yang bisa menahannya.


__ADS_2