
“Sunrise bisa membahayakan vampir!” jelas Ji Sang. Dia menyuruh Ri Ta tidur, sementara dia akan pergi keluar. Ri Ta minta dibelikan es krim melon. Ji Sang kesal, tapi salah sendiri mengundang Ri Ta tinggal di apartemennya (sudah tak bisa masak, banyak permintaannya, hahaha).
Di apartemennya, Jae Wook bertanya-tanya kenapa Ji Sang tiba-tiba menginginkan serum darahnya? Selanjutnya, kita melihat Jae Wook memberikan dua serum darah pada Ji Sang. Itu persediaan untuk satu bulan dan meminta Ji Sang bilang padanya jika memang kurang. Ji Sang mengucapkan terima kasih dan bertanya, “Terus kalau aku menyuntikkan diri dengan serum ini, itu berarti aku menjadi vampir kedua yang menjadi “manusia” setelah dirimu ya?”
__ADS_1
Jae Wook mengiyakan dan mengatakan, “Oiya, sekarang aku nggak memberikan serum ini secara gratis padamu. Kelak jika aku butuh bantuan, bantulah aku.” Ji Sang mengiyakan. Jae Wook kemudian menjelaskan bahwa dirinya adalah orang pertama yang memakai serum darah tersebut. Dia menyebutkan kemungkinan ada vampir lain yang mengambil serum ini sewaktu dikembangkan dua puluh tahun silam. Dia mengaku tidak membawa semua obat ketika kabur dari tempat persembunyiannya. Dia tak menjamin ada vampir lain yang mengembangkan dan memakai obat yang sama.
Ketika kembali ke apartemennya, Hyun Woo menarik kesimpulan dari cerita Ji Sang sebelumnya bahwa Jae Wook benar-benar ketinggalan serum darah itu dulu atau memang sengaja meninggalkannya untuk bisa dipakai vampir lain. Dia mendesis.
__ADS_1
Ji Sang mengatakan Jae Wook memberinya dua dosis dan meminta Hyun Woo menganalisis salah satu diantaranya. Hyun Woo bertanya apa Ji Sang akan menyuntikkan sebuah serum untuk dirinya sendiri? Ji Sang mengiyakan.
Keesokan harinya, ketika Ji Sang terbangun Hyun Woo datang menghampiri untuk menanyakan apa yang dirasakan? LUVVY datang dan tanpa menunggu langsung memberikan analisisnya kalau kondisi tubuh Ji Sang normal dan sehat layaknya manusia. Ri Ta datang dan bertanya kenapa bisa suhu tubuh Ji Sang 36,5 derajat? Ji Sang menjelaskan kalau dirinya terkena flu. Dia merasa demam, tapi kondisinya malah baik-baik saja seperti manusia normal.
__ADS_1
Di ruangannya, Ji Sang meminta Ri Ta memegang dada dan lehernya untuk merasakan detak jantung dan suhu tubuhnya. “Bagaimana? Semua baik-baik saja kan? Aku seperti manusia normal sekarang.” Dia mengatakan bahwa keinginannya untuk menjadi manusia normal akhirnya bisa terkabulkan. Ri Ta bertanya kenapa Ji Sang ingin menjadi manusia normal? “Waktu muda, aku nggak mau menjadi monster yang hidup terkurung tanpa merasakan apapun,” jawab Ji Sang, “Ck, aku sebal bahwa diriku berbeda dari orang lain. Hal itu masih kurasakan sampai sekarang.”
Ji Tae memikirkan ucapan orang yang menyerangnya, yang mengancam akan kembali lagi jika Ji Tae tidak berhenti meneliti soal virus. Dia mengambil flashdisknya dan memasukkannya ke lubang USB, setelah itu diunggahnya data-data itu. Eun Soo yang ada di sana bertanya, “Manajer, apa kamu melakukan penelitian lagi? Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?” Ji Tae mengaku tidak takut.
__ADS_1