DARAH

DARAH
bab 109


__ADS_3

Hyun Woo mengambil kertas print, hasil analisisnya. Dia membacanya.


Ri Ta membaca artikel dimana ada foto kedua orang tuanya Ji Sang dan Han Su. Melihat foto kedua orang, dia mendesis, “Pantes aja dia ganteng, Bapak-Ibunya aja ganteng dan cantik.”


Jae Wook mengajak Ji Sang ke apartemennya. Dia menjelaskan dirinya adalah salah seorang dokter peneliti bersama kedua orang tua Ji Sang. Han Su, orang yang telah membuat virus VBT-01 dan mengembangkannya, tak ingin virus itu terpublish. Menurut penjelasan Jae Wook, Han Su ingin menyembunyikan fakta bahwa virus itu diteliti oleh dirinya dibantu tiga orang tim. Itu kenapa Jae Wook mengatakan pada Ji Sang bahwa dirinya-lah yang pertama menemukan virus (bohong).

__ADS_1


Lebih lanjut Jae Wook menambahkan bahwa ada banyak yang menjadi subjek uji-coba yang dilakukan Han Su tanpa memberitahu anggota tim. Kemudian, para subjek uji-coba ini berusaha menyingkirkan mereka, karena menginginkan virus VBT-01 untuk diri sendiri. Ji Sang menarik kesimpulan bahwa Jae Wook ingin mengatakan bahwa ada banyak vampir di luar sana. Hal ini membuat anggota tim peneliti terpencar, setelah sebelumnya mereka menyuntikkan virus ke dalam tubuh sendiri.


Sayangnya, Han Su menolak ajakan tersebut dan terus melanjutkan penelitiannya. Terjadilah kebakaran di lab. Jae Wook mengaku tak yakin kebakaran itu kecelakaan atau ulah vampir lainnya. Dia juga mengaku teman-temannya tewas dalam kecelakan lain, dimana dirinya meninggalkan beberapa serum darah. Itu kenapa para vampir tersebut menemui Ji Sang. Kemudian, Ji Sang berkata, “Para vampir ini telah membunuh orang tuaku.”


Ji Sang yakin para vampir ini makin dekat dengan mereka. Tidak cuma itu, Ji Tae terlibat dengan hal ini sekarang. Jae Wook meminta maaf pada Ji Sang karena tidak berterus terang sebelumnya. Alasannya, dia tak mau membuat Ji Sang sedih. “Oiya, tentang bangsal 21A, Anda nggak berpikir aku hanya akan kembali duduk dan menonton saja kan? Sekarang, aku sedang mempertimbangkan untuk ikut serta.”

__ADS_1


Di apartemen, Hyun Woo kaget mengetahui Ji Sang percaya pada Jae Wook. Ji Sang menggeleng. Yang dilakukannya tetap pura-pura percaya. Hyun Woo merasa Ji Sang harus mengeksploitasi informasi dari Jae Wook untuk menangkapnya. Ji Sang menolak ide Hyun Woo. Dia merasa bukti-bukti perlu lebih banyak dikumpulkan, setelah itu Jae Wook harus mengakui semuanya dengan mulut sendiri bahwa apa yang dilakukannya itu salah.


Jae Wook memerintahkan dua minionnya menghadap. Dia bertanya pada minion yang ditugaskan menyerang Ri Ta sebelumnya. “Kenapa kamu nggak laporan padaku kalau bertemu Ji Sang?” geram Jae Wook, “Setelah bertemu denganmu, dia menyadari kamu seperti manusia. Dia bahkan memakai Ji Tae sebagai umpan menangkapmu dan menduga kamu memiliki keterkaitan denganku.” Sang minion menyadari kesalahannya. Dia meminta maaf, sebab kejadiannya sangat tiba-tiba. Lagipula, dia sama sekali tak bisa mendeteksi kehadirannya.


“Tentu saja kamu nggak bisa mendeteksi keberadaannya. Dia sudah menyuntikkan serum baru di tubuhnya,” sahut Jae Wook. Minion yang menyerang Ji Tae sebelumnya ikut memintakan maaf untuk rekannya. Jae Wook langsung menancapkan suntikannya pada minion tersebut. Dia mendesis tak ada tempat bagi seorang pembohong! Dia melepaskan minionnya, karena sejarah masa lalu mereka.

__ADS_1


__ADS_2