
Dengan cepat, Ji Sang dan beberapa perawat memisahkan mereka berdua. Meski sudah dipisahkan, keduanya masih saling mengancam. Ji Sang bertanya pada istri Woo Shik kenapa keduanya bisa berkelahi? Istri Woo Shik menjawab kalau keduanya berpapasan dan bertumbukan. Ji Sang melihat beberapa pasien lain yang tampak janggal.
Itulah sebabnya Ji Sang pergi ke ruang tim pengembang obat baru dimana In Ho berada. Melihat kedatangan Ji Sang, In Ho langsung memegangi kerah bajunya, takut dicengkeram lagi, kekeke. Ji Sang memerintahkan In Ho untuk tak lagi memvaksin pasien di bangsal 21A, jika tidak ingin terluka. In Ho menyatakan kalau Jae Wook sudah lebih dulu memberinya perintah untuk menghentikan vaksinasi.
Di sisi lain, Ri Ta menemui Jae Wook untuk memerintahkannya tak memberi obat yang dipesan pada Presdir Yoo. Jae Wook memang takkan memberikannya, sebab obat yang ditelitinya masih prematur. “Tidak. Jangan berikan obat itu atau kapanpun!” Jae Wook coba menjelaskan kondisinya bahwa penyakit Presdir Yoo takkan mungkin disembuhkan hanya dengan dukungan dari keluarga semata.
__ADS_1
Jae Wook masih senyam-senyum menghadapi Ri Ta. Tapi, ketika Ri Ta mengungkapkan fakta kalau obat yang akan Jae Wook berikan bisa mengubah manusia menjadi vampir, senyum di wajah Jae Wook sirna.
Jae Wook merasa Ri Ta tahu terlalu banyak dan bertanya apa Presdir Yoo sudah tahu mengenai hal ini? Ri Ta berjanji bungkam, dengan syarat Jae Wook tak melanjutkan penelitian ini. Bukannya takut, Jae Wook balas mengancam akan melibas semua yang menghalangi jalannya. Tentu saja, Ri Ta menggunakan Ji Sang sebagai tameng terakhir dengan menyatakan akan ada bom yang dipicu oleh orang yang disukainya itu.
Ji Sang menemui Ji Tae untuk memperdengarkan rekaman percakapannya dengan Jae Wook.
__ADS_1
Rekaman yang Ji Sang perdengarkan Ji Tae sampai pada pengakuan Jae Wook telah membunuh Han Su. Ji Tae menanyakan kepada Ji Sang kenapa baru mengatakan padanya, padahal sudah tahu sebelumnya. Ji Sang menjawab harus mendengar pengakuan dari mulut Jae Wook sendiri. Dengan emosi yang berada di ubun-ubun, Ji Tae hendak menemui Jae Wook untuk menguburnya dengan tangan sendiri. Ji Sang menahannya untuk menjelaskan Jae Wook takkan mau membayar perbuatannya. Lebih-lebih bukti rekaman takkan cukup menghentikan Jae Wook. Bisa-bisa yang terjadi malah Ji Tae yang terb*nuh.
Frustasi, Ji Tae menghamburkan apa yang ada di atas meja. Eun Soo masuk dan kaget melihat ruangan hematoma berantakan. Dia memanggil-manggil Ji Tae, tapi Ji Sang memintanya memberi mereka waktu beberapa saat. Ji Sang memegangi pundak Ji Tae yang berusaha mengendalikan diri.
Eun Soo menemui Ri Ta di ruangannya dan mengeluhkan ketidaktahuannya dengan perkembangan yang terjadi.
__ADS_1
Pasca isu virus merebak, dia menilai, semua orang bertingkah aneh – seolah dirinya hidup di tengah-tengah orang asing.