
Ji Tae menonton klip data VTH-16 dan minta Eun Soo mendekat untuk memberikan pendapatnya mengenai klip tersebut. Eun Soo berpendapat klip data itu telihat seperti kelebihan sel kekebalan dari antibodi. Namun Ji Tae berpendapat bahwa sel itu seperti berada di dalam bis yang salah, yang turun dan ditransfer ke bus lain. Merasa menemukan sesuatu, mereka memekik kecil: Eureka!
Ji Sang berpapasan dengan Ga Yun dan bertanya apa dirinya baik-baik saja setelah Byung Soo wafat? Ga Yun mengaku dirinya tidak baik-baik saja, tapi mencoba untuk baik-baik saja. Ji Sang menyuruh Ga Yun memikirkan perasaannya. Ga Yun mengucapkan terima kasih pada Ji Sang yang selalu bersikap hangat padanya.
Seperti biasa, Ga Yun terlihat ceria, tapi keceriaan itu sirna begitu dia melihat Na Jung meringkuk di tempat tidurnya. Dia menemukan leher dan tangan Na Jung berurat biru, tanda sudah dinjeksi vaksin. Dia menatap Yoo Jin yang cengengesan.
__ADS_1
Ga Yun melangkah pergi – terdengar suara In Ho yang memberitahu vaksin diberikan atas perintah Jae Wook. Di apartemennya, Jae Wook menginformasikan bahwa sejak awal Na Jung adalah subjek penelitian. Itulah kenapa harus divaksin juga. Dia menyatakan bahwa janjinya pada Ga Yun untuk tak memvaksin Na Jung adalah “untuk saat ini”. Sebaliknya, Ga Yun berpikir Jae Wook takkan menyentuh Na Jung seterusnya – seperti yang pernah Jae Wook lakukan untuk menyelamatkan hidupnya.
Tensi Jae Wook meninggi. Dia mencekik Ga Yun dan mendorongnya ke tembok, seraya mengingatkan Ga Yun tentang perasaan berada di jurang kematian. Terdengar suara HP berbunyi, Jae Wook mengangkatnya dan memerintahkan orang diseberang telpon untuk mendapatkan “itu semua” bagaimanapun caranya. Bahkan, dia memberi lampu hijau untuk melakukan apapun yang dibutuhkan pada Hyun Woo.
Ji Sang mengeluh, karena lantai apartemen Ri Ta sangat berkerak. Ri Ta memberitahu jika lantainya dipel beberapa bulan lalu, wkwkwk (gadis cantik pemalas :p). Ji Sang menerima pesan singkat yang memberitahu bahwa Hyun Woo berada dalam bahaya. Dia segera kembali ke rumah sambil terus menghubungi Hyun Woo.
__ADS_1
Dua orang pria bertudung masuk. Hyun Woo bersiap, dan menyalakan lampu ultravioletnya. Dua pria bertudung silau dengan sinar ungu tersebut. Ini memberi Hyun Woo kesempatan untuk membidik, tapi pistolnya dipatahkan seseorang. Dia menengok dan menemukan pria bertudung ketiga. Berhasil mematahkan perlawanan Hyun Woo, seorang pria bertudung lainnya menghapus data-data VTH-16 yang telah dikembangkan.
Ji Sang kemudian muncul dan menemukan Hyun Woo tengah dicekik. Melihat Ji Sang datang, ketiga vampir siap menghadapi Ji Sang yang sudah berubah vampir mode on.
Setelah menerima pesan dari private number, Ji Sang segera meluncur kembali ke apartemennya. Begitu masuk, dia menemukan salah seorang dari tiga minion itu sedang mencekik Hyun Woo ke tembok. Dalam keadaan tercekik, Hyun Woo merintih memanggil nama Ji Sang.
__ADS_1
Demi menghadapi tiga minion itu, Ji Sang mengubah dirinya ke versi vampir mode.
Tiga minion itu maju menghadapi Ji Sang. Dengan mudah Ji Sang menghadapi mereka semua. Hyun Woo mengambil pistol yang berisi serum ajaib ciptaannya. Salah seorang dari minion itu kemudian memutar balik ke arah Hyun Woo. Dan Hyun Woo pun mengarahkan pistolnya pada sang minion, tapi ketika pelatuk ditekan pistol itu macet. Minion itu menekati Hyun Woo, LUVVY mengalihkan pikirannya. Kesempatan itu tak Hyun Woo sia-siakan dengan menembakkan peluru serum.