
In Ho meledek Ga Yun si lemah tanpa sopan santun dan mempertanyakan bagaimana bisa menjadi anak emas Jae Wook? Ga Yun balas mengatai In Ho yang disebutnya kehilangan jiwa, yang selalu menikmati melihat pasien tersakiti. In Ho mencekik Ga Yun dan mendorongnya ke tembok, sambil memberinya nasihat bahwa ini terakhir kalinya Ga Yun akan mendapatkan perlakuan khusus darinya.
Ji Sang, Ri Ta, dan Hyun Woo berkumpul untuk merencanakan apa yang sebaiknya dilakukan terhadap bangsal 21A. Mereka sepakat untuk menghentikan vaksinasi yang telah terlanjur disuntikkan ke tubuh pasien tanpa harus memindahkan mereka dari sana. Mereka akan melibatkan Ji Tae juga dalam rencana ini. Tiba-tiba Ri Ta baru ingat HP-nya ketinggalan di tkp tadi.
__ADS_1
Ga Yun menemui Jae Wook untuk mengatakan bahwa tindakan In Ho membunuh Byung Soo itu berlebihan. Sayangnya, keluhan itu tak ditanggapi secara positif oleh Jae Wook yang membela tindakan In Ho. Dia meminta Ga Yun tidak lagi membahas hal ini dengan memecahkan gelas angg*r merah yang dipegangnya.
Kemudian, Jae Wook menegaskan takkan lagi terpengaruhi oleh kenangan masa lalu dan memfokuskan diri pada satu tujuan. Apapun yang menghalangi tujuannya, maka itu harus dihancurkan.
__ADS_1
Ri Ta duduk di sisi Ji Sang yang rebahan di ranjang. Ji Sang mengaku telah mempersiapkan diri, tapi tak jadi menghabisi Jae Wook dengan alasan bukan solusi. Justru sebaliknya, hal itu akan membuat dirinya merasa menjadi monster. Itulah kenapa dia menghubungi Ri Ta, sebab takut berubah pikiran kembali ke tempat Jae Wook dan melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan. Dia merasa Ri Ta sanggup meredam hasratnya untuk tidak melakukan hal bodoh, dan menyebut Ri Ta adalah salah seorang wanita yang membuat hatinya merasakan sesuatu selain Sun Young.
Keesokan harinya, Ji Sang dan Ri Ta telah siap berangkat kerja. Ri Ta meminta Ji Sang untuk langsung ke rumah sakit, sementara dirinya akan mampir ke suatu tempat terlebih dulu.
__ADS_1
Ri Ta mempertanyakan soal penyakit yang disembunyikan Presdir Yoo darinya: apakah lantaran tidak ingin membuatnya khawatir atau tidak ingin mengungkapkan kelemahan pada musuh dan orang-orang sekitar? Lebih jauh, dia menyalahkan Presdir Yoo yang lebih memercayai Jae Wook untuk mencarikan obat ketimbang orang-orang dari lingkaran dalam sendiri (keluarga). Dia menjelaskan bahwa Jae Wook mengembangkan obat baru dari virus berbahaya.
Presdir Yoo menuding kekhawatiran Ri Ta hanya pura-pura, sebab ingin mengambil Taemin lebih cepat. Kata-kata kasar ini membuat air mata mengumpul di pelupuk mata Ri Ta, yang menegaskan hal terpenting baginya bukanlah uang atau Taemin, melainkan Presdir Yoo sendiri. Dia mempertanyakan kenapa Presdir Yoo menyembunyikan tentang penyakit genetis tanpa memberitahunya? Namun, itu membuat Presdir Yoo memberikan alasan akan memberitahu Ri Ta jika memang saatnya tiba. Ri Ta menggeleng, sebab apa yang sudah dilakukan Presdir Yoo takkan bisa dibatalkan.
__ADS_1