
Telpon di ruangan Kyung In berdering. Kyung In mengangkatnya, dan sepertinya mendapat informasi soal kolapsnya Presdir Yoo.
Ji Sang, Ji Tae, Eun Soo, dan Hyun Woo mendatangi bangsal 21A. Mereka akan menyuntikkan atisan pada masing-masing pasien. Tidak hanya mereka berempat, para perawat dan Ga Yun juga dilibatkan.
Ga Yun selesai menyuntik atisan pada Na Jung yang kemudian mengungkapkan apa yang dirasakannya. Perasaan lapar secara terus-menerus, tapi tidak tahu apa yang ingin dimakannya. Dia juga berkata bisa mendengar detak jantungnya. Ga Yun cepat menenangkannya dengan menyatakan Na Jung akan secepatnya sembuh.
__ADS_1
Ji Sang juga selesai menyuntikkan atisan pada Yoo Jin yang berada satu ruangan dengan Na Jung. Ketika dia menatap gejala urat biru yang muncul di sekitaran leher Yoo Jin, tiba-tiba Yoo Jin menyerangnya. Ji Sang dengan cepat menangkap tangan Yoo Jin, dan terkejut ketika menemukan kuku jari Yoo Jin memanjang dan menajam seperti vampir.
Sementara itu, Ri Ta sedang mendorong ranjang Presdir Yoo ke ruang perawatan. Jae Wook dan Kyung In membuntutinya di belakang. Ketika sampai di ruang perawatan, Ji Sang datang untuk menanyakan kondisi Presdir Yoo. Ri Ta menyebutkan bahwa tanda-tanda vital Presdir Yoo tidak stabil, tapi kondisinya tidak seberbahaya sebelumnya.
Jae Wook mengimbuhi bahwa Presdir Yoo butuh dicek secara menyeluruh. Ri Ta menegaskan akan mengambil semua tanggung jawab pemeriksaan Presdir Yoo. Jae Wook coba tidak memberikan kesempatan pada Ri Ta – Jae Wook mulai terbatuk-batuk akibat parfum Ji Sang. Tapi Ji Sang membela Ri Ta, karena dia adalah wali sekaligus keluarga – tidak ada salahnya berada bersama Presdir Yoo.
__ADS_1
Ri Ta menampar Jae Wook karena telah memvaksin pamannya. Jae Wook bicara yang sesungguhnya bahwa orang yang memberi vaksin adalah In Ho, yang saat ini sudah melarikan diri. Dia mengaku sejak awal sampai sekarang tidak mengizinkan Presdir Yoo mendapatkan vaksin. Ri Ta tidak percaya. Pasti ada yang Jae Wook berikan sehingga reaksinya menjadi fatal seperti sekarang. Jae Wook hanya bilang reaksi setiap orang berbeda-beda. “Akan kupastikan kau membayar semua ini!” hardik Ri Ta.
Kyung In meminta Ri Ta tenang. Tapi bukan kata-kata enak didengar yang didapat, melainkan kata-kata kasar Ri Ta yang menudingnya tahu segalanya tapi diam saja. Dia menyuruh Jae Wook dan Kyung In keluar!
Kyung In mengejar langkah Jae Wook untuk komentar apa yang akan terjadi setelah mereka mengetahui vaksin yang diinjeksi ke dalam tubuh Presdir Yoo? Jae Wook menenangkannya dengan menyatakan bahwa vaksin itu akan sulit ditelaah – akan memakan waktu sampai benar-benar berhasil ditemukan bahan pembuatnya. Sekalipun nanti Ji Sang cs tahu, takkan ada yang bisa mereka lakukan. Apa yang perlu Kyung In lakukan adalah berlindung di belakang Jae Wook.
__ADS_1
Ji Sang menjelaskan pada Ri Ta bahwa dirinya telah mulai menginjeksi pasien di bangsa 21A dengan atisan. Dia mengimbuhi pasien akan baik-baik saja selama beberapa waktu, meski itu takkan lama, sebab efek samping vaksin akan mulai meresistensi atisan yang berkembang sangat cepat. Itu pula tampaknya yang menjadi alasan Jae Wook gagal dengan penelitian vaksin baru di bangsal 21A.