DARAH

DARAH
bab 129


__ADS_3

Ji Sang sendiri masih berkelahi dengan seorang minion. Hyun Woo mengambil peluru serum di kantong dan melemparkannya pada Ji Sang yang lantas menusukkannya di bagian punggung minion. Menggeleparlah minion itu ke lantai.


Di rumah sakit, Ga Yun tampak gelisah. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk menghubungi Ji Sang, menanyakan soal apa yang harus dilakukannya terhadap pasien Park Sun Kil. Ji Sang memberitahu hal-hal yang harus Ga Yun lakukan.


Di saat itu, Hyun Woo mengeluh kalau minion yang diseretnya sangatlah berat. Ji Sang menyuruhnya diam sebentar. Dia kembali pada Ga Yun untuk bertanya apa lagi yang dibutuhkan?

__ADS_1


Jae Wook menatap flashdisk yang berisi data-data VTH-16, sambil menyesali hilangnya para minion. Minion Jae Wook yang berhasil meloloskan diri mengaku sama sekali tidak menyangka kalau Ji Sang akan pulang ke apartemennya.


Hyun Woo memeluk LUUVY dengan penuh kebanggaan, sebab tadi LUUVY telah menyelamatkan nyawanya. Dia bertanya bagaimana harus membalas budi baik LUUVY? LUUVY menjawab cukup dengan kata-kata, cailah...


Melihat dua minionnya Jae Wook teronggok di lantai apartemen, Ri Ta terperangah dan menanyakan tujuan kedatangan mereka? Ji Sang menjawab: mencuri data VTH-16. Dia kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya sempat memberikan VTH-16 itu pada Jae Wook untuk menakut-nakutinya. Yang terjadi selanjutnya adalah Jae Wook ingin mendapatkan data VTH-16 untuk digunakan buat kepentingan yang belum Ji Sang ketahui. Dengan nada khawatir, Ri Ta bertanya, “Terus apa Direktur Lee telah berhasil mengontrol VTH-16?” Hyun Woo dan Ji Sang saling menatap untuk selanjutnya tersenyum.

__ADS_1


Hyun Woo menjelaskan pada Ri Ta bahwa sejak memberitahu Jae Wook langsung menyembunyikan data VTH-16 ke dalam folder yang hanya bisa diakses oleh dirinya dan Ji Sang. Data yang Jae Wook ambil adalah data tentang alergi rhinitis.


“Terus siapa yang mengirimkan pesan peringatan?!” tanya Ri Ta kemudian. Dia menduga orang yang mengirimkannya adalah orang yang dekat Jae Wook. Ji Sang berjanji akan memantau perkembangan. Ri Ta kemudian kaget melihat salah seorang minion yang teronggok masih bergerak. Hyun Woo menegaskan bahwa mereka tidak asal membunuh orang.


Ji Sang pun menghubungi Jae Wook. Mereka bicara tanpa tedeng aling-aling, karena telah saling tahu kartu truf masing-masing. Ji Sang berjanji akan mengembalikan dua minionnya Jae Wook dalam keadaan hidup setelah sadar nanti. Jae Wook berterima kasih pada Ji Sang atas perlakuan manusiawinya terhadap dua minionnya. Meski begitu, dia tetap mengancam secara halus takkan lagi segan-segan membuat perhitungan terhadap Ji Sang, khususnya terhadap orang-orang di sekelilingnya – seperti Ri Ta, Hyun Woo, Ji Tae, dan Eun Soo.

__ADS_1


Ji Sang balas mengancam. Dia takkan tinggal diam jika sampai terjadi hal-hal buruk pada orang-orang di sekelilingnya. Jae Wook menyuruh Ji Sang mempersiapkannya dengan baik. Besok, dia berjanji akan memberikan “berita baik” pada Ji Sang. Setelah telpon ditutup, Hyun Woo berseloroh kalau Jae Wook memang pakarnya memberi umpan. Dia mengaku sama sekali tidak bisa menebak jalan pikiran Jae Wook.


Sementara itu, Ga Yun mengelap kening Na Jung di ruang perawatan.


__ADS_2