
Presdir menenangkannya dan mengatakan bahwa tujuan mereka akan menjadi tujuan akhir bersama. Ri Ta bertanya apa Presdir tidak terlalu percaya pada Direktur? Dia mengajak Presdir berpikir kalau-kalau Direktur melakukan semuanya demi keuntungan pribadi. Presdir menjitak kepala Ri Ta dan memintanya melihat dulu baru membuat kesimpulan. Ri Ta mengatakan bahwa selain mereka berdua ada Bibi Kyung In yang ada di Asosiasi Direktur, tapi kenapa Presdir memberikan kekuasaan lebih pada Direktur? Presdir hanya terkekeh saja.
Pasien Ri Ta. Si Dong Pal itu minum sebotol air. Dia mengatakan kalau isi botol adalah soju pasti rasanya jauh lebih enak. Dia melihat Ji Sang sedang mengecek pasien yang berada di sebelahnya. Dia memuji Ji Sang ganteng dan bertanya apa si dokter minum? Pasien yang sedang diperiksa Ji Sang menyuruh Dong Pal menutup mulut. Pasien itu meminta pada Ji Sang untuk merawatnya dengan baik. Ji Sang mengatakan bahwa tumor yang diidap pasien tidak kecil, tapi setelah dioperasi semua akan baik-baik saja.
__ADS_1
Si pasien mengoceh bahwa hidup tidaklah semudah itu. Belum semua yang besar terlihat. Ji Sang bertanya dengan nada datar, kalau begitu si pasien mau mati saja? Tertegunlah si pasien. Ji Sang kemudian melihat biru-biru di lengan si pasien dan bertanya sejak kapan tangannya begitu? Si pasien menjawab bahwa tangannya menjadi biru-biru sejak tadi pagi dan gejalanya sedikit agak sakit.
Ji Sang mengecek foto yang diambilnya dari pasiennya dengan data-data yang dimiliki di komputer. Karena tidak memiliki jawaban apapun, akhirnya dia pergi menemui Manajer Jung untuk memperlihatkan foto yang diambilnya. Dia bertanya apa penyebab dari biru-biru itu adalah reaksi terhadap obat atau infeksi. Manajer Jung yang melihat HP Ji Sang mengaku tak yakin. Dia berjanji akan mengecek pasien begitu sempat.
__ADS_1
Dong Pal tampak aneh. Sehingga, pasien yang tidur di sebelahnya bertanya apa Dong Pal baik-baik saja? Tanpa menjawab, Dong Pal pergi begitu saja keluar ruangan. Di luar, dia celingak-celinguk dengan pandangan mengabur. Dia akhirnya masuk ke ruang obat-obatan yang terletak di belakang meja bagian pencatatan perawatan. Tak ada siapapun di sana, sehingga dia mudah masuk, tapi Ri Ta lewat dan mengikutinya. Dong Pal mengambil botol isopropil dan berniat meminumnya, sebagai ganti minumannya. Ri Ta keburu masuk dan menegurnya. Dia mengambilnya dan membawanya keluar. Dong Pal masih berusaha merebutnya. Untung, para perawat dan penjaga datang sehingga Dong Pal bisa diamankan segera.
Ri Ta memerintahkan perawat untuk memberikan lorazepam tiap enam jam sampai besok, tanpa harus mengikat atau mengisolasinya. Manajer Woo datang bertanya keributan apa yang tengah terjadi?
__ADS_1