DARAH

DARAH
bab 84


__ADS_3

Jae Wook memarkirkan mobilnya di tempat parkir. Begitu keluar, dia merasa hawa keberadaan Ji Sang. Karena itu, dia menengok dan menemukan Ji Sang sudah dalam mode vampir. Jae Wook mengernyitkan dahi melihat Ji Sang berdiri disana, dan tampak kaget ketika Ji Sang berlari ke arahnya untuk menyerangnya. Dia coba menangis serangan Ji Sang.


Ji Sang mendarat. Kukunya berdarah. Pipi Jae Wook tampak berdarah. Ji Sang kembali menyerang dan mencekik Jae Wook yang belum berubah mode vampir.


Setelah istri Woo Shik memutuskan membiarkan Hye Rin membawa Woo Shik ke bangsal 21A, Ji Sang menemuinya. Dia coba mengubah pikiran istrinya Woo Shik. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas Woo Shik, sang istri menolak permintaan Ji Sang. Sebab, tawaran yang diberikan Hye Rin jauh lebih memudahkannya, seperti biaya pengobatan yang gratis dan beberapa kemudahan lainnya, meskipun dia tak tahu juga seperti apa bangsal 21A itu.

__ADS_1


Melihat reaksi istrinya Woo Shik itu, Ji Sang kesal. Dia mencari Jae Wook. Saking marahnya, dia bahkan tak menggubris Ri Ta yang berpapasan dengannya. Di kepala Ji Sang hanya ada satu pertanyaan yang harus ditanyakannya: untuk apa bangsal 21A?


Ji Sang baru bisa bertemu dengan Jae Wook di parkiran. Begitu Jae Wook turun dari mobil, Ji Sang menampakkan diri. Tanpa peringatan, dia menyerang Jae Wook. Serangan itu masuk beberapa kali, sehingga Jae Wook terpelanting beberapa kali ke tanah. “Ada apa denganmu?” tanya Jae Wook.


Ji Sang tak memberikan jawaban. Dia justru berlari dan mendorong tubuh Jae Wook sampai jatuh. Setelah itu, dia mendekat dan mencekik Jae Wook. “Katakan padaku yang sebenar-benarnya, apa yang kau lakukan di bangsal 21A?” tanya Ji Sang dengan nada penuh amarah, “Itu berhubungan dengan virus kita kan? Katakan sekarang?!” Jae Wook melepaskan tangannya dari tangan Ji Sang dan membenarkan apa yang menjadi pertanyaan Ji Sang.

__ADS_1


Ri Ta coba hubungi HP-nya Ji Sang, tapi sang pemilik sedang mematikannya. Dia teringat bagaimana tegangnya wajah Ji Sang ketika menyuruhnya minggir dari jalannya.


Di kediamannya, Jae Wook menjelaskan bahwa yang dilakukannya di bangsal 21A adalah memanipulasi faktor penyebab virus dengan memanfaatkan antigen dan antibodi pasien. Dia sadar itu berbahaya. Itulah, dia berusaha sebisanya meminimalisir risiko. Ji Sang pertanyakan kembali pernyataan Jae Wook yang terakhir. Pasalnya, sudah ada dua pasien mati atau sekarat akibat penyakit yang muncul tiba-tiba. Dia sebutkan juga beberapa pasien mengalami tinnitus dan sensitif terhadap cahaya. “Kau tahu kan ini gejala yang muncul dari infeksi VBT-01?” Ji Sang menuduh.


Jae Wook membela diri dengan menyatakan bahwa gejala itu muncul di tahap awal. Seminggu kemudian, gejala itu hilang dan pasien kembali normal. Dia meminta Ji Sang mengeceknya beberapa ke depan, karena uji-coba sudah hampir selesai dilakukan. “Jika berhasil, manusia akan bebas dari penyakit. Mereka akan hidup lebih dari 150 tahun.”

__ADS_1


Ji Sang menuding apa yang Jae Wook lakukan di bangsal 21A itu gila banget. Terlebih, Jae Wook memanfaatkan pasien yang tak memiliki keluarga, orangtua, anak yatim, para tunawisma, dll. “Aku memberi mereka harapan supaya kita mendapatkan hasil,” sahut Jae Wook. Ji Sang menilainya lain: Jae Wook itu arogan!


__ADS_2