
Il Nam menemui Jae Wook di ruangannya. Dia membicarakan bangsal 21A. “Direktur, secara umum, para pasien bangsal 21 mengalami kasus gejala yang aneh, seperti tinnitus, sensitif terhadap cahaya, dan perluasan pembuluh kapiler.” Lebih lanjut, dia mengatakan ada rumor yang berhembus tentang obat dari tim pengembang obat baru. Ini rumor harus dihentikan sesegeranya. Karena sudah dijanjikan posisi direktur sebelumnya, dia menjilat Jae Wook dengan menyatakan ingin membantu mengawasi bangsal 21A. Jae Wook berterima kasih atas bantuan Il Nam, yang kelak harus dibayarkan.
Hye Rin bangkit berdiri melihat Ri Ta masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Dia bertanya apa tujuannya datang, merusak suasana hatinya pagi-pagi betul? Dengan sinis, Ri Ta mengatakan kedatangan untuk merusak suasana hati Hye Rin, karena sebelumnya Hye Rin telah merusak suasana hatinya. Dia berkata, “Kau pikir pasien itu subjek permainan yang bisa dipindah-pindahkan sesuka hati? Kau pikir RS adalah tempat bermainmu, hanya karena Direktur dan Presdir berdiri di belakangmu?”
Hye Rin mengaku tak menganggap para pasien seperti itu. “Tapi, apa yang kau lakukan membuat mereka terlihat seperti mainan,” sahut Ri Ta, “Kau mempermainkan kehidupan!”
__ADS_1
Ji Sang melihat Woo Shik yang sudah mulai sadarkan diri. Woo Shik mengatakan bahwa napasnya sedikit lebih enak. Dia mengucapkan terima kasih pada Ji Sang. “Bagaimana rasanya? Sakitkah?” tanya Ji Sang. Woo Shik membenarkan, tubuhnya masih terasa sakit. Harus ada obat penghilang rasa sakit yang berkualitas.
Istri Woo Shik kemudian bertanya, “Oiya, dia juga bilang telinganya berdengung. Nggak apa-apa kan?” Il Nam datang dan menjawabkan pertanyaan bahwa itu gejala yang sementara. Dia menyatakan dirinya sebagai dokter baru yang bertanggung jawab atas Woo Shik.
Il Nam memandangi Ji Sang. “Dia pasienmu kan sebelumnya?” tanya Il Nam, “Nggak usah khawatir, akan kurawat dia dengan baik.”
__ADS_1
Perawat yang diperintahkan oleh Kyung In mengaku tak bisa mengambil sampel darah. Kyung In menjelaskan bahwa tugas si perawat hanya menarik darah dari tubuh pasien saja. Nanti dia akan perintahkan orang lain untuk membawanya keluar. Perawat meminta maaf. Kyung In bertanya apa ada orang lain, temannya perawat, yang bisa melakukan tugasnya?
Ga Yun senang melihat Na Jung yang makan dengan lahap. Na Jung beralasan dirinya bukannya ingin makan, tapi obat-obatan yang diminumnya membuatnya mules. Mendengar itu, Ga Yun makin senang mengetahui Na Jung meminum obatnya. Na Jung kembali beralasan itu bukan karena dirinya mau, tapi karena tak ingin orang mengganggunya. Yeah, what ever-lah.
Na Jung bertanya Ga Yun hanya pura-pura peduli padanya, seperti para dokter dan perawat lainnya? Ga Yun mengaku sangat peduli Na Jung. Dia berjanji akan mengunjungi Na Jung pada hari libur untuk menonton film Korea dan memakan makanan yang lezat.
__ADS_1
Seorang pasien anak lainnya datang dibawa perawat. Namanya Jang Yoo Jin. Na Jung menilai Yoo Jin orangnya agak aneh suka cengengesan sendiri. Dokter Lee datang. Perawat yang membawa Yoo Jin memperkenalkannya sebagai dokter yang akan merawat Yoo Jin. Saat itu, Yoo Jin cengengesan lagi. Dokter Lee ikut-ikutan cengengesan.