DARAH

DARAH
bab 25


__ADS_3

Jae Wook diinformasikan tentang kondisi seorang pasien yang menderita Hepatitis A akut. Dokter yang menginformasikan pada Jae Wook mengatakan bahwa pasien harus segera dioperasi dan mendapatkan pendonor hati. Meski begitu sulit untuk melakukannya, karena pihak RS lain telah memulangkannya. Jae Wook bisa memahami kondisinya dan menyatakan jika ada pendonor hati maka transplantasi bisa dilakukan.


Kim Shi Eun, koordinator pendaftaran donor organ tersebut, datang. Jae Wook meminta Shi Eun untuk mencatat pasien untuk mendapatkan prioritas. Shi Eun menjawab bisa, hanya saja mendapatkan pendonor memang harus diserahkan pada keberuntungan. Jae Wook mengatakan pasien harus dioperasi malam ini, jika tidak maka pemulihan akan lebih sulit.

__ADS_1


Jae Wook membuka forum mengenai pasien tersebut dengan tim bedah RS Taemin. Ri Ta menjelaskan jika ada pendonor, masalah besarnya adalah menghubungkan arteri pasien dengan hati donor bukan hal yang mudah. Jae Wook menawarkan Ji Sang untuk melakukan operasi. Ji Sang mengiyakan. Ri Ta tergeragap. Begitu pula dengan Manajer Woo dan dua minionnya.


Di luar, Manajer Woo dan dua minionnya mencak-mencak. Mereka kesal Ji Sang selalu mendapat kesempatan lebih baik. Padahal, dia merasa Ji Sang tak lebih baik dibandingkan dirinya.

__ADS_1


Masih di ruangan forum, Ri Ta menanyakan kenapa Ji Sang mengiyakan operasi itu semudah membalikkan telapak tangan? Menunjukkan sikap acuh tak acuh pada ocehan Ri Ta, Ji Sang menaikkan kakinya ke atas meja. Dia tetap akan melakukannya, tak peduli Ri Ta mau mengoceh apapun. Ri Ta menunjukkan letak kesulitannya dan alasan Jae Wook melimpahkan pekerjaan itu pada Ji Sang. “Oh, sekarang kau khawatir padaku?” tanya Ji Sang. Ri Ta menampik. Itu hanya pendapatnya saja.


Ri Ta mendapat angin. Dia mengatakan, “Udah kenapa tidak jujur saja?” Ji Sang melotot pada Ri Ta. Ri Ta sendiri menjelaskan pada Jae Wook bila Ji Sang semalam teler berat sampai-sampai ambruk di depan RS. Dia membantu menyembunyikan apa yang terjadi pada Ji Sang dengan mengatakan bahwa Ji Sang memiliki suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi yang normal semuanya. Jae Wook pergi setelah mendapatkan keterangan itu. Disusul Ri Ta kemudian dengan bahasa tubuh meledek Ji Sang. Lalu, Ji Sang mencoba menahan Ri Ta karena dia tak ingin bekerja sendiri. Mereka harus memeriksa pasien transplantasi hati. Ri Ta menolak, tapi dia ikut juga.

__ADS_1


Ketika mereka berdua ada di ruang perawatan, anak pasien sedang menangis. Si anak tidak ingin ibunya meninggalkannya. Ji Sang ingat saat Sun Young pergi meninggalkan, dirinya juga menangis. Di tempat lain, si anak mengatakan pada Ji Sang kalau setelah ayahnya meninggal, ibunya-lah yang banting tulang mencari uang, membuatnya tetap bisa bersekolah. Dia ingin ibunya bisa melihatnya kuliah. Bila hatinya ada dua mungkin akan diberikan pada ibunya. Dia menyalahkan diri sendiri karena tidak memiliki apapun untuk membantu ibunya.


Ji Sang menjawab ada. Yaitu masa kini. Dengan sedih, anak itu mengatakan masa kini tidak bisa mengubah apapun. Ji Sang tidak mengatakan masa kini yang dimiliki si anak untuk mengubah sesuatu, tapi untuk bertahan hidup. Si anak kembali tertunduk. Ji Sang memegang bahu si anak setelah sebelumnya ragu-ragu melakukannya. Tidak jauh dari mereka berada, Jae Wook memperhatikannya.

__ADS_1


__ADS_2