DARAH

DARAH
bab 48


__ADS_3

Kyung In membicarakan tentang pengakuisisian hotel yang telah dilakukannya. Presdir senang mendengar rencana yang Kyung In lakukan dalam pengakuisisian. Ketika Kyung In coba menyinggung tentang tim pengembang obat baru mendadak air muka Presdir berubah. Dia menegaskan nggak akan mengubah apapun yang sudah dan sedang berjalan dari tim pengembang obat, apapun risikonya. Dia menyuruh Kyung In memfokuskan diri pada pengakuisisian hotel saja. Saat itu, dia mengambil cangkir dari meja, tapi gemetar di tangannya terlalu kentara, jadi diputuskan untuk mengembalikan cangkir itu kembali. Kyung In menatap kejadian itu dengan penuh tanda tanya.


Ji Sang mengecek Ja Bok yang mengaku kedinginan. Setelah melakukan SOP pengecekan, Ji Sang menyatakan semuanya normal – suhu, tekanan darah, dan pulse. Ketika Ja Bok memberitahu bahwa dirinya kedinginan, Ji Sang memintanya menjelaskan gejalanya. Ja Bok menyebutkan bahwa lidahnya kering dan kerap merasa haus. Ji Sang bertanya apa Ja Bok memiliki riwayat sakit lain sebelum mengidap kanker hati? Ja Bok mengatakan bahwa dirinya, sekitar 7-8 tahun sebelumnya sempat mengalami demam tinggi yang hampir membuatnya mati, tapi turun dengan sendirinya seminggu kemudian.

__ADS_1


Ji Sang sepertinya nggak menganggap hal itu masalah. Dia menyebutkan bahwa operasi Ja Bok akan dilangsungkan minggu depan. Sebelum itu, akan dilakukan uji darah lagi. Ja Bok kaget, karena itu akan darahnya akan dicuci sekali lagi.


Hye Ri menginformasikan Jae Wook bahwa Ji Sang akan melakukan pencucian darah terhadap Ja Bok. Itu dilakukan Ji Sang untuk memperoleh data mengenai antibodi virus, apakah ada yang mati atau nggak. Jae Wook memerintahkan Hye Ri untuk memberikan hasil laporan pada dirinya dan hilangkan semua serum yang sudah dibenamkan di tubuh Ja Bok.

__ADS_1


Di sebuah ruangan, Ji Sang dan Ri Ta pun bicara. Ri Ta berkicau bahwa dirinya seperti orang gila mengetahui kejanggalan-kejanggalan yang dilihatnya dari Ji Sang. Dia yakin Ji Sang nggak akan memberitahunya mengenai kejanggalan itu dan bla... bla... bla... Ji Sang mengambil tangan kiri Ri Ta yang ditaruhnya di kantong jaket dokter, kemudian mengarahkannya ke lehernya. “Leherku dingin kan? Kayak mayat!” tanya Ji Sang, “Kau benar, aku emang sakit. Ini penyakit langka yang belum dikenal oleh dunia medis. Kondisi tubuhku jadi nggak normal. Apa yang kau lihat memang benar. Kau nggak gila. Tapi, mulai sekarang lupain semuanya. Ini bukan perintah, ini permintaan. Walau, kau tahu penyakitku nggak ada yang bisa kau lakukan. Aku juga nggak minta dirimu untuk menyimpan rahasia ini untukku, karena aku yakin kau bisa menyimpannya.”


Ji Sang hendak berlalu. Ri Ta menahannya dan mengambil plester di pipi Ji Sang. Setelah itu, Ri Ta tertawa, benar-benar nggak percaya codet di pipi Ji Sang benar-benar hilang sempurna. “Tapi kau berteriak-teriak padaku terakhir kalinya.”

__ADS_1


Di ruangannya, setelah mengetahui tangan Presdir gemetar luar biasa, Kyung In bertanya-tanya apa yang terjadi pada Presdir? Dia menerima telpon dari departemen operasi yang melaporkan bahwa nggak ada catatan medis Presdir, baik di RS Taemin maupun di RS lain. Dia menghubungi Dokter Han untuk janjian makan siang – sepertinya Kyung In masih ingin menemukan apa yang terjadi sebenarnya.


__ADS_2