DARAH

DARAH
bab 151


__ADS_3

Ji Sang pergi ke tempat Jae Wook menyekap Ri Ta sambil membawa pasak. Ketika diserang minionnya Jae Wook, segera dia menggunakan pasak itu dengan menghujamkan tepat di dada kiri para minionnya – yang berarti tepat di jantungnya. Begitu para minion berhasil dikalahkannya, Chul Hoon muncul dan menghajarnya. Dia menyeret Ji Sang bersama pasaknya dan diserahkan pada Jae Wook.


Melihat pasak itu, Jae Wook tahu menghujamkan pasak di dada kiri vampir merupakan teknik lama yang dipakai untuk melawan vampir. Dia beralih pada Ji Sang, yang minta Ri Ta dilepaskan sementara dia bisa membunuhnya. Ri Ta mendesis kenapa Ji Sang datang menyelamatkannya?


Ji Sang memerintahkan Jae Wook melepaskan Ri Ta atau dia akan mengambil jantungnya. Jae Wook menganggap ancaman Ji Sang angin lalu, dan mengatakan, “Kita ini rekanan yang baik.” Pernyataan terakhir Jae Wook membuat Ji Sang langsung memekik: bukan! Mereka takkan pernah jadi rekanan. Toh, bila dirinya mati, seseorang akan menggantikannya dan melanjutkan penelitian yang sudah dikerjakan sebelumnya. Jae Wook yang merasa berada di atas angin tersenyum dan mengatakan bahwa dirinya bisa dengan mudah menyingkirkan orang-orang, bahkan Ji Sang sekalipun.

__ADS_1


“Kita selesaikan saja semuanya disini!” pekik Jae Wook sambil melayangkan pasaknya ke arah Ji Sang, tapi tiba-tiba Ga Yun muncul dan minta Jae Wook tidak melakukannya. Jae Wook menghempaskan Ga Yun dan menyatakannya sebagai musuh. Dia mendekati Ga Yun. Chul Hoon berdiri di tengah-tengah, antara Ga Yun dan Ji Tae. Tanpa berpikir lebih jauh, Jae Wok menghujamkan pasak ke dada Chul Hoon. “Kuberikan kau satu kehidupan. Sekarang kuambil lagi!” ucap Jae Wook. Chul Hoon mati seketika.


Jae Wook menatap kembali Ji Sang, yang tetap masih minta Ri Ta dilepaskan. Begitu dia menghujamkan pasak ke dada Ji Sang, Ga Yun menjadi tameng bagi Ji Sang. Sehingga, Ga Yun-lah yang terhujam dadanya. “Tak ada jaminan dalam hidup. Anda sudah mengambil terlalu banyak!” ucapnya sebelum ambruk.


Ri Ta mendekat. Ji Sang minta Ri Ta tidak dekat padanya – darahnya terlalu berbahaya. Jae Wook yang masih sadarkan diri dalam ambruknya mengatakan, “Kau tidak memiliki semua otak kedua orangtuamu. Gara-gara kepala batumu, kita semua harus berjalan mundur sekarang.” Ji Sang menjawab bahwa kondisi sekarang jauh lebih baik dibandingkan memberikan luka pada manusa.

__ADS_1


Ga Yun yang sudah sekarat terbata-bata mengucapkan terima kasih pada Ji Sang. Setelah itu, dia menutup mata dengan air mata berlinang. Jae Wook mendekati Ga Yun, tapi belum sampai dia pun meregang nyawa.


Ga Yun yang sudah sekarat terbata-bata mengucapkan terima kasih pada Ji Sang. Setelah itu, dia menutup mata dengan air mata berlinang. Jae Wook mendekati Ga Yun, tapi belum sampai dia menjatuhkan kepalanya.


Ri Ta membawa Ji Sang menemui Ji Tae. Melihat kondisi Ji Sang yang kepayahan, Ji Tae bertanya kenap Ri Ta tak membawanya ke IGD? Ji Sang menjawab bahwa dirinya tak lagi memiliki harapan lagi, karena itu dia akan membuatkan obat antivirus yang bisa dipanen dari darahnya. Ji Tae menolak, tapi Ri Ta memerintahkan Ji Tae melakukan sesuai yang Ji Sang pinta.

__ADS_1


__ADS_2