DARAH

DARAH
bab 59


__ADS_3

Ji Tae menyambung bahwa antibodi inilah yang memunculkan reaksi buruk karena dimasukkan jenis obat yang belum diketahui khasiatnya. Itulah sebabnya Ja Bok menggigil kedinginan di dalam, karena tubuhnya berusaha mempertahankan kondisi suhu normalnya. Disinilah mereka sepakat bahwa terjadi ketidaknormalan antara antibodi dan virus.


Ri Ta langsung nyerocos kalau mereka perlu mendapatkan informasi secara detail tentang tim pengembang obat baru. Dia menegaskan untuk melakukan rapat umum apabila diperlukan. Ji Tae bertanya apa Ri Ta bisa membuat semua itu terjadi? Ri Ta menjawab yang perlu mereka lakukan adalah bicara langsung dengan Presdir. Ji Sang nggak merasa apa yang dikatakan Ri Ta adalah ide bagus. “Terus kenapa kau nggak ngasih saran aja sebelum resign dari sini?” tanya Ri Ta.

__ADS_1


Ji Sang dan Ji Tae bicara di luar gedung rumah sakit. Ji Tae menyayangkan Ji Sang akan segera resign, yang sebetulnya sangat peduli dengan para pasien di bangsal 21A. Dia nggak mempermasalahkannya dan kembali membicarakan tentang kejadian Ja Bok yang mungkin nggak pernah terjadi – antibodi berubah menyerang tubuh sendiri. Ji Sang mengaku pernah membaca tesis mengenai itu. Ji Tae kemudian mengajak Ji Sang untuk nggak resign cepat-cepat supaya bisa kerja bareng memecahkan kasus ini. Meski begitu dia mengaku nggak mau memaksa Ji Sang.


Ri Ta kaget saat Kyung In mengaku nggak bisa membantu apapun yang berhubungan dengan tim pengembang obat baru. Kyung In meminta Ri Ta untuk nggak usah mengusik tim pengembang obat baru lagi, sebab Presdir sulit untuk mengubah keputusannya. Tentu saja, Ri Ta nggak mau dan akan membicarakan hal ini dengan Presdir. Sebab, dia nggak akan membiarkan Jae Wook merajalela mengambil alih rumah sakit sesuka hati.

__ADS_1


Presdir menemui Jae Wook setelah mendengar tentang kasus Ja Bok. Dia mempertanyakan apa yang telah terjadi? Jae Wook coba menenangkan Presdir dengan menyatakan bahwa trial dan error pasti diperlukan karena bagian dari proses. Dia menyatakan apa yang telah terjadi hanyalah masalah kecil, kerikil. Presdir menyahut jika masalah kecil ditumpuk menjadi satu maka akan menjadi masalah besar juga.


Presdir menyebutkan selain kasus Ja Bok juga ada kasus Dong Pal. Dia mendengar Dong Pal dipaksa keluar dari rumah sakit dan tewas dalam satu kecelakaan mobil. Dia tampak khawatir mengenai hal itu, pasalnya bangsal 21A baru dibuka kurang dari seminggu. Jae Wook justru mengkambinghitamkan dua pasien tersebut yang telah bermasalah sebelum dirawat. Dia memastikan akan lebih teliti lain kali. Tapi tampaknya kali ini Presdir lebih sulit diyakinkan. Dia nggak ingin Jae Wook mengubah kepercayaan yang telah diberikan menjadi keragu-raguan.

__ADS_1


Sekeluarnya dari ruangan direktur, Presdir berpapasan dengan Ri Ta yang meminta waktu bicara sebentar. Presdir mengaku dirinya buru-buru ikut rapat kantor. Ri Ta meminta Presdir untuk melakukan investigasi terhadap tim pengembang obat. Presdir coba menjelaskannya dengan lembut, tapi ketika Ri Ta terus mendesaknya, pada akhirnya Presdir muntab dan menyuruh Ri Ta diam. Presdir menyatakan jika Ri Ta terus mendesaknya, maka dia akan mengenai Ri Ta dengan pasal hukuman aturan pekerja rumah sakit. Ri Ta terdiam dan menatap kepergian Presdir dengan tatapan penuh tanda tanya.


__ADS_2