DARAH

DARAH
bab 41


__ADS_3

Ji Sang gemetar tangannya dan coba tutupi. Ri Ta melihatnya. Seperti perintah Hyun Woo, Ji Sang mengatakan nggak akan mengambil operasi kali ini dan membiarkan dokter lain yang melakukannya. Hal yang sama diucapkan Ri Ta begitu Manajer Woo menawarkan padanya. Jae Wook meminta Manajer Woo saja yang melakukan operasi. Ji Sang menawarkan diri pergi ke Pulau Jeju untuk mengikuti seminar.


Ji Sang dan Ri Ta keluar bersama-sama dari ruang rapat. Saat itu, Ji Sang mengatakan kalau mesin penjual minuman otomatis rusak. Ri Ta nggak begitu menggubris ucapan Ji Sang dengan menyatakan bahwa Ji Sang baru saja menolak sebuah operasi. Dia mengingatkannya untuk bersenang-senang selama di Pulau Jeju, kalau sempat lihatlah ikan-ikan. Dengan tatapan dingin, Ji Sang menatap Ri Ta dan bertanya, “Ada hal lain yang mau kau bicarakan?” Begitu Ri Ta menggeleng, Ji Sang langsung ngeloyor pergi.

__ADS_1


Ri Ta kemudian pergi ke mesin penjual minuman otomatis. Ketika hendak memasukkan koin, dia melihat tanda mesin rusak. Tiba-tiba, dia ingat Ji Sang yang tangannya gemetaran seperti orang kena parkinson waktu operasi dan di ruang rapat. Dia menggumam apa mesin penjual minumannya benar-benar rusak?


Ji Sang sedang memeriksa beberapa data di ruangannya, ketika tangannya kembali bergetar. Ri Ta membuka pintu dan menyatakan diri ikut hadir dalam seminar itu juga. Dia beralasan ingin liburan juga. Ji Sang menegaskan itu bukanlah liburan, tapi seminar. Sambil tersenyum, Ri Ta mengatakan, “Ada hal lain lagi yang mau kau sampaikan?” Ji Sang terdiam. Ri Ta pergi.

__ADS_1


Ji Sang dan Ri Ta pergi ke tempat seminar. Saat itu, Ri Ta memberi beberapa nasihat pada Ji Sang. Salah satunya adalah jangan berkeliaran tanpa arah dan sebaiknya berkenalan dengan orang-orang dari seminar. Ji Sang mencemooh nasihat Ri Ta. Dia menilai Ri Ta tipe wanita anti-sosial. Ri Ta mendengus disebut anti-sosial oleh Ji Sang.


Ji Sang memberikan presentasi di seminar pertemuan para dokter. Ri Ta memperhatikannya bersama dokter-dokter lain yang ikut sebagai peserta. Selesai presentasi, para dokter lain mengerubungi Ji Sang untuk menanyakan soal hasil operasi dan persiapan seminar. Sementara itu, Ri Ta berdiri agak menjauh dari kerumunan – merasa dikacangi.

__ADS_1


Selesai dengan para dokter lain itu, Ri Ta dan Ji Sang berjalan bersama. Ri Ta mengungkapkan bahwa sepertinya Ji Sang senang dengan semua perhatian itu. Ji Sang menggeleng, sebab itu melelahkan, ngakunya. Dia juga menuding balik kalau Ri Ta yang menyukainya. “Ih, kenapa aku harus menyukainya?” tanya Ri Ta.


“Harusnya kau bangga atasanmu mendapatkan perlakuan laiknya bintang,” jelas Ji Sang. Ri Ta jelas menolak. Dia justru berharap perlakuan itu mengarah padanya. Ji Sang meledek kalau yang terjadi kenyataannya bukan begitu kan? Ri Ta mendengus. Dia mengatakan Ji Sang memang paling pintar meledeknya, seolah-olah mulutnya dibuat olah perajin kelas tinggi. Ji Sang bertanya apa jadwal seminar hari berikutnya? Ri Ta nggak tahu, lagian dia bukan sekretaris Ji Sang yang bertugas melakukan pencatatan jadwal.

__ADS_1


__ADS_2