
Melihat Ri Ta datang, Jae Wook tersenyum padanya. Ri Ta membalasnya dan pura-pura menuang kopi. Dikeluarkannya suntikan berisi serum berwarna kuning pemberian Ji Sang dan menyerang lehet Jae Wook. Tapi Jae Wook bereaksi lebih cepat dari dugaannya dan menangkap tangannya.
“Kalau aku mudah dibunuh, sudah mati aku dari dulu!” tegas Jae Wook. Ji Sang datang dan menyuruh Jae Wook melepaskan tangan Ri Ta. Jae Wook melepaskan tangan Ri Ta, yang kemudian berniat membunuh Jae Wook lagi. Ji Sang berusaha menenangkannya. Jae Wook pergi.
Ji Sang mengingatkan Ri Ta bahwa musuh mereka bukanlah manusia. Lagipula, jika Jae Wook benar-benar mati apa yang harus mereka jelaskan? Tak ada bukti bahwa Jae Wook senang membunuh orang. “Kau bilang mau membunuhnya juga?” tanya Ri Ta. Ji Sang membenarkan hal itu. Caranya: dia akan membuat Jae Wook menyesali semua perbuatannya.
__ADS_1
Ri Ta mendapat panggilan dari Presdir Yoo untuk ke ruang perawatan. Dengan tergopoh-gopoh, dia langsung kesana dan menanyakan apa yang terjadi? Presdir Yoo yang sedang memegang rosario (kalung berbandul salib) mengatakan tidak ada apapun, kecuali hanya ingin bicara dengan Ri Ta.
Presdir Yoo juga mengaku memikirkan suster Sylvia yang telah tiada, merasa bahwa semua kata-katanya tidaklah salah. Ri Ta juga sedih kehilangan orang yang telah membantunya kembali “bernapas”. Mulailah, Presdir Yoo mengungkapkan kode-kode perasaan bersalahnya. Dia kemudian meminta Ri Ta untuk pergi ke ruangannya.
Ditemani Ji Sang, Ri Ta pergi ke ruangan presdir untuk mengambil alat perekam. Dia memutar perekam itu. Terdengarlah suara Presdir Yoo yang memerintahkan Kyung In untuk menyingkirkan orangtua Ri Ta tanpa meninggalkan jejak. Kyung In bertanya, “Tapi bagaimana dengan Chae Yun?” Tak ada jawaban.
__ADS_1
Ri Ta bertanya apa alasan Presdir Yoo melakukannya? Presdir Yoo menjawab bahwa Kakeknya Ri Ta telah menetapkannya sebagai pewaris. Namun itu berubah setelah mengetahui penyakitnya. Itulah kenapa warisan jatuh ke tangan Bapaknya Ri Ta dan muncul pikiran jahat di benaknya.
“Aku ingin bertanya sekali lagi padamu. Jangan berbohong!” pinta Ri Ta, “Apa kau benar-benar ingin membunuhku juga?” Presdir Yoo tidak mengaku dan hanya minta dipercaya bahwa dirinya sangat menyayangi Ri Ta.
Jae Wook memanggil Ga Yun ke apartemennya untuk melakukan sesuatu: membunuh Ri Ta. Tidak menyangka mendapat perintah itu, Ga Yun kaget. Dia pun mempertanyakan alasannya? Jae Wook mengaku telah cukup menahan dirinya. Lagipula Presdir Yoo akan segera khatam riwayatnya, dan dia pun berpikir sebaiknya Ri Ta juga. Ga Yun bertanya kenapa harus dirinya? Jae Wook berpikir Ri Ta takkan mencurigai Ga Yun, sehingga akan membukakan pintu apartemen tanpa banyak tanya.
__ADS_1
Setelah mengetahui fakta bahwa Presdir Yoo dan Kyung In yang membunuh orangtuanya, Ri Ta merasa dirinya “patah”. Dia sama sekali tidak menyangka pamannya tega melakukan hal itu, padahal selama ini selalu menyayanginya sepenuh hati. Ji Sang mengimbuhi kalau mungkin Presdir Yoo mengasuh dan menyayangi Ri Ta dengan lebih baik, karena rasa bersalahnya.