DARAH

DARAH
bab 89


__ADS_3

Eun Soo bertanya, “Kau ahli eksternal itu?” Hyun Woo membenarkan, kemudian membuka tutup kopi mochanya. Dia tersenyum melihat tak ada krim di atasnya dan memuji Eun Soo tahu seleranya. Eun Soo menjawab bahwa itu feeling dan berharap Hyun Woo suka kopi itu. Mereka melakukan tos kecil dan saling ber-aegyo ria. Mereka tak sadar ada tiga pasang mata menatap dengan perasaan jijik. Begitu sadar, mereka tampak malu-malu. Kekeke.


Ji Sang mengantar Hyun Woo ke pintu keluar. Dia bertanya kenapa Hyun Woo tak memberikan sampel darah? Hyun Woo menyimpan itu karena tak mau virus VBT-01 terkuak ke publik. “Kita nggak bisa membiarkan orang-orang mencurigaimu bahwa kau terinfeksi.”


Ji Sang meminta Hyun Woo melakukan analisa secara menyeluruh di rumah saja. Baru mau meninggalkan, Hyun Woo memanggil Ji Sang kembali untuk menanyakan apa Eun Soo sudah punya cowok atau belum? Ji Sang pergi meninggalkannya, karena tak tertarik membahasnya. Kesian deh loh Hyun Woo, hahaha.

__ADS_1


Kyung In mengajak Ga Yun ke ruangannya. Seperti lainnya, dia meminta Ga Yun untuk mengambil sampel darah. Ga Yun menolaknya, walaupun Kyung In menjamin karirnya di Taemin. Meski begitu, dia akan menjaga obrolan mereka dan menganggapnya tak pernah ada. Setelah itu, dia bergegas meninggalkan ruangan Kyung In.


Ji Sang menyuruh Ga Yun mencatat apa-apa yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh seorang pasien yang sedang diperiksa. Ga Yun mencatat semua ucapan Ji Sang. Dia berkata, “Hmmm, Manajer ... aku mau mengatakan sesuatu padamu.” Ketika Ji Sang menoleh, dia teringat obrolannya dengan Kyung In tadi. Tapi, dia mengalihkannya ke janji Ji Sang untuk makan malam bersama. Ji Sang menyuruh Ga Yun memilih tempatnya. Raut wajah Ga Yun berubah ceria kembali.


“Ngomong-ngomong Ri Ta, nggak peduli sebanyak apapun kupikir, aku merasa gila,” tukas Eun Soo, “Itu loh, codet di pipi Ji Sang kok nggak ada lagi ya? Ih, aku makin bingung, gara-gara penelitian soal vampir.” Ri Ta meledek Eun Soo yang sekarang merasa ada di posisinya. Eun Soo membenarkannya. Ri Ta mengajaknya pergi jalan-jalan (membalas ucapan Eun Soo beberapa waktu lalu). “Arghhh!!!”

__ADS_1


Ji Sang dan Ga Yun sudah duduk di restoran tempat mereka makan malam bersama. Pramusaji membawakan makanan pesanan mereka. Ji Sang sempat protes karena makanan yang dipesan Ga Yun adalah hewan berkaki lebih dari empat. Ga Yun merasa tidak enak dan ingin memesan ulang, tapi Ji Sang menyuruhnya membiarkan saja. Ji Sang menyeruput kuah makanannya dan merasa kepedasan.


Selesai makan, Ji Sang dan Ga Yun jalan bareng. Dia bertanya, “Kenapa kau selalu tersenyum tiap kali melihatku?” Ga Yun mengaku senang serasa di alam mimpi. Karena, seseorang yang hanya ada di imajinasinya tiba-tiba bisa dilihatnya. Ji Sang menyuruh Ga Yun tak berimajinasi seperti bocah.


Ga Yun berkata, “Manajer, aku betul-betul mau menjadi seseorang yang kau butuhkan. Maksudku, seorang dokter – seperti dirimu.” Ji Sang tak mau Ga Yun menjadi dokter seperti dirinya. Dia mau Ga Yun menjadi dokter melebihi dirinya. Tiba-tiba sebuah cahaya dari lampu mobil menyorot ke arah mereka. Mobil itu bergerak dan berhenti setelah sampai di hadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2