DARAH

DARAH
bab 101


__ADS_3

Ji Tae pulang ke apartemennya. Di parkiran, dia dihadang salah seorang minionnya Jae Wook, yang langsung mencekiknya.


Ri Ta pulang ke apartemennya. Begitu masuk, dia mendengar suara musik klasik dari penyetel musiknya. Dia memanggil-manggil, “Eun Soo, kaukah itu? Kau tidur?” Dia berjalan pelan-pelan dan menemukan action figure dracula-nya lagi-lagi dalam posisi jatuh. Dia masuk ke ruang tengah dan menemukan penyetel musiknya menyala, tapi tak ada Eun Soo disana.


Ri Ta menyalakan saklar lampu dengan tangan gemetar. Begitu lampu menyala, dia dikejutkan oleh salah seorang minion Jae Wook lainnya. “Hei,” sapa minion itu, “Aku kesini beberapa kali. Kenapa kau nggak pernah melihat tanda yang kuberikan hah?” Di belakang minion Jae Wook itu, Ji Sang berdiri dan menjawabkan pertanyaan itu untuk Ri Ta, “Aku melihatnya kok.”

__ADS_1


Tak butuh waktu lebih lama lagi bagi mereka berdua untuk baku hantam. Ji Sang menyerang minion itu duluan. Dengan mudahnya, tanpa berubah vampir mode on, Ji Sang menyudutkan minion itu ke arah meja dapur. Begitu, minion itu bangkit, Ji Sang bisa melihat wajahnya dengan lebih jelas. Dia ingat minion itu salah satu dari dua minion yang masuk ke rumahnya dulu untuk membunuh Sun Young. "Kau?" tanya Ji Sang. Minion tersenyum meremehkan.


Ri Ta menyalakan lampu apartemennya dengan tangan gemetar. Ketika lampu menyala, dia menemukan salah seorang minionnya Jae Wook ada di sana. “Aku datang beberapa kali, kenapa kamu nggak pernah menyadarinya?” tanyanya.


Saat bangkit, Ji Sang menyadari minion Jae Wook itu adalah satu dari dua minion yang telah membunuh Sun Young. “Kamu?!” pekik Ji Sang, membuat senyum meremehkan tersungging dari mulut sang minion. Dalam tempo hitungan detik, sang minion berubah menjadi vampir mode on. Begitu pula dengan Ji Sang. Mereka kembali berkelahi.

__ADS_1


Hasilnya sama saja. Minion berhasil tersudutkan oleh Ji Sang. Pada akhirnya, dia memakai cara curang, yaitu menjadikan Ri Ta yang sedari tadi melihat pertarungan mereka sebagai sandera. Benar saja, hal itu sanggup membuat Ji Sang terdiam. “Lepaskan dia!” perintah Ji Sang.


Di sisi lain, Ji Tae juga harus menghadapi minion Jae Wook yang lain. Dia dicekik dan diangkat ke atas. Kemudian, minion Jae Wook menghempaskannya. Ji Tae merintih kesakitan dan bertanya, “Siapa kamu?!” Tentu saja minion tak menjawabnya. Ji Tae coba menyerang dengan pukulan yang cukup lemah bagi minion. Karena itu, lagi-lagi dia tercekik oleh minion, yang kemudian memerintahkannya menghentikan penelitian. Dia mengancam akan kembali untuk menghabisi Ji Tae jika peringatan ini tidak didengarkan.


Kembali ke tempat Ri Ta. Ji Sang sebelumnya telah memerintahkan minionnya Jae Wook untuk melepaskan Ri Ta, jika tidak mau mati. “Oh ya?” ledek minion itu, “Kamu tumbuh dengan baik, Park Ji Sang.” Setelah mengatakan hal itu, dia mendorong tubuh Ri Ta, hingga kepalanya terantuk kursi dan meja. Ji Sang menghampiri Ri Ta tanpa mempedulikan minion yang sudah kabur. Ri Ta sendiri meringis kepalanya sakit akibat terbentur meja dan kursi.

__ADS_1


__ADS_2