DARAH

DARAH
bab 60


__ADS_3

Il Nam sedang berbincang dengan dua minionnya. Salah seorang minionnya menyatakan sejak kedatangannya, tim pengembang obat baru, selalu saja membuat kecelakaan. “Seharusnya kita nggak membiarkan mereka mulai merasa benar!” tukasnya. Il Nam menyahut kalau dua minionnya sudah mulai banyak bicara. Dia mengajak mereka semua untuk nggak memasuki wilayah yang bukan menjadi wilayah mereka. Salah seorang minionnya tadi meledek Il Nam sudah berubah sekarang, apa karena merasa menjadi corongnya Jae Wook? Il Nam hampir saja menyemburkan minuman yang baru diseruputnya. Daripada berlarut-larut, dia memutuskan untuk makan siang saja.


Ji Sang tercenung mengingat kondisinya saat ini. Di satu sisi dirinya nggak fit dan Hyun Woo menyarankannya untuk mundur dari dokter di Taemin. Di sisi lain, Jae Wook menawarinya solusi untuk bisa tetap prima. Dia dilema. Sebagai dokter, dia merasa bertanggung jawab terhadap pasien-pasiennya. Terlebih permintaan Ji Tae yang mengajaknya kerja bareng melakukan penelitian.

__ADS_1


Di saat pikiran Ji Sang melayang-layang nggak tentu arah, Ga Yun datang dan menyodorinya es krim. Ji Sang coba menolaknya, membuat wajah Ga Yun cemberut karena dia berusaha keras mendapatkan es krim tersebut dan takut nggak sempat memberikannya pada Ji Sang. Nggak enak dengan penawaran Ga Yun, pada akhirnya Ji Sang mengambilnya. Ga Yun kemudian menanyakan soal kesehatan Ji Sang?


Ji Sang balik bertanya kenapa Ga Yun peduli dengan kesehatannya? Ga Yun meminta maaf soal itu. Dia mengaku merasa sedikit melihat orang yang dihormati sekaligus disukainya sakit. Ji Sang menyebut Ga Yun seperti serangga Akabosia matsudoensis Kinoshita – maksudnya orang seperti Ga Yun itu langka. Ri Ta menatap mereka dari kejauhan dengan tatapan cemburu atau marah ya?

__ADS_1


Salah seorang pasien yang berada di bawah pengawasan Ji Sang di bangsal 21A lagi-lagi kelojotan. Seorang dokter junior dan perawat datang untuk menenangkannya. Nggak berapa lama kemudian, Ji Sang dan dokter junior lain datang. Ji Sang langsung mengecek dan memerintah dokter junior yang datang bersamanya untuk obat penenang. Pada akhirnya, pasien berhasil ditenangkan. Ji Sang berdiri di sisi tempat tidur pasien, menatap pasien dan istri yang setia menungguinya.


Ji Sang keluar dan menemukan anak dari pasiennya sedang duduk sendirian di ruang tunggu. Dia duduk di sampingnya dan bertanya apa yang dilakukannya disini? Si anak mengatakan bahwa dirinya sedih mengetahui kondisi ayahnya yang sebentar lagi nggak akan ada di dunia ini. Dia sedih memikirkan omongan para tetanggannya yang bilang lebih baik ayahnya mati daripada harus menanggung rasa sakit akibat penyakitnya. Yang membuatnya sedih adalah ayahnya ingin berjuang melawan penyakitnya, meski itu nggak mungkin.

__ADS_1


“Kau kan tahu cita-cita ayahku adalah mengiringiku di hari pernikahanku,” kata si anak sambil meneteskan air mata, “Aku ngerasa dia menjadi jauh lebih sakit karenaku. Itulah kenapa aku merasa buruk. Aku nggak akan mengganggu para dokter lagi dan meminta mereka membuat hidup ayah lebih lama lagi.” Ji Sang merangkul si anak dan membelai rambutnya yang hitam, memberinya penenangan.


__ADS_2