
“Baiklah,” sahut Ji Tae, “Siapa aja nih anggotanya?” Ji Sang menyebutkan tiga nama tambahan – Ri Ta, Eun Soo, serta Hyun Woo. Ji Tae setuju. Malam ini, mereka akan memulainya.
Pintu ruangan diketuk dari luar. Jae Wook masuk dan mendekati mereka berdua. “Aku nggak mengganggu kan?” Ji Tae bertanya apa yang membawa Jae Wook ke ruangan itu? Jae Wook beralasan bahwa dirinya hanya melintas dan masuk untuk 'say halo' saja. Ji Sang tak percaya. Pada akhirnya, Jae Wook mengaku bahwa kedatangannya adalah untuk menyapa anaknya Han Su, seorang peneliti terkenal calon penerima hadiah nobel. Dia merasa terhormat bertemu dengan Ji Tae.
__ADS_1
Ji Sang menanyakan bagaimana Jae Wook tahu Babenya Ji Tae adalah Han Su? Dengan senyum palsu di wajahnya, Jae Wook mengaku itu terjadi begitu saja. Tak ada rahasia besar dalam hidup ini. “Ngemeng-ngemeng, aku merasa dengan jika kita bertiga kayak begini. Aku berharap tradisi kayak begini bisa diteruskan.” Setelah mengatakan itu dia pergi dari ruangan.
Ji Tae bertanya pada Ji Sang bagaimana bisa Jae Wook menemukan Han Su adalah Babenya? Ji Sang menggeleng. Dia meminta Ji Tae tak lagi menaruh file penting di PC lab. Dia juga menyuruh Ji Tae untuk memakai tools lain kalau memang ada file yang ingin dibagi dengannya. “Ini bukan cuman monitoring namanya sekarang. Ini penyelidikan!” sahut Ji Tae, “Terus apa kau berpikir dia melihat penelitian yang sedang kita garap?”
__ADS_1
Ji Sang yang sudah tak memiliki urusan lagi dengan Ji Tae segera menyusul Jae Wook. Dia langsung bertanya, “Kulihat kau orang yang nggak tahu malu, bahkan setelah mencuri file seseorang.” Dengan muka poker face, Jae Wook mengatakan bahwa kamera CCTV berhasil merekam satu file saja. Dia mengaku membacanya karena terlihat ada yang aneh.
“Kau nggak tahu apapun soal penelitian Han Su?” tanya Ji Sang dengan nada tak percaya. Jae Wook membenarkan. Dia mengatakan Han Su adalah ilmuwan penelitian, sementara dirinya terinfeksi karena kecelakaan. Hal ini membuat perbedaan besar. Dia juga mengatakan tak pernah berinteraksi langsung dengan Han Su. Lagi, Ji Sang bertanya, “Kau juga nggak mengenal Han Su secara personal?” Jae Wook membenarkan. Dia tahu Han Su dari selentingan-selentingan kabar saja.
__ADS_1
Ji Sang manggut-manggut mendengar informasi bohong itu. “Kalau kau mau bertanya lebih lanjut, silakan tanyakan padaku, aku nggak akan merahasiakannya darimu,” tukas Jae Wook dengan wajah palsunya.
Il Nam mengecek pasien dengan menekan-nekan perut sambil menanyakan bagian perut mana yang sakit? Saat itu, pasien mendorong tubuh Il Nam ke tempat tidur pasien sebelah. Ri Ta yang sedang mengecek pasien di sebelah Il Nam kesal melihat kelakuan pasien itu. “Hei, apa sih yang kau lakukan?” tanya Ri Ta dengan sedikit berteriak. Il Nam menenangkan Ri Ta dengan mengatakan mungkin dirinya terlalu keras menekan perut pasien. Pasien itu mendadak meminta maaf telah melakukan hal yang sembrono pada Il Nam. Ri Ta menatap pasien itu dengan tatapan aneh.
__ADS_1