
Setelah dokter tua mati, Jae Wook mengatakan bahwa dirinya akan membayar si dokter tua nanti. Dihempaskannya tubuh dokter tua ke lantai. Kembali ke Jae Wook yang sedang mematutkan diri di hadapan cermin. Dia mengatakan belum sempat membayar si dokter atas pemberiannya.
Di part pertama, Jae Wook tidak bisa menerima bahwa dokter tua, Park Hyun Seo dan Sun Young tidak mempublikasikan hasil penelitian mereka. Itulah sebabnya, dia memasukkan sampel penelitian virus VBT-01 ke tubuhnya sendiri dan menjadi vampir haus darah. Dia pun membunuh dokter tua yang belum kita ketahui namanya dan berjanji akan membayar apa yang telah dokter tua itu lakukan dalam penelitian. Kembali, ke ruangan dimana Jae Wook bercermin. Dia mengatakan takkan membuang-buang waktu lagi.
Kemudian, kita melihat bahwa bangsal 21A telah diresmikan. Beberapa staf rumah sakit, perawat, dan dokter (tim 2 dan Ri Ta) tampak hadir. Juga Presdir dan Jae Wok selaku direktur ada di sana. Wajah mereka tampak ceria, terlebih wajah pasien yang senang mendapatkan perawatan gratis. Hanya Ji Sang saja yang tak terlihat batang hidungnya.
__ADS_1
Di sebuah ruangan, Ri Ta mengajak Wakil Direktur untuk memanggil beberapa orang wartawan supaya bisa di-blow-up. Wakil Direktur tidak setuju dengan usulan Ri Ta, sebab Presdir telah meminta untuk melakukan perawatan gratis pada bangsal 21A secara diam-diam. Dia bertanya kenapa Ji Sang tidak ada tadi? Ri Ta mendengus. Dia mengaku tidak peduli dengan Ji Sang, padahal sebaliknya tuh :).
Wakil Direktur bertanya kenapa Ri Ta selalu sensitif bila membicarakan Ji Sang? Ri Ta menegaskan itu bukan apa-apa. Yang jelas moodnya mendadak hilang bila kepikiran Ji Sang. Cieh cieh.
Si pasien mengungkapkan alasannya ikut perawatannya tersebut adalah demi anaknya. Walaupun hanya bisa bersamanya satu hari saja, itu membuatnya gembira. Terlebih bisa sampai menemani berjalan sampai anaknya dewasa dan menikah. Ji Sang blak-blakan kalau mungkin itu akan menjadi harapan kosong pasien. Pasien meralat, setidaknya sampai anaknya berulang tahun di tahun ini saja.
__ADS_1
Di ruangannya, Manajer Jung membuka-buka sebendel laporan. Dia kembali memikirkan permintaan Wakil Direktur yang menjanjikan akan memberikan hadiah kecil, berupa acc apapun proposal yang akan diajukannya, baik yang sudah ditolak atau baru mau diajukan. Dia mengambil foto tua. Di sana terdapat dokter tua (ya dokter tua yang dibunuh oleh Jae Wook), seorang wanita, dan seorang anak kecil. Tebakanku, dokter tua itu adalah ayahnya Manajer Jung. Pintu ruangan diketuk. Wakil Direktur masuk.
Wakil Direktur coba menawarkan kembali tawarannya. Tetap saja, keputusan Manajer Jung sama. Dia mengaku tidak ingin menjadi bagian dari permainan yang tidak menarik minatnya. Dia menebak pasti Wakil Direktur sangat frustasi sekarang, mengingat tim pengembang obat baru tidak membagikan hasil penelitiannya. Wakil Direktur beralasan bahwa apa yang dilakukannya semata-mata demi RS Taemin semata.
Ri Ta sedang memijat tangan Suster Sylvia. Saat itu, Suster Sylvia yang tengah berbaring di ranjang bertanya pada Ri Ta bahwa dirinya benar-benar sakit parah kan? Dia bertanya berapa waktu tersisa untuknya hidup. Ri Ta berbohong dan mengatakan bahwa itu tidak seperti yang Suster Sylvia pikirkan. Suster Sylvia mengaku bisa melihat kebohongan Ri Ta dari sorot matanya.
__ADS_1