
Ji Sang masih melakukan operasi transfusi hati. Di ruang pantau, Jae Wook masih duduk menunggu. Dia merasa salah mengira Ji Sang berbeda dari kedua orangtuanya. Ji Sang sendiri tiba-tiba merasakan rasa haus akan darah ketika melihat darah yang mengucur banyak di tubuh pasien. Sempat dia terganggu dengan kondisinya. Ri Ta menegurnya, “Istirahatlah. Aku bisa menyelesaikan sisanya.” Ji Sang menolaknya dan terus melanjutkan.
Pada akhirnya, operasi transplantasi hati selesai dilakukan. Ji Sang bertanya pada tim mengenai kondisi vital pasien. Tim menyatakan semuanya normal. Tim saling mengucapkan terima kasih atas kerjasama tim yang bagus. Jae Wook mengatakan melalui mikropon bahwa kerja mereka semua bagus. Ji Sang menatapnya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Anak pasien terus mengucapkan terima kasih terus pada Ji Sang. Wajahnya kini tampak lebih ringan dan ceria. Ji Sang menyuruhnya berterima kasih pada pendonor dan keluarganya. Anak itu mengiyakan, tapi dia tetap mengucapkan terima kasih pada Ji Sang. Biar bagaimana pun, orang yang melakukan operasi adalah Ji Sang, bukan orang lain. Ji Sang meminta si bocah untuk merawat ibunya dan mengingatkan rasa sakit itu masih bisa ditahana, tapi rasa takut itu sulit. “Apapun yang terjadi janganlah takut. Jangan jadi pengecut!” tukas Ji Sang. Si bocah mengiyakan. Ji Sang pergi meninggalkannya.
Jae Wook menyegat langkah Ji Sang. Dia mengatakan bahwa dirinya juga ikut memberikan penilaian pada Ji Sang. Dalam penilaiannya, karena Ji Sang terlambat datang itu membuatnya kecewa. Ji Sang mengatakan bahwa dirinya terlambat untuk masalah pribadi dan tak ingin memberikan penjelasan apapun. Jae Wook dengan tegas menjawab tidak akan ikut campur mengenai hal ini, karena ini baru kali pertama dan Ji Sang mengatakan itu masalah pribadi. “Tapi, kuharap kau tak mengecewakanku lagi!” tukas Jae Wook, lalu pergi meninggalkan Ji Sang.
__ADS_1
Ji Sang mengakui itu bukan tindakan masuk akal, tapi menolak jika disebut tindakan tidak bertanggung jawab. Ri Ta menegaskan kedatangannya bukan untuk berdebat panjang lebar. Dia minta penjelasan. Ji Sang menolaknya. “Tidak apa-apa, hanya masalah pribadi saja,” ucap Ji Sang, “Aku tidak punya alasan untuk menjelaskannya, terlebih padamu.” Ri Ta menyahut kalau Ji Sang menempatkan pasien dalam bahaya. Jadi, tidak ada masalah pribadi lagi. Dengan santai Ji Sang mengatakan tidak terjadi apa-apa. Toh, operasi berjalan dengan lancar.
“Orang jenis apa sih kau? Bukannya meminta maaf malah santai seolah tidak terjadi sesuatu?” pekik Ri Ta meluapkan kekesalannya, “Aku berusaha melihat sisi baikmu. Sayang aku tak bisa melakukannya. Tadinya, kupikir kita hanya tidak akur, tapi ternyata aku juga kecewa!” Setelah mengatakan itu, Ri Ta pergi, dengan membanting pintu lagi.
__ADS_1
Ji Sang menghela napas Ri Ta enyah dari hadapannya. HP-nya berdering. Hyun Woo yang menghubunginya, memintanya pulang untuk melihat hasil penelitiannya yang terbaru tentang Ji Sang. Walaupun Ji Sang beralasan tidak bisa pulang sekarang, Hyun Woo menegaskan Ji Sang untuk melihatnya sendiri secara langsung.