
Hyun Woo sepertinya menemukan sesuatu. Dia tersenyum menatap layar monitor.
Presdir Yoo keluar ruangan In Ho dalam keadaan sempoyongan. In Ho yang berada di dalam ruangan mesam-mesem.
Hyun Woo menjelaskan pada Ji Sang bahwa komposisi vaksin cukup kompleks, karena tak cuma terdiri dari virus, tapi juga penekan yang disebut hasopatoxin. Bahan ini berasal dari tanaman beracun yang tumbuh di Amerika Selatan. Struktur molekul hasopatoxin yang unik akan bereaksi dengan beberapa senyawa aneh. Yang akan Hyun Woo gunakan adalah sonane (nama grup Karbon nomor 9 metana seri hidrokarbon).
__ADS_1
Formula ini bisa menyebar dengan cepat dan akan bereaksi di tenggorokan vampir dengan membentuk lendir. Bagi manusia takkan memiliki reaksi apapun, kecuali sedikit mengantuk. Ini bisa dimanfaatkan sebagai parfm semprot. Dengan demikian, vampir yang menyamar menjadi manusia dengan serum darah buatan Jae Wook akan langsung kentara. Untuk membuatnya, Hyun Woo membutuhkan waktu lima hari. Ji Sang menolak. Dia memerintahkan Hyun Woo membuatnya dalam waktu dua hari saja.
Jae Wook menghubungi Presdir Yoo untuk membicarakan sedikit perubahan kebijakan tim pengembang obat baru. Untuk itu, dia minta bertemu, tapi Presdir Yoo mengaku tengah berada dalam perjalanan ke Busan untuk urusan yang mendesak selama beberapa hari. Presdir Yoo menyuruh Jae Wook untuk bicara langsung ditelpon, tapi Jae Wook tidak mau.
Ji Sang berpapasan dengan Ri Ta dan melihatnya memegangi tangan. Dia memaksa membuka lengan baju Ri Ta dan menemukan alat uji darah. Segera, dia mengajak Ri Ta bicara.
__ADS_1
In Ho memberitahu bahwa VTH-16 jauh lebih kuat dari dugaannya – setelah menonton klip data yang Jae Wook berikan. Lebih jauh dari itu, virus kembangan ini bisa merusak virus aslinya (VBT-01). Dengan kata lain, orang yang telah terinfeksi akan kembali netral. Omongan Ji Tae yang berniat menetralkan VBT-01 terlintas di benak Jae Wook. In Ho berharap mereka bisa mendapatkan sumber virus ini, yang bisa jadi bukan hanya bermanfaat sebagai “bom”, tapi juga bermanfaat sebagai pemecah solusi yang dicari.
Ri Ta masih cemberut dan menyuruh Ji Sang diam. Itu justru membuat Ji Sang makin penasaran dan membalik pernyataan Ri Ta dulu yang merasa frustasi ketika Ji Sang menyembunyikan jati dirinya. Pada akhirnya, Ri Ta mau bercerita apa yang membuatnya terdiam adalah perasaan pesimisnya terhadap penyakit genetis dari keluarganya dan orang-orang di sekitar dirinya yang menyembunyikan sesuatu darinya demi kepentingan mereka sendiri.
Ri Ta berniat pergi, karena sudah menceritakan semuanya. Ji Sang menahannya untuk menegaskan hubungannya dengan Ri Ta. “Dulu, aku hanya belum memiliki alasan yang jelas untuk menjadi manusia, tapi kini aku punya alasan yang jelas,” ungkap Ji Sang, “Dengan hati dan kehangatan manusia, aku berharap bisa mencintai seseorang yang bisa kucintai selamanya, berbagi suka dan duka. Aku ingin hidup dan menutup mata dengan tenang. Itulah alasanku ingin menjadi manusia.”
__ADS_1
Ji Sang mengungkapkan niatannya untuk menjadi jendela kecil di hati Ri Ta, sehingga ruangan tak lagi gelap. Kata-kata manis itu membuat Ri Ta tersenyum sekaligus terharu. “Aku juga akan tetap menyukaimu, walaupun kau tak menjadi manusia.” Setelah itu, Ji Sang mengecup bibir Ri Ta (ah, akhirnya...).