
Hyun Woo mengatakan pada Ri Ta bahwa Ji Sang sepertinya tak bisa melakukan operasi karena mulai bereaksi terhadap darah. Bahkan, obat penahan sekalipun kini tak ampuh lagi. Dia mengatakan, “Meski begitu, Ji Sang mempunyai kontrol diri yang besar. Obat penahan nggak akan bekerja tanpa kontrol diri.” Ri Ta bertanya banyak, mulai dari obat atisan, Ayah-Ibu Ji Sang, dll.
Hyun Woo sebenarnya enggan menjawab. Pada akhirnya, dia menjelaskan obat atisan dibuat oleh Ibunya Ji Sang. Dia menambahkan kedua orang tua Ji Sang adalah peneliti, yang terinfeksi VBT-01 dan sekarang sudah meninggal. “Karena mereka terinfeksi, mungkin nggak kematian mereka wajar?” tanya Ri Ta penuh selidik, “Bagaimana mereka meninggal?” Baru mau menjawab, terdengar suara Ji Sang.
Ri Ta pun bicara dengan Ji Sang, dan memintanya tak pergi begitu saja tiba-tiba. Dia menuntut penjelasan dari Ji Sang mengenai sikapnya tadi. Ji Sang mengaku hanya marah, setelah mengetahui Woo Shik dipindahkan ke bangsal 21A tanpa pertimbangannya. Ri Ta mengernyitkan dahinya, ikutan bertanya kenapa Woo Shik dipindahkan ke bangsal itu? Ji Sang menjawab karena mereka tak lagi bisa berbuat apa-apa, sementara bangsal 21A menawarkan harapan.
__ADS_1
“Mereka memakai Woo Shik sebagai subjek tes? Jae Wook dan Hye Rin benar-benar keterlaluan!” pekik Ri Ta. Ji Sang menenangkannya, dengan memintanya tak usah marah. Tapi, Ri Ta membalik. Yang perlu Ji Sang khawatirkan harusnya dirinya sendiri. Ri Ta meminta jika Ji Sang marah lagi sebaiknya menghubunginya saja.
“Kenapa harus begitu?” tanya Ji Sang. Ri Ta meminta Ji Sang melakukannya saja. Dia pergi setelah menerima penjelasan Ji Sang.
“Ini yang dari dulu kita takutin banget akan terjadi. Seseorang memakai virus VBT-01,” tukas Hyun Woo. Ji Sang menjelaskan kalau Jae Wook tak memakai virus itu untuk menginfeksi mereka. Hyun Woo menyahut bahwa masalah utamanya bukanlah infeksi, tapi mutasi. Dia menjelaskan bahwa Han Su telah mengingatkan untuk tak mempergunakan virus tersebut untuk pengobatan.
__ADS_1
“Bagaimana kalau kita salah mengenai semuanya?” tanya Ji Sang. Pertanyaan itu membuat Hyun Woo menuding Ji Sang mulai sepemikiran dengan Jae Wook. Ji Sang mengelak. Dia mengaku hanya menilai secara rasional. Hyun Woo tetap pada pemahamannya bahwa virus sangat berbahaya dan mengingatkan Ji Sang mengenai sulitnya hidup dengan virus itu. Dia mengajak Ji Sang untuk berhenti penasaran dengan segala sumber daya yang dimiliki. Tapi, sebelum melakukannya, mereka harus mencari tahu apa tujuan Jae Wook sebenarnya.
Ri Ta mempelajari atisan di rumahnya, dimana bahan-bahan pembuatnya telah Hyun Woo berikan padanya. Setelah menstabilo beberapa kata-kata penting di buku, dia ingat Ji Sang mulai bereaksi kembali pada darah dan Hyun Woo menyebutkan kontrol diri Ji Sang kuat banget. Atisan takkan bekerja jika kontrol diri seorang terinfeksi lemah. Dia ingat pula saat Ji Sang bereaksi melihat darah Ja Bok. Saat itu, dirinya menggenggam tangannya dan Ji Sang kembali pada kesadarannya.
Keesokan pagi, Ji Sang bertanya Hyun Woo tak membongkar rahasianya pada Ri Ta? Hyun Woo dengan penuh percaya diri mengiyakan, tak ada yang dirinya beberkan pada Ri Ta. LUVVY datang dan memperlihatkan di layar kalau Hyun Woo malah menyuruh Ri Ta bertanya apa yang ingin diketahuinya soal Ji Sang. Itu membuat Ji Sang kesal dan mengejar Hyun Woo untuk ditimpuk sepatu. Kekeke.
__ADS_1