
‘Suatu kehormatan bagiku, bisa bertemu dengan orang yang sangat hebat.” Ucap Ji Sang.
“Dibandingkan denganmu yang menjadi relawan dan bekerja di Kochenia, aku malu.” Ungkap Jae Wook yang kemudian berkata kalau mereka akan bertemu lagi nanti saat konferensi.
Konferensi yang Jae Wook maksudpun dimulai dan yang mereka bahas adalah seorang pasien bernama Lee Hyung Tae yang menderita tumor di hatinya. Selama Il Nam menjelaskan tentang kondisi pasiennya, Ji Sang masih terus kepikiran tentang cara memasuki database keamanan rumah sakit itu, sedangkan Jae Wook terus melihat ke arah Ji Sang, dia sepertinya tahu apa yang sedang Ji Sang pikirkan.
“Jadi, melebihi segalanya, dia membutuhkan operasi segera” ucap jae Wook memotong penjelasan Il Nam. “Pasien ini lemah karena berusia 72 tahun. Operasi dengan durasi yang lama bisa sangat beresiko bagi pasien.”
__ADS_1
“Jika itu yang terjadi, kita dapat dengan cepat..” ucap Il Nam, namun lagi2 di potong oleh Jae Wook.
“Manajer Park?” panggil Jae Wook. “Hepatektomi utama. Kau memegang rekor terpendek waktu operasi kan? Jika menyelesaikannya dalam waktu yang tepat... tidak akan ada resiko yang besar pada pasien. Ini adalah saran pribadiku. Operasi ini... bagaimana jika meminta dokter Park yang melakukannya?”
“Manajer Woo adalah ahli bedah yang bertanggung jawab. Dan hasil akhirnya tidak akan jauh berbeda.” Protes Ri Ta untuk membela Il Nam.
“Tentu, kenapa tidak.” Jawab Ji Sang dan jae Wook pun langsung menyuruhnya untuk segera mengecek pasiennya dan menyiapkan operasi. Ji Sang tak menyanggupinya langsung, dia malah berkata kalau dia akan pergi ke ruangannya terlebih dulu.
__ADS_1
Setelah semua orang keluar dari ruang konferensi, Il Nam meminta Jae Wook untuk membiarkan dia saja yang menangani operasi pasien itu. Namun Jae Wook tetap pada pendiriannya, dengan alasan kalau dia lebih mementingkan keselamatan pasien di banding apapun. Mendengar alasan yang diberikan Jae Wook itu Il Nam pun tak bisa berkata apa2 lagi.
Ji Sang sedang tergesa-gesa menuju ruangannya. Tanpa dia tahu, ada seseorang berpakaian dokter memasuki ruangannya dan mengambil obat yang dia simpan di dalam brangkas. Tepat disaat orang itu keluar ruangan, Ji Sang datang. Ji Sang tak curiga sedikitpun kalau ruangannya sudah di masuki orang. Karena dia sedang terburu2 ingin mengakses datang keamanan. Namun sayang, aksesnya di tolak, Ji Sang tidak bisa masuk ke dalam data tersebut. Kita kemudian melihat Jae Wook yang berjalan dengan santai sambil terus tersenyum... euuuum.. apakah orang yang masuk ruangan Ji Sang tadi adalah orang suruhannya? Itu masih perkiraanku.
Ji Sang mendapat telepon kalau persiapan operasinya sudah selesai. Karena akan melakukan operasi, Ji Sang pun mengambil obatnya dan meminumnya. Euuum.... orang tadi tidak mengambil obatnya, karena obat itu masih berada di brangkas. Apa obat itu sudah di tukar dengan yang palsu yah?
Di kursi tonton, sudah ada Jae Wook, Ri Ta dan beberapa dokter lainnya. Di ruang operasi Ji Sang sudah memakai baju operasi dan sudah siap memulai operasinya. Setelah mendengar penjelasan dari dokter anestesi tentang kondisi vital pasien, Ji Sang pun mulai membelah perut pasien.
__ADS_1