DARAH

DARAH
bab 99


__ADS_3

Eun Soo menyebutkan ciri-ciri Ji Sang yang mirip vampir: muka pucat, terlihat lebih muda dari usianya, dan kepribadian yang dingin. Dia menguak kalau tadinya Ri Ta juga curiga. Ji Tae menyuruhnya berhenti berkhayal yang bukan-bukan.


“Kalau Ji Sang benar-benar vampir, aku akan keliling gedung rumah sakit pakai CD doang deh,” sahut Ji Tae asal. Eun Soo mengambil itu sebagai janjinya.


Ji Sang duduk terpekur di sebelah tempat tidur Suster Sylvia. Ketika bangun ingin pergi, dia melihat Jae Wook ada di pintu. Mereka bicara. Jae Wook menebak Ji Sang bingung dengan kondisi Suster Sylvia. Ji Sang menepis tebakan itu. “Karena kau nggak bingung, aku memintamu nggak mengambil Suster Sylvia dari bangsal 21A tanpa izinku,” perintah Jae Wook. Dia berjanji takkan membiarkan Ji Sang pergi jika melakukannya. Biar bagaimanapun, operasi takkan mungkin dilakukan.

__ADS_1


Ji Sang mencemooh sikap Jae Wook hanya untuk menarik perhatiannya. Jae Wook mengaku bukan itu tujuannya. Dia mengatakan, “Ingatlah apa yang sudah kau bilang waktu operasi implan hati. Tuhan pasien implan hati adalah pendonor dan keluarga pendonor!”


Ri Ta menemui Ji Sang dan mengaku telah memikirkan semuanya dengan matang sepanjang hari. Dia memerintahkan Ji Sang untuk memberikan setetes darahnya untuk Suster Sylvia pada hari ini juga, secepatnya. Ji Sang terdiam. Itu membuat Ri Ta menarik kesimpulan bahwa sejak awal Ji Sang tak ingin melakukannya. Dia menyebut Ji Sang sedang frustasi.


Pria berjas hitam datang ke bangsal 21A. Seperti dugaan kami sebelumnya, dia menjadi penggantinya Hye Ri. Dia memperkenalkan diri pada para perawat, bahwa namanya adalah Joo In Ho, manajer tim pengembang obat baru. Perawat gempal bertanya apa yang terjadi dengan Hye Ri? In Ho mengatakan Hye Ri dikirim ke “Amerika” (alias alam baka).

__ADS_1


In Ho langsung ke ruang pasien. Para perawat menilai In Ho jauh lebih ramah dibandingkan Hye Ri. Di ruang pasien, In Ho menyuntikkan obat pada pasien (dia pasien yang mendorong tubuh Il Nam sebelumnya). Saat dimasukkan obat melalui selang infus pasien mencakar In Ho, membuat kacamatanya terlempar ke lantai. Sempat mata In Ho menghijau, membuktikan bahwa dirinya adalah vampir. Sambil tersenyum In Ho meminta pasien tak melakukannya lagi, sebab dia akan marah.


Hyun Woo memanggil Ji Sang untuk memberitahu bahwa dirinya telah menemukan obat baru pengganti atasin, yang dinamainya tumatox. LUVVY yang berada di sisi Hyun Woo segera mengimbuhi, “Tumatox dipakai untuk mengurangi aktivitas saraf. Tiga tahun silam obat baru ini dikembangkan oleh petugas medis di AS. Baru November tahun kemarin, obat ini dilempar ke pasar. Sayangnya, obat ini memiliki efek samping yang cukup serius, sehingga penjualannya dilarang.”


Hyun Woo menambahkan keterangan LUVVY bahwa tumatox bermanfaat untuk menghambat sistem saraf dan aktivitas kelenjar hipofisi. Dia menyatakan obat ini bisa dikonsumsi oleh Ji Sang dengan tingkat keyakinan 70 persenan. Pertanyaannya adalah dimana Ji Sang bisa mendapatkannya? “Obat ini akan sampai disini besok,” tegas Hyun Woo, “Karena operasi yang mau kau lakukan mepet banget, kita nggak bisa lakukan uji-coba. Kau baik-baik saja dengan itu?”

__ADS_1


__ADS_2