
Ga Yun menekan bel di depan pintu apartemen Ri Ta, tapi malah menemukan pintu yang sudah terbuka. Dia masuk, langsung ke kamar Ri Ta. Disana, dia menemukan Ri Ta sudah terlelap. Karena itu, dia pun mengecek keluar – takut ada seseorang yang masuk. Benar saja, dia dikejutkan oleh kemunculan Jae Wook yang sudah ada di sana sedari tadi sambil menunjukkan HP Ri Ta. Jae Wook membaca pesan dari private nomor yang diduga dikirimkan dari nomor HP Ga Yun yang menyuruh Ri Ta kabur dari rumah.
Pada akhirnya, Jae Wook membawa Ga Yun kembali ke markas, bersama Chul Hoon tentunya. Dia menuntut penjelasan sederhana kenapa Ga Yun mengkhianatinya? Ga Yun menjawab bahwa Ri Ta dan Hyun Woo tidak perlu dibunuh. Jae Wook berpikir Ga Yun telah bersikap manusiawi dan mempertanyakan, “Apakah itu berarti kau menudingku sebagai monster?!”
__ADS_1
Ga Yun menggeleng dan menjelaskan bahwa dirinya terlalu takut sebab Jae Wook selalu cepat berubah mengambil langkah-langkah taktis. Jae Wook memotong kata-kata Ga Yun dengan menyatakan bahwa langkah taktis yang diambilnya adalah menyelamatkan Ga Yun dari jurang kematian – juga Chul Hoon. Dia merasa terkhianati oleh tindakan Ga Yun, yang seharusnya mengawasi Ji Sang tapi malah menjadi bawahannya.
Ga Yun menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati Jae Wook sebagai “Papa” dan tak ingin “Papanya” berubah. “Kita bisa mewujudkan semuanya tanpa...” belum lengkap kata-kata Ga Yun, Jae Wook mencekik lehernya. Dia menuding kata-kata yang Ga Yun berikan hanyalah pemanis dari hati seorang pengkhianat. Dia berniat membunuh Ga Yun. Chul Hoon melepaskan tangan Jae Wook dari leher Ga Yun dan memintakan maaf untuk Ga Yun dengan memberi kesempatan sekali lagi.
__ADS_1
Tapi, Jae Wook malah mencekiknya sambil memberi peringatan untuk keduanya supaya tidak menjadi kelemahannya! Ga Yun akhirnya mengatakan, “Hanya satu hal yang kita inginkan, hati yang Anda miliki ketika menyelamatkan kami! Itu yang kami inginkan, kenapa Anda tidak bisa memahaminya?” Jae Wook melepaskan cengkeramannya dari leher Chul Hoon dan memerintahkan mereka berdua enyah dari hadapannya.
Chul Hoon berlutut di hadapan Jae Wook, yang bertanya kenapa belum meninggalkannya? Chul Hoon menjawab bahwa dirinya telah bersumpah setia, takkan pergi dari Jae Wook yang telah menyelamatkan hidupnya. Dia mengimbuhi jika Ga Yun merasakan hal yang sama. “Bagaimana bila aku tidak memerlukan kalian sewaktu-waktu dan mungkin malah membunuh kalian berdua?” tanya Jae Wook. Chul Hoon mengaku siap. Disisi lain, Ga Yun yang telah kembali ke RS menangis tanpa suara, hanya air mata yang membasahi pipinya.
__ADS_1
Hyun Woo mengatakan pada Ji Sang akan mengulangi uji darah lagi, sebab lupa mengembalikan setelah menggunakannya. Begitu mengambil sampel darah di dalam lemari pendingin, Hyun Woo menemukan sampel berwarna hijau. Dia mengujinya.
Keesokan harinya, Ji Sang menemui Ri Ta di ruangannya dan bertanya bagaimana tidurnya? Ri Ta mengaku kepalanya sakit dan tubuhnya sedikit demam walaupun telah tidur selama sembilan jam. Ji Sang berpikir itu stres. Ri Ta mengeluh apa yang salah dengan tubuhnya?
__ADS_1