DARAH

DARAH
bab 83


__ADS_3

Jae Wook berdiri di ruangannya. Dia tersenyum sinis. Entah apa yang dia senyumkan.


Hye Rin datang ke ruang perawatan Woo Shik. Dia menyapa istri Woo Shik, “Permisi, apa benar kau wali pasien Woo Shik?” Istri Woo Shik menatap Hye Rin.


Kyung In memperhatikan bahwa para dokter yang keluar-masuk bangsal 21A harus diperiksa oleh penjaga. Takut kalau mereka akan membawa sampel darah atau apapun. Setelah itu, dia menemui seorang perawat untuk memintanya mengambil sedikit saja sampel darah dari pasien di bangsal 21A. Tentu saja, si perawat harus melakukannya dengan cara yang tidak mengundang perhatian. Kyung In menjanjikan si perawat untuk “keluar”, segera setelah mendapatkan sampel darah yang diinginkan.

__ADS_1


Ji Sang berpapasan dengan Jae Wook di depan resepsionis RS. “Kau kayaknya mau bertanya banyak hal padaku, tapi nggak jadi ya? Aku beneran nggak ngasih tahu kau nih.” Ji Sang menyahut kalau dirinya hanya perlu tahu yang perlu diketahuinya. Jae Wook mengaku telah mendengar tentang pemindahan pasien kanker pankreas.


“Aku tahu, sebagai dokternya kau pasti merasa sedih betul. Hal itu jauh lebih menyakitkan dibandingkan berita bahwa pasienmu telah sembuh total,” ungkap Jae Wook.


Ga Yun datang ke ruang perawatan, dimana Woo Shik seharusnya berada. Sesampainya disana, dia tak menemukan Woo Shik ada di tempat seharusnya. Hanya ada seorang perawat membersihkan tempat tidur. Ga Yun bertanya dimana Woo Shik berada? Perawat malah balik bertanya apa Ga Yun tidak diberitahu sebelumnya?

__ADS_1


“Kau bahkan nggak tahu bangsal apa ini?” tanya Ji Sang, masih dengan nada suara tinggi. Istrinya Woo Shik membenarkan. Dia mendengar rumor yang beredar, tapi dia mengaku telah membuat keputusan setelah melakukan pertimbangan.


Dalam satu kilasan, tampak Hye Rin menyodorkan draft kontrak untuk mengalihkan Woo Shik ke bangsal 21A. Dia minta diberi kesempatan dan menyatakan takkan memberikan harapan palsu pada Woo Shik. “Aku paham kau mungkin khawatir, karena ini obat yang masih baru. Setelah ini, kau nggak akan putus asa lagi. Kami punya contoh sukses,” tukas Hye Rin, “Bila kau mengizinkan melakukan transfer suamimu, maka semua biaya pengobatan gratis. Kau nggak perlu merasa terbebani oleh segala macam biaya.”


Istrinya Woo Shik meminta Ji Sang mengerti apa yang sedang dihadapi suaminya dan dirinya. Dia mengaku bahwa apa yang ditawarkan Hye Rin adalah satu-satunya kesempatan dan harapan, karena tak ada lagi tempat untuk berpaling – baik itu dari penyakit yang diidap Woo Shik maupun dari keuangan mereka. Ji Sang menolak. Istrinya Woo Shik sudah memutuskan. Dia meminta Ji Sang mundur mengurus Woo Shik. Lagipula dirinya sudah menandatangani kontrak perjanjian. Wajah Ji Sang mengeras. Dia tahu siapa yang harus dituju.

__ADS_1


Ji Sang pun pergi dan kembali memikirkan kata-kata Jae Wook tadi saat berpapasan dengan dirinya di depan resepsionis RS. Ri Ta melihatnya dan memegang tangan Ji Sang untuk bertanya, “Mau kemana kau Manajer.” Dengan tatapan tajam, setajam silet, Ji Sang menyuruh Ri Ta melepaskan tangannya. Ri Ta melepaskan pegangannya dan mundur. Ji Sang pergi tanpa pamit, meninggalkan Ri Ta yang masih bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi?


__ADS_2