DARAH

DARAH
bab 34


__ADS_3

Ji Sang datang dan langsung bicara blak-blakan pada Suster Sylvia, membuat Ri Ta kesal. “Iya, memang benar Anda sakit. Itu sebabnya, Anda berada di RS kan?” Suster Sylvia memuji keterus-terangan Ji Sang yang disebutnya dokter ganteng. Ji Sang menambahkan walaupun Suster Sylvia sakit bukan berarti akan segera mati. Setidaknya, ini belum saatnya Suster Sylvia meninggalkan dunia fana ini.


Ketika Ji Sang pergi, Ri Ta menyusulnya. Dia bertanya apa Ji Sang mencoba menarik perhatiannya dengan berbohong pada Suster Sylvia tadi? Ji Sang menggeleng. Dia mengaku hanya ingin membayar kembali apa yang pernah Ri Ta lakukan padanya beberapa waktu lalu, ketika berbohong di depan Jae Wook mengenai kondisinya. “Terus kenapa waktu itu kau berbohong?” tanya Ji Sang, “Kau kan bisa membuat semuanya menjadi lebih sulit dengan itu?”

__ADS_1


Ri Ta menjawab bahwa dirinya kasihan dengan Ji Sang. Sakit, tapi tidak bisa memberitahu apa-apa pada orang lain. Ji Sang bertanya apa Ri Ta yakin bahwa dirinya benar-benar sakit? Ri Ta menegaskan dirinya itu dokter dan sekarang mereka berada di rumah sakit. Jadi, mudah baginya untuk mengetahui Ji Sang sedang sakit. Hanya saja, Ri Ta belum tahu sakit apa Ji Sang.


Ji Sang pergi dari hadapan Ri Ta dan melewati bangsal 21A. Di situ, dia menemukan keanehan. Lorong tempat bangsal 21A itu berada tidak dipasangi kamera CCTV dan bagian pintunya juga dipasangi alat pengaman pintu.

__ADS_1


Setelah selesai, Hye Ri nyelonong begitu saja di hadapan Ri Ta tanpa permisi. Hal itu membuat Ri Ta kesal. Dia menahan Hye Ri dan mencak-mencak. Dengan santai dan wajah datar, Hye Ri menyebutkan bahwa dirinya sudah mendapat acc dari Presdir dan Direktur. Wakil Direktur datang dan menyuruh Hye Ri meminta maaf pada Ri Ta. Menolaklah Hye Ri. Dia merasa Ri Ta-lah yang melangkahi aturan. Wakil Direktur mendekat dan berdiri menghadap Hye Ri – di antara Hye Ri dan Ri Ta. Dengan wajah sedikit menekan, dia meminta Hye Ri untuk meminta maaf. Dengan wajah ogah, Hye Ri melakukannya juga. Setelah itu dia pergi.


Ri Ta masih enggan melepas Hye Ri, tapi Wakil Direktur memintanya untuk membiarkannya. Di saat itu, Ji Sang datang dan mengatakan bahwa bangsal 21A merupakan bangsal yang unik. Dia mengatakan menemukan banyak kamera CCTV, pintu karantina keluar-masuk, dan alat pengaman pintu. Ri Ta mengaku belum melihatnya. Tapi, Wakil Direktur mengatakan bahwa tujuan dari penggunaan itu berbeda. Tadinya, bangsal 21A dibuat untuk dipakai oleh pasien VVIP, karena itu ada banyak sistem pengaman di sana demi mencegah hal-hal berbahaya masuk. Ji Sang mengangkat alisnya bahaya masuk? Apa ada zombie yang mau masuk atau bagaimana? Wakil Direktur tersenyum dan mengajak mereka kembali bekerja jika tidak ada yang ditanyakan lagi.

__ADS_1


Ri Ta pun menemui Presdir dan mengajaknya bicara di sebuah ruangan. Dia mempertanyakan apakah Presdir mengizinkan tim pengembang obat baru untuk memasuki bangsal pasien siapapun? Presdir mengiyakan, sebab Direktur telah mengizinkannya. Ri Ta agak tersinggung, lantaran itu bukan wilayah bagi tim dari departemen lain untuk masuk ke bangsal pasien. Hal ini tidak terjadi di rumah sakit lain. Presdir bertanya tadinya bukan Ri Ta sudah setuju? Ri Ta mengiyakan, tapi maksudnya bekerja sama, bukan masuk-masuk ke bangsal lain tanpa izin.


__ADS_2