DARAH

DARAH
bab 79


__ADS_3

Ri Ta mengaku tak peduli dengan Jae Wook, karena mereka bisa dengan mudah melengserkannya dari posisi direktur. Ji Sang menjawab bahwa itu tak mudah. Ji Tae dan Eun Soo merasa ruangan Ji Sang sangat dingin, padahal masih musim semi. Ri Ta membela bahwa dirinya yang menyalakan AC. Marah pada Presdir, membuatnya kepanasan.


Jae Wook berpapasan dengan Ji Sang. Dia menyapanya dan bertanya apa yang tujuan Ji Sang datang ke kantornya beberapa waktu lalu? Apa karena bangsal 21A? Atau karena perubahan sistem pertemuan? Ji Sang ingat pesan Hyun Woo untuk tak buka kartu pada Jae Wook sebelum Jae Wook membukanya. Karena itu, dia mengiyakan dua alasan yang diberikan Jae Wook.


“Aku minta maaf, seharusnya aku memberimu penjelasan,” sahut Jae Wook. Tapi karena sudah terjadi, Ji Sang memintanya untuk melupakannya.

__ADS_1


Ja Bok kelojotan di tempat tidurnya. Hye Rin menyuntikkan sesuatu di infusnya. Ja Bok tenang. Jae Wook datang dan menyatakan bahwa Ja Bok tampak tak baik-baik saja. Jae Wook berharap Ja Bok bisa bertahan lebih dari dua sampai tiga hari ke depan. Tapi, kalau tidak bisa maka ya terpaksa Ja Bok harus mendapatkan “kehidupan baru”.


Ji Sang mengecek Woo Shik yang mengidap kanker hati. Dia minta perawat untuk memberikan obat tiap empat jam. Woo Shik mengucapkan terima kasih pada Ji Sang karena memberinya perawatan yang baik. Istri Woo Shik bertanya, “Apa penyakitnya hanya bisa diobati dengan obat-obatan saja? Nggak adakah pengobatan kanker lainnya?” Ji Sang membenarkan. Istri Woo Shik seperti kehilangan asa. Soo Hyun, putrinya Woo Shik, mengedip-ngedip mata pada Ga Yun.


Ketika keluar Ga Yun berniat memberitahu Ji Sang tentang Woo Shik. Baru mau cerita Ri Ta datang. Ga Yun pun nggak jadi bicara. Ri Ta berniat pergi karena merasa tidak boleh mendengarkan. Ga Yun menahannya dan mengatakan Ri Ta boleh mendengarnya.

__ADS_1


Ji Sang mengajak untuk membicarakannya dengan bagian umum. Ri Ta memotong dan menyuruh Ga Yun mengatakan pada Soo Hyun untuk melakukannya besok. Dia tidak ingin bicara lebih lama dengan pihak bagian umum, karena terlalu lama bergerak.


Ri Ta bertanya pada Ji Sang tentang Woo Shik. Kenapa dulu menolak merawatnya, tapi sekarang enggan untuk melepaskannya? Ji Sang mengaku tidak tahu. “Apa mungkin karena kau merasa menyesal padanya?” tuding Ri Ta. Ji Sang menggeleng dan mengaku tak tahu apa penyebabnya. Ri Ta meminta Ji Sang memikirkannya baik-baik. Dia pamit pergi sekarang. Gayanya lebih manis dan menyenangkan sekarang, sampai-sampai Ji Sang tersenyum melihatnya. Aihhh...


Jae Wook melihat codet di pipi Ji Sang sudah menghilang. Padahal seingatnya, Ji Sang memakai plester untuk menutupi lukanya. “Dokter Yoo, kuharap kau nggak tahu lebih banyak,” harap Jae Wook.

__ADS_1


Il Nam mengecek kondisi pasiennya Ri Ta. Tak ada tanda-tanda buruk terlihat – dipantau dari tekanan darah dan suhu badan. Dia bertanya pada pasien, “Kau merasakan sesuatu yang nggak nyaman di tubuhmu?” Pasien menjawab di bagian lehernya terasa kaku. Il Nam melihat tengkuk pasien. Dia kaget melihat adanya urat biru yang muncul sangat jelas.


__ADS_2