
Jae Wook coba membujuk Ji Tae. Tetap saja jawaban Ji Tae sama: tidak! Dia bahkan meminta Jae Wook untuk berfokus saja pada pekerjaannya, mengurus bangsal 21A.
Presdir Yoo datang ke ruangan Sylvia. Dia menenangkan Sylvia bahwa operasi yang dilakukannya akan sukses. Sylvia tahu itu hanyalah kebohongan belaka. Ri Ta dan Ji Sang datang. Saat itu, Sylvia mengatakan pada mereka supaya dirinya bisa pergi dalam damai. “Sister, biarkan saudaramu ini yang merawatmu sampai akhir,” tukas Presdir Yoo. Sylvia senang mendengar kata saudara diucapkan dari mulut Presdir Yoo.
Na Jung mendengus melihat Yoo Jin bermain boneka-bonekaan bersama Soo Yun, dan mengatai mereka berdua kekanak-kanakan. Yoo Jin emosi karena Na Jung berbahasa banmal padanya, padahal dirinya jauh lebih tua daripada Na Jung. Ketika diperingatkan, Na Jung bersikap masa bodoh.
__ADS_1
Soo Yun membela Yoo Jin dengan memanggil Na Jung dengan namanya saja. Itu membuat Na Jung marah. Soo Yun bertanya kenapa dirinya tidak boleh sedangkan Na Jung boleh? Di tengah keributan anak-anak ini, Dokter Lee datang dan menyapa Yoo Jin. Ketika sedang mengobrol ini-itu pada Yoo Jin, Dokter Lee menemukan urat di bagian leher dan tangan Yoo Jin biru-biru. Dia kaget.
Presdir Yoo datang menemui Jae Wook untuk memintanya merawat Sylvia di hari-hari terakhirnya. Jae Wook mengiyakan dan bertanya apa yang Presdir Yoo lakukan dengan Kyung In? Presdir Yoo mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan apapun terhadap Kyung In. Saat ini, dia membiarkannya berada dalam posisinya dengan job desk yang sama seperti sebelumnya. Alasannya, Kyung In sangat kompeten di posisi yang sekarang.
“Dia terus saja mengganggu,” tukas Jae Wook. Presdir Yoo mengetahui hal tersebut dan menjanjikan bahwa Kyung In takkan melakukan hal seceroboh itu lagi. Dia minta Jae Wook memahaminya. Kemudian, Jae Wook juga mengingatkan bahwa orang yang mengganggu tak cuma Kyung In, yaitu Ri Ta. Dia menginginkan Presdir Yoo bicara padanya untuk memberinya peringatan. Jika tidak, dia berjanji akan melakukan sesuatu.
__ADS_1
Ri Ta agak tersentak mendengar pertanyaan Ga Yun yang tak disangka-sangkanya. Dia menjawab bahwa memang kadang-kadang kaki dan tangan bisa dingin sedingin es. Ga Yun meminta maaf lagi dan pergi keluar.
Ri Ta datang menemui Presdir Yoo yang memintanya untuk tidak berulah lagi. Ri Ta mengaku tidak bisa melakukannya. Dia tak ingin RS Taemin menjadi semakin hancur dan takkan pernah dibiarkannya orang lain merusak apa yang sudah dilakukan Ayahnya. Presdir Yoo mengaku bahwa Taemin adalah segalanya dan mengatakan dengan nada keras, “Kamu pikir aku akan menghancurkannya?”
Presdir Yoo keluar dan ingat pembicaraannya dengan Kyung In yang memintanya mendengarkan rekaman percakapan mereka ketika memiliki waktu.
__ADS_1
Dokter Lee merengek pada In Ho untuk memberikan data-data perawatan Yoo Jin dari perawatannya. In Ho menggeleng. Dokter Lee mengentak-entakkan kakinya ke lantai, bertindak seolah dirinya anak kecil yang harus dipenuhi permintaannya. Dia mengancam akan berbaring di lantai jika In Ho tetap tidak memberikannya. In Ho tetap tidak memberikannya. Yang terjadi Dokter Lee benar-benar melaksanakan ancamannya, tiduran di lantai sambil merajuk. In Ho menyuruh stafnya untuk memanggil pihak keamanan.