
Jae Wook menambahkan bahwa dirinya telah kehilangan keluarganya yang dibunuh oleh orang-orang terinfeksi lainnya, empat puluh tahun silam. Dia mengaku telah mencarinya, meski belum bertemu. Pada akhirnya, setelah empat puluh tahun mencari, dirinya mulai merasakan kehadiran orang-orang ini ketika bertemu dengan Ji Sang – orang-orang ini juga mencari Ji Sang. Dia kemudian mengamati semuanya dari kejauhan tanpa mengatakan apapun pada Ji Sang.
“Maksudmu aku dijadikan umpan gitu?” tanya Ji Sang. Jae Wook meminta maaf, dan mengaku berniat memberitahu Ji Sang semua yang diketahuinya. Ji Sang kembali bertanya, “Lalu, gimana caramu terinfeksi?”
__ADS_1
Sebelum Jae Wook menjawabnya, adegan berganti pada sosok Ri Ta yang tampak ngelangut di rumahnya. Dia teringat luka codet di pipi Ji Sang yang sudah sembuh 100 persen tanpa bekas. Eun Soo yang berisik datang dengan celoteh-celotehnya yang ceria. Melihat Ri Ta ngelangut begitu, dia coba menyadarkannya kembali turun ke bumi manusia. “Oiya, kau bawa oleh-oleh dari Pulau Jeju? Seperti jeruk, ikan, atau cokelat?” ungkap Eun Soo. Ri Ta tetap diam. Eun Soo berteriak! Ri Ta masih diam. Eun Soo mengeluh, kenapa Ri Ta hanya datang dan diam saja.
“Eh kau tahu nggak?” tanya Ri Ta, wajahnya ceria. Eun Soo menanggapinya dengan wajah berbinar. Tapi, Ri Ta mengurungkan pertanyaan dan pernyataannya pada Eun Soo. Dia mengaku ingin tidur saja. Eun Soo nggak membiarkannya dan mengisyaratkan jika Ri Ta sepertinya memiliki minat khusus terhadap Ji Sang. Alasannya, dia menilai, Ri Ta bersikap aneh sejak Ji Sang datang.
__ADS_1
Kita kembali pada Jae Wook dan Ji Sang di tempat yang sama. Jae Wook bercerita bahwa dirinya pernah menjadi dokter relawan di negara Kochenia sekira empat puluh tahun silam. Dia mengarang cerita dengan menyebutkan bahwa ada seorang pria tua yang sakit, yang ketika dirawat tanpa sengaja darah si pria muncrat mengenai mulutnya. Meski darah yang mengenainya sedikit, tapi itu sempat membuatnya mati suri. Dua hari berikutnya, dirinya terbangun dalam keadaan sudah terinfeksi. “Lalu, aku mendengar cerita dari orang-orang lokal setempat yang cukup mengejutkan. Mereka bilang pria tua itu bukan sesuatu yang bisa disebut manusia.”
Jae Wook menambahkan, “Setelah terinfeksi, aku sadar ada orang-orang terinfeksi yang mengejarku dan keluarga. Aku pun melawan. Tapi, istri dan anakku... nggak terselamatkan.” Ji Sang menanyakan tentang kemungkinan ada orang-orang terinfeksi lainnya yang Jae Wook ketahui. Namun, Jae Wook menggeleng dan mengaku nggak melihatnya. Dia sendirian, sebelum akhirnya bertemu dengan Ji Sang. “Kau sendiri gimana?” tanya Jae Wook. Ji Sang menjelaskan bahwa dirinya dan keluarganya juga melarikan diri dari kejaran orang-orang terinfeksi lainnya. Dirinya berhasil selamat, tapi keluarganya tidak.
__ADS_1
Manajer Jung melakukan penelitian pustaka dengan membaca data-data yang ada. Dia menemukan data yang menarik perhatiannya. Ketika dilihat dengan seksama, foto data tersebut mengingatkannya pada foto tangan pasien yang ditunjukkan Ji Sang sebelumnya. Dia mengambil HP-nya dan mencocokkan foto tangan pasien yang dimilikinya dengan foto data. Dia merasa kedua foto itu cocok.