DARAH

DARAH
bab 47


__ADS_3

Disebutkan bahwa pihak kepolisian menemukan fakta bahwa Dong Pal dikeluarkan dari RS Taemin sebelum meninggal. Karena itu, mereka ingin mengkonfirmasinya. Jae Wook bertanya, “Apa mereka hanya ingin mengkonfirmasi saja? Nggak ingin melakukan penyelidikan kan?” Kepala keamanan membenarkan dan menyatakan bila Dong Pal akan secepatnya dikremasi.


Ri Ta bertanya dengan Suster Sylvia tentang kejadian luar biasa yang terjadi dalam hidup. Suster Sylvia menjawab bahwa manusia dilahirkan dan menjalani hidup mereka dengan luar biasa. Bahkan jatuh cinta merupakan hal luar biasa yang diciptakan Tuhan YME. Ri Ta menyebutkan yang dimaksudnya luar biasa adalah hal-hal yang berhubungan dengan kekuatan supranatural.

__ADS_1


Suster Sylvia bertanya apa Ri Ta sedang memikirkan bocah itu lagi? Ri Ta menampik. Suster Sylvia menegaskan bahwa Ri Ta memiliki mata yang bisa melihat hal-hal luar biasa itu. Dia menilai Ri Ta masih memiliki pikiran dan hati seperti seorang bocah.


Ji Sang berpapasan dengan Eun Soo dan menanyakan tentang Ibunya Ri Ta yang sudah tiada. Eun Soo menyuruh Ji Sang bertanya langsung pada Ri Ta karena dirinya nggak enak. Ji Sang menyatakan antara dirinya dan Ri Ta sama sekali nggak pernah saling mengungkapkan hal-hal pribadi semacam itu. Pada akhirnya, Eun Soo menceritakan dengan syarat Ji Sang nggak memberitahu Ri Ta bahwa dirinya telah bercerita.

__ADS_1


Dalam ceritanya, Eun Soo menyebutkan kalau waktu kecil dulu Ri Ta dan orangtuanya sempat mengalami musibah sewaktu pergi ke Pulau Jeju. Mereka berjalan-jalan ke dalam hutan. Ri Ta tersesat. Kedua orang tua Ri Ta mencarinya kemana-mana dan terjatuh dari tebing.


Si perawat keluar dan bertanya pada rekannya mengenai perawat Choi. Rekan si perawat menyebutkan perawat Choi sedang menangani transfer pasien wanita baru, tepatnya seorang pasien kanker hati anak. Nggak berapa lama kemudian, muncullah perawat Choi bersama pasien anak yang berteriak-teriak minta dipulangkan. Perawat Choi mengatakan bahwa si pasien nggak bisa main bersama teman-teman jika penyakitnya belum sembuh. Si pasien menghardik Perawat Choi, sehingga temannya menegur si pasien anak yang bernama Lee Na Jung yang telah berkata kasar.

__ADS_1


Di kamar, Na Jung mengamuk dan minta dua perawat yang memeganginya melepaskan tangannya. Dia memintanya dengan bahasa yang kasar. Ri Ta yang sedang lewat mendengarnya kemudian masuk. Dia menegur Na Jung karena bicara kasar pada orang yang lebih tua. Na Jung songong, “Sesukaku. Apa maumu?”


Ri Ta mendekat dan menjitak kepala Na Jung. Hal itu membuat Na Jung bertanya kenapa Ri Ta menjitak kepalanya? Ri Ta menjawab, “Sesukaku. Apa maumu?” Na Jung bertanya apa sebagai dokter Ri Ta suka memukul orang? Ri Ta masa bodoh. Na Jung menuntut minta dipulangkan. Ri Ta memegangi pundak Na Jung dan menyuruhnya mendengarkan kata-katanya, “Nggak apa-apa kau menyakiti dan bicara kasar dengan orang-orang disini. Tapi, melakukannya pada orang yang ingin membuat hidupmu lebih baik itu adalah hal paling bodoh pernah dilakukan. Okay?”

__ADS_1


__ADS_2