DARAH

DARAH
bab 61


__ADS_3

Di ruangannya, Na Jung melempar semua makanan yang diberikan padanya. Ga Yun dan perawat coba membujuknya. Na Jung mengatakan dirinya lebih baik mati, mati kelaparan! Ri Ta datang. Melihat makanan berserakan di lantai, Ri Ta langsung naik pitam, terlebih Na Jung memakai bahasa banmal padanya. Na Jung menantang Ri Ta menjitak kepalanya lagi. Ri Ta pun mengerasi Na Jung. Dia memerintahkan perawat nggak usah membawakan makanan-minuman untuk Na Jung lagi supaya Na Jung mati kelaparan sesuai permintaannya. Na Jung menerima tantangan itu.


Di luar, para perawat berkasak-kusuk kenapa Na Jung bisa bersikap sekeras itu. Mereka menyebutkan Na Jung kehilangan kedua orangtuanya dan nggak ada satu pun keluarganya yang mau mengambilnya sebagai tanggung jawab. Na Jung kemudian diambil lembaga Jasa Anak. Nggak lama, Na Jung didiagnosis menderita kanker hati dan dibawa ke Taemin. Pihak lembaga Jasa Anak mengataka Na Jung selalu mengungkapkan keinginannya untuk mati.

__ADS_1


Ri Ta yang mendengarkan kasak-kusuk itu pergi. Ga Yun membuntutinya dan menanyakan apa Ri Ta benar-benar menginginkan Na Jung mati? Ri Ta menjawab tentu saja nggak. Dia menyuruh Ga Yun membawakan makanan nanti malam ke kamar Na Jung. Kemudian dia bertanya apa Ga Yun coba mendekati Ji Sang? Ga Yun mengaku nggak bermaksud seperti itu. Ri Ta menceritakan bahwa waktu dirinya masih berstatus dokter junior nggak pernah sekalipun dirinya menatap bosnya lama-lama. Dia meminta Ga Yun nggak sombong hanya karena dipilih Ji Sang waktu itu. Yang terjadi nanti malah Ga Yun bisa tertekan atau sesuatu seperti itu.


Jae Wook bicara ditelpon, menanyakan alasan khusus. Dia mengatakan pada orang yang ditelponnya untuk segera melaksanakannya. Kemudian dia menemui Hye Ri untuk berfokus mengobati Na Jung tapi menunda perawatannya. Hye Ri menanyakan alasannya. Jae Wook menyuruhnya melakukan saja tanpa bertanya-tanya.

__ADS_1


Kyung In menatap sebuah pohon yang menjulang tinggi di depan Taemin. Jae Wook datang. Kyung In bercerita jika pohon yang ditatapnya adalah pohon yang ditanamnya di hari Pohon Nasional, yang mana bibitnya diberikan oleh Presdir. Dia mengatakan bahwa pohon itu telah melewati berbagai rintangan dan kesulitan. Tapi, dia menegaskan pohon itu sama sekali bukan merepresentasikan dirinya, melainkan mewakili Taemin sendiri yang telah dijaga dan dilindunginya selama ini. Kyung In nggak akan membiarkan siapapun merusaknya. Dia berjanji akan membayar Jae Wook kembali atas perlakuan yang pernah dilakukannya.


Ji Sang menatap lorong ruang operasi. Di saat bersamaan Ri Ta keluar dari ruang operasi bersama seorang perawat. Ji Sang langsung pergi. Melihat itu, Ri Ta mengikut Ji Sang dan mempertanyakan alasannya berada di sekitaran ruang operasi lebih sering? Dia bertanya apa Ji Sang akan benar-benar pergi? Ji Sang balik bertanya apa Ri Ta ingin dirinya tetap di Taemin? Ri Ta menggeleng. Dia hanya ingin membuatkan pesta perpisahan khusus. Sebab, ada yang ingin ditanyainya. Ji Sang menolak. Ri Ta menekankan bahwa dirinyalah satu-satunya dokter di Taemin yang tahu rahasianya. Ji Sang tetap saja menolak.

__ADS_1


__ADS_2