
Tekanan Ji Sang membuat Jae Wook balas menekan untuk menjalankan perintah lebih cepat. Tapi, dia menegaskan Ri Ta masih hidup dan menyuruh Ji Sang bekerja menetralkan efek samping pasien bangsal 21A. “Jika kau masih mau melihatnya hidup-hidup, jangan uji kesabaranku!” Ji Sang memutuskan pergi.
Saat meninggalkan tempat Jae Wook, sempat Ji Sang tersenyum kecil. Ah, apa yang kau senyumkan itu? *suspicious*
__ADS_1
Ternyata Ri Ta tidak dibunuh oleh Ga Yun dan Chul Hoon. Dia bertanya kenapa Ga Yun terlihat gugup jika benar-benar ingin membunuhnya? Ga Yun menjelaskan bahwa dirinya dan Chul Hoon telah bicara. Mereka sepakat untuk sama-sama tidak terlalu memercayai Jae Wook. Meskipun cinta dan kepercayaan itu baik, tapi terlalu percaya itu dan terlalu cinta bisa membutakan. Dia tak ingin terbutakan oleh kedua hal itu. Ri Ta bertanya bagaimana nasib Ga Yun dan Chul Hoon jika Jae Wook menemukan kenyataannya? Ga Yun akan mengurusnya. Sebelum pergi, Ga Yun mengingatkan Ri Ta untuk tidak keluar dulu sementara ini.
Ji Sang menemui Ji Tae untuk mendapatkan penjelasan soal yang Hyun Woo informasikan pada dirinya. Di sisi lain, In Ho menghadap Jae Wook untuk memberikan informasi hasil penelitiannya terhadap VTH-16. Penjelasan Ji Tae dan In Ho sama. Seperti diketahui, Hyun Woo sebelumnya men-decomposed darah Ji Sang, sampai berubah warna (hijau). Disitulah dia menemukan sesuatu yang aneh dan unik. Ada komponen tidak diketahui di dalam selnya – seperti kapsul. Terbentuk substansi baru yang bisa dipakai dalam VTH-16.
__ADS_1
Sayangnya ada satu masalah besar, yaitu: tak peduli sekuat apapun kapsul itu tetap saja konsistensi VTH-16 lemah. Bahkan, kalau disertakan sel di dalam kapsul bersama virus, semua sel akan mati. Di tengah-tengah itu semua ditemukan zat yang lebih kuat di dalam kapsul. Hyun Woo menyebutnya julino-01, semacam enzim tertentu. Julino-01 akan dilepas setelah 20-30 menit vampir mati. Disitulah akan tercipta antivirus VTH-01.
Ji Tae mengatakan bahwa itu masih sebatas teori belum dipraktikkan. Ji Sang menyuruh Ji Tae untuk mempraktikkannya. Tentu saja Ji Tae menolak. Dia tidak ingin ada orang lain lagi yang menjadi korban penelitian ini. Ji Sang menggeleng dengan menyatakan bahwa dirinya-lah yang memang ingin melakukannya.
__ADS_1
Sementara itu, Jae Wook memuji pekerjaan In Ho yang bagus. In Ho menerima pujian itu dengan senang hati dan ingin pergi. Chul Hoon datang. Jae Wook meminta In Ho tidak pergi dulu dan memerintahkan Chul Hoon membunuh In Ho. Chul Hoon langsung mencekik In Ho dan mendorongnya ke rak buku. In Ho mengeluarkan suntikannya, tapi Chul Hoon dengan cepat menahannya dan membalikkan tangan In Ho untuk menginjeksi diri sendiri. Mampuslah In Ho di tempat.
Ji Sang kembali ke apartemennya dan menemukan Ri Ta di sana. Dia memberikan penjelasan sebagaimana yang Ji Tae jelaskan padanya. Setelah mendengar penjelasan Ji Sang, perasaan Ri Ta campur aduk antara marah-kesal-sedih. Dia tidak rela Ji Sang mengorbankan dirinya, meskipun hanya dia satu-satunya harapan tersisa. Ji Sang mendekap Ri Ta untuk memintanya mengerti dan memaafkannya.
__ADS_1