
Mereka mempertanyakan satu pertanyaan yang sama: Apa ada orang lain yang mengonsumsi serum darah milik Jae Wook? Sebelumnya Jae Wook pernah bercerita pada Ji Sang kalau serum darah dipakai untuk menghindari orang-orang terinfeksi lainnya. Mengacu pada hal itu, Hyun Woo bertanya, seharusnya hanya Jae Wook kan orang yang memanfaatkan serum darah itu? Satu-satunya hal yang ada di benak mereka berdua adalah mengkonfirmasinya langsung pada Jae Wook.
Ri Ta menangis menonton video rekaman Sun Young untuk Ji Sang. Setelah selesai, Ji Sang meminta Ri Ta untuk tetirah dulu di kamarnya. Ri Ta agak kaget melihat bentuk tempat tidur Ji Sang yang tidak lumrah. Ji Sang mengingatkan supaya Ri Ta mematikan pendingin untuk membuat suhu kamar menjadi lebih nyaman. “Oh, kamu tidur disini? Kupikir...” Belum kata-kata itu selesai, Ji Sang menyahut, “Kamu pikir aku tidur di dalam peti mati?”
__ADS_1
Esok pagi, Hyun Woo dan Ji Sang terbangun setelah LUVVY berteriak-teriak keras membangunkan seisi rumah! Ji Sang mendecak, kemudian mencium aroma aneh. Tak lama, Ri Ta muncul mengajak mereka berdua sarapan. Hyun Woo antusias banget dengan makanan yang Ri Ta hidangkan untuk mereka berdua. Itu membuat liurnya menetes. Sayangnya, ketika dicicipi, rasa makanan itu tak seenak aromanya. Ri Ta bertanya apa masakannya tidak enak? Hyun Woo mencoba mengungkapkan dengan bahasa sehalus mungkin. “Bilang nggak enak, kalau emang nggak enak!” perintah Ji Sang – urat sensitifnya benar-benar putus ini orang :p.
Jae Wook masuk ke rumah sakit dengan penuh semangat. Dia naik elevator dan melihat Ji Sang sudah menunggunya di sana. Dia memperlihatkan senyuman palsu dan menyapa Ji Sang. “Pagi,” sahut Ji Sang, “Untuk semua manusia, mereka yang terinfeksi dan semua orang.” Jae Wook hendak berlalu ketika sudah saling menyapa. Ji Sang memanggilnya dan menyatakan ingin mencoba menjadi “manusia” sekadar untuk menjajalnya. Rupanya ini cara Ji Sang meminta konfirmasi. Jae Wook meminta Ji Sang datang untuk ke tempatnya malam untuk mendapatkan serum darah.
__ADS_1
“Oiya, Ri Ta, kurasa ini bukan waktunya yang tepat untuk menanyakan hal ini, tapi apa kamu mau ke spa?” tanya Eun Soo. Ri Ta menggeleng. “Kalau begitu kamu punya nomor telpon Hyun Woo?” (Aih, pertanyaannya dialihkan baru menuju pertanyaan utama, kekeke). Ri Ta mendengus dan menyuruh Eun Soo mendapatkannya sendiri. Dia pergi.
Ji Tae datang ke ruangan Ji Sang dan langsung mengatakan, “Aku udah bilang kan sebelumnya kalau salah satu diantara kita menyembunyikan sesuatu, maka penelitian bareng ini selesai!” Ji Sang bertanya apa yang terjadi? “Semalam aku diserang seseorang yang memintaku menghentikan penelitian tentang virus,” sahut Ji Tae, “Aku tahu ada hal lain selain ini yang lebih besar kan? Sebelumnya kamu juga bilang kalau penelitian yang kulakukan ini berbahaya dan memintaku berhenti. Beberapa hari selanjutnya, kamu ingin bekerjasama denganku. Aku menerima tanpa bertanya, tapi kayaknya kamu punya niatan lain!”
__ADS_1