
Ri Ta merasa harus menemui Presdir Yoo untuk menyelesaikan semuanya tanpa air mata. Dia ingin membuat Presdir Yoo berlutut minta ampun. Sayang, itu takkan pernah terjadi, sebab Presdir Yoo sudah bunuh diri dengan selang inpus.
Ri Ta berada di ruang jenazah, memandangi jasad Pamannya yang sudah terbujur kaku dibalik selimut. Di luar Ji Sang menungguinya, menghalangi Kyung In - Jae Wook dan anak buahnya yang datang ingin melihat jasad Presdir Yoo. “Sila Anda menunggu setelah Dokter Yoo keluar ruangan,” pinta Ji Sang pada semua orang.
Didalam, Ri Ta seperti orang kehilangan arah, bertanya pada jasad Pamannya mengenai apa yang harus dilakukannya? Tidak lama kemudian, Ji Sang masuk dan mengajak Ri Ta keluar. Sebelum keluar, Ri Ta bertanya pada Ji Sang apakah Pamannya bisa dimaafkan sekarang? Ji Sang tidak menyarankan itu pada Ri Ta sekarang, karena maaf dilakukan setelah semuanya jelas dan tak lagi tersisa ruang untuk melakukan apapun.
__ADS_1
Diluar, Ri Ta melihat rombongan manajemen RS sudah berdiri menunggu. Dia menatap Kyung In untuk bersepakat mengajaknya bicara empat mata segera setelah jasad Pamannya dikremasi.
Jae Wook menemui Kyung In yang berdiri di depan RS Taemin, memintanya menggelar rapat pemegang saham yang sebagian besar memberi dukungan pada Kyung In. Dia minta diberitahu jika ada sesuatu yang salah.
Jae Wook mengakui sempat ke ruangan perawatan Presdir Yoo untuk mengatakan bahwa sang presdir takkan hidup lama lagi. Sayangnya, ketika dirinya kesana Presdir Yoo sedang terlelap. Dia memberikan rasa iba pada Presdir Yoo karena telah menjual jiwanya hanya untuk secuil waktu yang tiada berarti dibandingkan dirinya yang kekal.
__ADS_1
“Tidak penting mau hidup kekal atau hanya 100 tahun saja,” ungkap Ji Sang, “Bila kau berubah menjadi monster walau hanya sedetik, itu berarti kau monster.” Jae Wook menuntut Ji Sang apa kriteria untuk bisa disebut monster itu – apa seperti dirinya? Dia menambahkan, jika benar, maka Ji Sang harus membuat kriteria tambahan.
Ri Ta merasa penasaran kenapa tiba-tiba Pamannya mengakui telah membunuh orangtuanya? Itu lantaran Presdir Yoo berada dalam pengaruh obat-obatan, jelas Ji Sang, khususnya bahan obat yang disebut agent no. 5, yang akan melemahkan kemampuan seseorang dari kesadaran sehingga mengatakan semua rahasia yang disimpannya. Meski begitu, Ji Sang menambahkan ada satu hal lagi selain obat, yaitu perasaan bersalah Presdir Yoo akan dosa yang telah diperbuatnya. Jadi, Ji Sang menilai pengakuan Presdir Yoo kepada Ri Ta soal pembunuhan yang dilakukan itu tulus. Itu membuat Ri Ta jadi semakin sedih. Ji Sang merangkulnya untuk memberi penguatan.
Jae Wook memerintahkan Ga Yun untuk membunuh Ri Ta malam ini. Dia yakin betul Ri Ta akan kembali ke apartemennya, karena kelelahan setelah pemakaman. Ga Yun mempertanyakan alasan Ri Ta harus dibunuh? Jae Wook hanya mengatakan harus. Ketika Ga Yun mengatakan bahwa Ri Ta baru saja memakamkan Presdir Yoo, Jae Wook menegaskan bahwa tak ada istimewanya hari pemakaman dengan hari lainnya. Dia memerintahkan Ga Yun mengajak Chul Hoon (ah, akhirnya tahu nama rekannya J).
__ADS_1