
Manajer Woo dan dua minionnya menemui Jae Wook. Mereka meminta tidak dilibatkan dalam penanganan pasien dari bangsal 21A. Jae Wook meminta alasannya? Manajer Woo beralasan jika ikut mengurusi maka pekerjaan lainnya akan terbengkalai. Jae Wook bertanya bukan karena pasiennya kan? Soalnya bekerja dengan pasien di bangsal 21A merupakan pekerjaan sukarela. Manajer Woo mengaku bukan itu. Jae Wook menyetujuinya, tapi menyindir kalau Ji Sang tetap mau melakukannya tanpa banyak keluhan. Dia pergi.
Seperti biasa, Ri Ta kembali curhat pada teman dokternya. Dia kembali mengungkapkan tentang kejanggalan yang ditemuinya pada Ji Sang. Pertama suhu tubuhnya bukan suhu tubuh manusia hidup. Kedua tidak ada alat pengukur kesehatan yang bisa mengukur kondisi tubuhnya. Ketiga kabur dari ruang operasi sebelum melakukan operasi. Terakhir, berkelahi di jalanan. Ri Ta menyodorkan HP-nya dan memperlihatkan punggung pria yang membekuk para polisi. Temannya merasa itu memang agak seperti Ji Sang, sayangnya kualitas gambarnya benar-benar buruk.
__ADS_1
Kesal dengan tanggapan dari temannya Ri Ta mengatakan tidak ingin curhat lagi. Temannya mengajak Ri Ta untuk pergi liburan, sebab kemungkinan besar Ri Ta mengalami stres kerja. Ri Ta memilih pergi daripada mendengarkan saran temannya. Temannya terus mengejarnya. Mereka berpapasan dengan Ji Sang. Ri Ta tidak menyapa dan terus ngeloyor begitu saja. Sementara temannya Ri Ta sempat memberi hormat pada Ji Sang dan terus menyusul Ri Ta. Dia memanggil Ri Ta dengan sebutan Yoo Chae Yun. Sempat Ji Sang berhenti dan menoleh, tapi dia meneruskan jalannya kembali.
Jae Wook menatap cermin dan teringat kejadian yang pernah terjadi beberapa waktu silam. Dia bicara pada salah seorang dokter tua (itu loh, dokter yang ada di foto yang sempat ditunjukkannya pada minionnya, baca episode 4). Dokter tua yang belum kuketahui namanya mengungkapkan bahwa penelitian yang mereka lakukan sebaiknya tidak pernah diketahui dunia. Jae Wook menolak usulan tersebut.
__ADS_1
Dokter tua mengingatkan bahwa dokter bukanlah dewa. Jae Wook bertanya kenapa tidak? Setidaknya dirinya bisa mendapatkan kesetaraan seorang dewa. Merasa tidak bisa memberitahu Jae Wook, dokter tua menyatakan Jae Wook bukanlah anak didiknya lagi. Dia takkan memberikan setetes sampel ataupun data padanya. Dia mengusir Jae Wook. Saat itu tangan Jae Wook terkepal. Ketika terbuka, kuku-kukunya sudah memanjang. Dia mencekik dokter tua dan mengangkatnya ke atas dan menyatakan bahwa dirinya telah mengambil sampel. Kini, sampel itu sudah menyatu dengan darahnya.
Jae Wook memperingatkan bahwa jika dokter tua tidak memberikannya, maka dirinya harus bicara pada Hyun Seo dan Sun Young. Dokter tua mengatakan mereka berdua satu perahu dengannya. Jae Wook menegaskan apa yang dikatakannya bukanlah permintaan, melainkan kesempatan. Bila mereka berdua tidak mau mengambil kesempatan, tak ada yang bisa dilakukan. Dokter tua mengatakan, “Virus VBT-01 seharusnya tidak pernah keluar di muka bumi ini...” Suara dokter tua mendadak tercekat. Jae Wook membenamkan kuku-kukunya di leher dokter tua, sehingga muncratlah darah mengenai wajah Jae Wook.
__ADS_1