
Ri Ta tetap masih belum bisa menerima kenyataan itu. Dia bertanya apa mungkin syok sesaat atau obstruksi pada aliran darah? Temannya Ri Ta bertanya apa Ri Ta sedang menceritakan kenangan masa kecilnya dulu? Ri Ta menggeleng dan menyebutkan dulu sempat dirinya berpikir kalau itu kebetulan terjadi saja. Namun, dia mulai mengandai-andai, bisa jadi itu gejala klinis. Temannya Ri Ta bertanya apa RS Taemin memiliki pasien dengan suhu tubuh seperti itu? Ri Ta menjawab tidak, tapi dalam imajinasinya ada. Temannya menuding Ri Ta mau mewujudkan apa yang ada di dalam imajinasinya? Merasa terganggu, Ri Ta memilih pergi.
Ri Ta melihat Ji Sang dan memutuskan untuk mengikutinya. Baru beberapa langkah, Ji Sang menengok. Ri Ta pura-pura mengangkat telpon, membicarakan ini-itu soal medis. Ji Sang mendekat. HP Ri Ta berbunyi, menandakan pembicaraannya ditelpon adalah pura-pura. “Angkat tuh telpon,” kata Ji Sang sinis lalu melengos meninggalkannya.
__ADS_1
Petugas CCTV yang bicara dengan Ji Sang sebelumnya menginformasikan kepada Jae Wook bahwa malam sebelumnya Ji Sang dibawa ke UGD. Jae Wook bertanya apa ada catatan medisnya? Petugas CCTV menjawab tidak ada di dalam database.
Ri Ta bertanya pada perawat tentang alat pengukur detak jantung yang disangkanya rusak. Perawat mengatakan alat itu berfungsi dengan baik. Ri Ta mengernyitkan dahinya dan bertanya kenapa semalam tidak berfungsi. Heran deh dia.
__ADS_1
Ji Sang sedang tidur di ruangannya, ketika Ri Ta datang masuk dan coba untuk mengecek denyut leher Ji Sang. Begitu tangannya sudah dekat, Ji Sang membuka matanya, membuat Ri Ta bingung. Tapi dia punya alasan jitu kalau kedatangannya hanya untuk meminta Ji Sang membelah dua jari tangan kanannya. Dengan mudah Ji Sang melakukannya. Setelah itu, Ri Ta pergi dan ruangan Ji Sang.
Bukannya berterima kasih, Ji Sang makin mendekati wajah Ri Ta (untung tidak ada adegan dijilat) dan mengatakan bahwa itu bukan tanggung jawab Ri Ta. Siapapun tentu kesal tidak dihargai. Ri Ta bertanya apa Ji Sang sebegitu alerginya mengucapkan terima kasih. Pada akhirnya, Ji Sang mengucapkan terima kasih dengan nada suara yang dingin dan datar. Dia juga meminta supaya Ri Ta memberi jarak setidaknya tiga puluh senti saat berada di dekatnya.
__ADS_1
“Kau pikir aku mengecekmu lantaran aku menyukaimu?” tanya Ri Ta. Ji Sang mengiyakan dan pergi begitu saja, meninggalkan Ri Ta yang masih terperangah tidak percaya.
Ditemani dua minionnya, Suh Hye Ri datang ke bagian pencatatan perawatan. Dia minta mulai hari berikutnya semua data pasien, khususnya dari bangsal 21A, dikumpulkan di Departemen Pengembangan Obat-obatan yang berada di bawah kendalinya. Karena itu, dia menyuruh perawat untuk berbagi password dengannya dan para minionnya. Beberapa langkah dari Suh Hye Ri berdiri wakil direktur memperhatikan hal itu.
__ADS_1